Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

AS vs Iran: Strategi Besar yang Berpotensi Jadi Pisau Bermata Dua?

Perang antara AS dan Iran dengan cepat memicu reaksi di pasar global. Harga minyak mentah naik ke kisaran USD 80 per barel, harga gas LNG melonjak hingga 50%,

By Aurelia Tanu

Rally Komoditas Belum Selesai, Siklus Berikutnya Baru Akan Dimulai

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang semakin agresif ditandai dengan rally signifikan pada harga emas dan minyak. Dua aset ini kembali menjadi pusat perhatian

By Zikri Habibi

Apakah Isu MSCI, Moody’s hingga FTSE Bakal Berdampak Juga ke Obligasi Indonesia?

Dalam beberapa waktu terakhir, pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan lembaga global. Mulai dari evaluasi indeks oleh MSCI dan FTSE, penurunan outlook oleh Moody’s, hingga penyesuaian pandangan aset

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Tanpa Strategi Keluar, Militer AS Tidak Bisa Menghentikan Perangnya Sendiri

Tiga minggu setelah bom pertama dijatuhkan di atas Teheran, AS masih belum bisa menjawab satu pertanyaan: apa sebenarnya arti menang dalam perang ini? Pertanyaan itu merupakan inti dari krisis strategis yang kini sedang berlangsung diam-diam di balik perang yang ramai diberitakan. Dalam tiga minggu, tujuan perang AS sudah berubah setidaknya tiga kali. Dari mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, bergeser ke

RDG Maret 2026: BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75%

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16-17 Maret 2026. Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga menahan suku bunga deposit facility di level 3,75% dan lending facility di level 5,50%. Keputusan BI untuk menahan suku bunga dinilai sebagai langkah paling realistis di tengah kombinasi tekanan berikut:

Harga Minyak Turun Tapi Masih di Atas US$ 100 per Barel

Harga minyak dunia mengalami koreksi pada awal pekan ini, namun masih bertahan di atas level psikologis US$100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga Brent Crude tercatat ditutup di atas US$100 untuk sesi ketiga berturut-turut, menjadi rentetan terpanjang sejak Agustus 2022. Pada perdagangan Senin waktu setempat, harga Brent turun sekitar 2,8% dalam sesi yang relatif volatil.

Masih Fokus Perang Iran, Trump Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta China untuk menunda pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping selama sekitar satu bulan. Penundaan tersebut dilakukan karena Trump ingin tetap berada di Washington, D.C. guna memantau secara langsung perkembangan perang melawan Iran. Trump menjelaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi antara kedua pemimpin yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret kemungkinan akan

Setelah Venezuela dan Iran, Trump Kini Incar Kuba

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Kuba, menyatakan bahwa setelah konflik dengan Iran selesai, pemerintahannya dapat beralih ke negara komunis tersebut yang telah lama menjadi rival Washington sejak era Perang Dingin. Pernyataan itu muncul di tengah krisis energi dan ekonomi yang semakin parah di Kuba, yang kini mengalami pemadaman listrik besar-besaran akibat kekurangan pasokan minyak. Trump

IEA Siap Lepas Lebih Banyak Candangan Minyak di Tengah Perang Iran-AS

Badan energi global International Energy Agency (IEA) menyatakan negara-negara anggotanya masih memiliki ruang untuk melepaskan lebih banyak cadangan minyak ke pasar apabila gangguan pasokan energi global semakin memburuk akibat konflik geopolitik. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, pada Senin (16/3/2026), setelah sebelumnya negara-negara anggota IEA menyepakati pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah. Menurut Birol, meskipun pelepasan

Harga Minyak Turun, Bursa Asia Siap Menghijau Hari Ini?

Pasar saham kawasan Asia-Pasifik berpotensi dibuka menguat pada perdagangan Selasa (17/3/2026), mengikuti penguatan S&P 500 dan indeks utama Wall Street pada sesi sebelumnya. Sentimen positif muncul setelah harga minyak dunia mulai mereda, meskipun pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Penguatan ini terjadi di tengah kabar bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana menunda pertemuan dengan Presiden China,

BUMI Targetkan Tambang Tembaga dan Emas Wolfram Mulai Beroperasi Tahun Ini

Perusahaan tambang PT Bumi Resources Tbk terus memperluas portofolio bisnisnya dengan meningkatkan kontribusi dari segmen non-batubara. Emiten berkode saham BUMI tersebut kini fokus mengoptimalkan aset tambang mineral yang baru diakuisisi sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha. Salah satu proyek utama yang tengah dipersiapkan adalah tambang mineral milik Wolfram Limited, perusahaan tambang asal Australia yang kini sepenuhnya dimiliki BUMI. Akuisisi 100%

Bantu Trump, Jepang Bakal Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan kemungkinan mengirim kapal perang untuk membantu melindungi jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah. Pertimbangan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta negara-negara sekutu untuk turut membantu mengawal kapal tanker yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut. Seruan itu disampaikan setelah Angkatan Laut AS menyatakan siap memulai

BI, The Fed, dan BoJ Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Pertemuan Minggu Ini

Sejumlah bank sentral utama dunia dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan moneter pada pekan ini. Investor global akan mencermati keputusan suku bunga dari Bank Indonesia, Federal Reserve, dan Bank of Japan, yang berlangsung secara berurutan pada pertengahan Maret. Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17–18 Maret 2026, diikuti pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 17–18 Maret, sementara Bank of Japan