Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Kalau Jepang Naikkan Suku Bunga, Likuiditas Global Bakal Mengering?

Bank of Japan (BOJ) akan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya pada 27-28 April 2026. Sebelumnya, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga berada di kisaran 60–70%, didorong oleh inflasi yang

By Aurelia Tanu

Minyak Naik, Harga Ditahan: Strategi Cerdas atau Risiko Fiskal Tersembunyi?

Kenaikan harga minyak global kembali menguji ketahanan fiskal Indonesia. Di tengah tekanan tersebut, pemerintah memilih menahan harga BBM domestik guna menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi. Namun, kebijakan

By Zikri Habibi

Pidato Trump Terbaru: Mau Selesaikan Perang Atau Tetap Perang?

Presiden AS Trump memberikan sinyal terbaru bahwa perang antara AS dan Iran kemungkinan akan segera berakhir dalam 2-3 minggu ke depan. Namun dalam pidatonya pada 1 April 2026

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Harga Minyak Naik, The Fed Hawkish, Imbal Hasil Obligasi AS Tembus 4,42%!

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) melonjak tajam setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu, 29 April 2026 waktu setempat. Yield tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,42%, sementara yield tenor 2 tahun, yang lebih sensitif terhadap kebijakan moneter, melonjak sekitar 11 basis poin ke 3,95%, mencatat kenaikan terbesar sejak 2022 untuk hari pengumuman The Fed.

Siapkan Rp 5 Triliun, BBCA Siap Buyback Saham

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi memulai aksi pembelian kembali saham (buyback) pada 28 April 2026, setelah memperoleh persetujuan dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar pada 12 Maret 2026. Presiden Direktur Hendra Lembong menyatakan bahwa langkah ini mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis perseroan di tengah dinamika pasar. Nilai Buyback Capai Rp5 Triliun Perseroan menyiapkan dana maksimal sebesar

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 116 Triliun

Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya fase kedua proyek hilirisasi strategis nasional di Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026. Program ini mencakup 13 proyek dengan total nilai investasi mencapai Rp116 triliun. Fokus ke Sektor Energi, Mineral, dan Pertanian Proyek hilirisasi tersebut tersebar di sektor-sektor kunci, yakni lima proyek di bidang energi, lima proyek di sektor mineral dan pertambangan, serta

Efisiensi Besar-besaran, Danantara Tutup 167 BUMN

Pemerintah melalui Danantara terus mempercepat transformasi BUMN. Hingga 28 April 2026, sebanyak 167 perusahaan pelat merah telah dilikuidasi dalam satu tahun terakhir sebagai bagian dari program efisiensi dan optimalisasi. Direktur Operasional Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari target besar memangkas jumlah BUMN dari 1.077 entitas menjadi hanya sekitar 200–300 perusahaan yang lebih sehat dan kompetitif. Empat

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,50%-3,75%, Beri Sinyal Hawkish

Federal Reserve resmi mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%–3,75% dalam rapat FOMC yang diumumkan pada Rabu, 29 April 2026 (waktu AS). Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar, namun diambil melalui voting yang tidak bulat (8-4), mencerminkan perbedaan pandangan internal terkait arah kebijakan ke depan. Dot Plot Berubah, Sinyal Lebih Hawkish Perhatian utama pasar tertuju pada proyeksi suku bunga (dot plot),

Keyakinan Konsumen AS Naik Tak Terduga di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Indeks keyakinan konsumen Amerika Serikat yang dirilis Conference Board secara tak terduga meningkat pada April, mencapai level 92,8 dari sebelumnya 92,2 di Maret. Angka ini melampaui ekspektasi pasar yang berada di kisaran 89, mencerminkan perbaikan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, khususnya prospek jangka menengah. Ekspektasi Tenaga Kerja Jadi Pendorong Utama Kenaikan indeks terutama ditopang oleh peningkatan komponen ekspektasi enam bulan

Harga Minyak Naik, The Fed Diperkirakan Bakal Tahan Suku Bunga di Rapat April 2026

Federal Reserve melalui Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan April 2026. Langkah ini mencerminkan sikap hati-hati bank sentral di tengah inflasi yang masih tinggi dan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Pelaku pasar bahkan menilai peluang penahanan suku bunga mencapai 100%, menunjukkan konsensus kuat bahwa belum ada urgensi untuk perubahan kebijakan dalam

Sesuai Ekspetasi, BOJ Tahan Suku Bunga di Level 0,75%

Bank of Japan (BOJ) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75% dalam pertemuan kebijakan terbarunya, sejalan dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini mencerminkan pendekatan hati-hati otoritas moneter Jepang dalam menjaga stabilitas likuiditas di tengah volatilitas global. BOJ juga menegaskan bahwa arah kebijakan tetap fleksibel dan akan disesuaikan jika diperlukan, terutama dalam merespons dinamika eksternal yang masih tidak pasti. Tekanan Energi

Wall Street Terkoreksi Akibat Harga Minyak Naik, Bursa Asia Bakal Terdampak?

Bursa saham Asia diperkirakan bergerak melemah pada pembukaan perdagangan, mengikuti koreksi di pasar saham Amerika Serikat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 terkoreksi dari level tertingginya, dipicu aksi jual pada saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor. Sentimen negatif muncul setelah OpenAI dilaporkan tidak mencapai target pertumbuhan pengguna dan penjualan, memunculkan kekhawatiran bahwa belanja besar pada infrastruktur kecerdasan buatan mulai menghadapi tantangan

Negosiasi Iran-AS Masih Alot, Ditambah UEA Keluar dari OPEC, Harga Minyak Tembus US$ 110 per Barel!

Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), didorong oleh kombinasi risiko geopolitik dan perubahan besar dalam struktur pasar energi global. Kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta keputusan Uni Emirat Arab keluar dari OPEC dan OPEC+ menjadi katalis utama lonjakan harga.   Harga Minyak Melonjak ke Atas US$110 Harga minyak Brent kontrak Juni naik US$3,37 atau 3,1%