Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Ramadhan Rally: Antara Data, Ekspektasi, dan Realita Pasar

Setiap memasuki bulan Ramadhan, pasar saham Indonesia kerap dibayangi oleh narasi musiman yang dikenal sebagai Ramadhan Rally. Istilah ini merujuk pada kecenderungan penguatan saham-saham tertentu yang dianggap diuntungkan

By Zikri Habibi

Kevin Warsh Jadi Ketua Baru The Fed, Arah Suku Bunga Bakal Berubah?

Pada 30 Januari 2026, Presiden Trump secara resmi menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026 mendatang. Penunjukan

By Aurelia Tanu

Ancaman MSCI, Menjadi Kerugian Bagi Market Indonesia

Dalam sepekan terakhir market Indonesia mengalami gejolak akibat tekanan dari ketegangan geopolitik dan ketakutan investor akan adanya outflow asing dari IHSG itu sendiri. ketakutan ini diakibatkan oleh adanya

By Zikri Habibi
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

IHSG Mendadak Turun 1% Lebih Hari Ini, Ada Apa?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mendadak turun lebih dari 1% pada sesi II perdagangan hari Selasa (24/2/2026), seiring memburuknya sentimen global dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap berbagai risiko eksternal maupun domestik. Wall Street Anjlok, Menular ke Pasar Global Tekanan terhadap IHSG tidak terlepas dari aksi jual tajam di Wall Street pada perdagangan Senin (waktu setempat). Tiga indeks utama AS,

Harga Emas Sudah Tembus US$ 5,200 Lagi

Harga emas dan perak kembali mencatatkan penguatan signifikan dan menembus level psikologis baru. Emas mencapai posisi tertinggi dalam tiga minggu terakhir seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali memicu perburuan aset aman (safe haven). Pada perdagangan Senin (23/2/2026), harga emas dunia melonjak 2,5% ke level US$5.231,2 per troy ons. Kenaikan tersebut memperpanjang reli emas selama

APBN Defisit Rp 54,6 Triliun di Januari 2026

Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, menilai kinerja fiskal Indonesia pada awal 2026 menunjukkan pola ekspansi belanja yang cukup agresif. Percepatan belanja negara sejak Januari belum sepenuhnya diimbangi oleh pertumbuhan penerimaan, sehingga mendorong defisit anggaran melebar. Hingga Januari 2026, defisit fiskal tercatat sebesar Rp 54,6 triliun atau setara 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sekaligus merepresentasikan sekitar 7,9% dari

Garap Proyek Panas Bumi, Anak Usaha BREN Gandeng SLB

Perusahaan teknologi energi global SLB resmi memperkuat kolaborasinya dengan Star Energy Geothermal, anak usaha PT Barito Renewables Tbk (BREN), melalui penandatanganan sejumlah perjanjian dan kerangka kerja strategis. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung pengembangan proyek panas bumi di Indonesia sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar internasional. Kerja sama tersebut mencakup perencanaan dan desain pengembangan lapangan panas bumi Sekincau di Indonesia, serta

Arsari Grup Hashim Mulai Cicil Akuisisi Blok Migas di Natuna

Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo mulai merealisasikan langkah ekspansinya di sektor energi dengan melakukan pembayaran perdana atas akuisisi hak partisipasi di Blok Duyung, Natuna. Melalui anak usahanya, PT Nations Natuna Barat, Arsari resmi membayarkan cicilan pertama untuk pengambilalihan 75% hak partisipasi (participating interest/PI) non-operator dari West Natuna Exploration Limited (WNEL). WNEL merupakan anak usaha dari Conrad Asia Energy Ltd dan

Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp 200 Triliun di Bank Himbara Sampai September 2026

Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan penempatan dana negara di perbankan milik negara guna menjaga stabilitas likuiditas sistem keuangan dan menopang pertumbuhan kredit. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan diperpanjang hingga September 2026. Dana tersebut bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya dijadwalkan jatuh tempo

Potensi Perang Iran-AS Menguat, Investor Harus Apa?

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat telah menyiapkan opsi serangan militer terhadap Iran, menunggu keputusan final dari Presiden Donald Trump. Sejumlah media internasional menyebutkan bahwa serangan berpotensi dilakukan dalam waktu dekat, bahkan disebut-sebut bisa terjadi pada akhir pekan ini. Dua Skenario: Gertakan Politik atau Eskalasi Militer Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto

RI-AS Raih Kesepakatan Dagang, Sektor Apa Saja yang Diuntungkan?

Pemerintah Indonesia berhasil menegosiasikan tarif impor Amerika Serikat (AS) untuk produk ekspor nasional menjadi 19%, jauh lebih rendah dibandingkan usulan awal Presiden Donald Trump sebesar 32%. Meski tarif ini sedikit meningkat dari tarif sebelumnya sebesar 10%, langkah ini dinilai mampu menahan guncangan besar pada sektor ekspor Indonesia dan menjadikan produk nasional lebih kompetitif dibandingkan Vietnam yang harus menghadapi tarif 20%.

RLCO Ekspansi ke Sektor Perikanan

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) melebarkan sayap ke sektor perikanan dengan mendirikan anak usaha baru bernama Marinova Protein Internasional, yang bergerak di bidang pengolahan dan perdagangan hasil perikanan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis RLCO untuk memperkuat portofolio perusahaan dan memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Direktur RLCO, Ayu Amanda, menjelaskan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia

GDP AS Hanya Tumbuh 1,4% di Kuartal IV-2025, Suku Bunga Bisa Dipangkas Lebih Cepat?

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal keempat 2025 (Q4 2025) tercatat sebesar 1,4%, jauh di bawah ekspektasi konsensus pasar yang memperkirakan pertumbuhan mencapai 3,5%. Angka ini menjadi sinyal pelemahan ekonomi yang cukup signifikan, menyoroti perlambatan aktivitas konsumsi dan investasi di tengah dinamika kebijakan fiskal dan perdagangan. Salah satu faktor utama di balik perlambatan ini adalah penurunan tajam Pengeluaran Konsumsi Pemerintah.