Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Rally Komoditas Belum Selesai, Siklus Berikutnya Baru Akan Dimulai

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang semakin agresif ditandai dengan rally signifikan pada harga emas dan minyak. Dua aset ini kembali menjadi pusat perhatian

By Zikri Habibi

Apakah Isu MSCI, Moody’s hingga FTSE Bakal Berdampak Juga ke Obligasi Indonesia?

Dalam beberapa waktu terakhir, pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan lembaga global. Mulai dari evaluasi indeks oleh MSCI dan FTSE, penurunan outlook oleh Moody’s, hingga penyesuaian pandangan aset

By Aurelia Tanu

Ramadhan Rally: Antara Data, Ekspektasi, dan Realita Pasar

Setiap memasuki bulan Ramadhan, pasar saham Indonesia kerap dibayangi oleh narasi musiman yang dikenal sebagai Ramadhan Rally. Istilah ini merujuk pada kecenderungan penguatan saham-saham tertentu yang dianggap diuntungkan

By Zikri Habibi
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Trump Kembali Desak The Fed Untuk Segera Pangkas Suku Bunga

Presiden Donald Trump kembali mendesak Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga di tengah lonjakan harga minyak akibat meningkatnya konflik dengan Iran. Dalam unggahannya di platform Truth Social pada Kamis (12/3/2026), Trump secara langsung menekan Ketua The Fed Jerome Powell agar segera melonggarkan kebijakan moneter. Ia menyatakan bahwa bank sentral AS harus segera menurunkan suku bunga. Ekspektasi Pasar Berbalik Sejak

APBN Februari 2026 Defisit 0,53%, Belanja Negara Meningkat

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada Februari 2026 tercatat mencapai Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat signifikan dibandingkan defisit 0,13% PDB pada periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menjadi defisit Februari terdalam dalam beberapa tahun terakhir. Pelebaran defisit tersebut terutama dipicu oleh strategi pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja negara pada

BBCA Setujui Dividen Final Rp 281 per Saham, atau Setara 72% dari Laba 2025

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp41,3 triliun untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan Dividend Payout Ratio (DPR) sekitar 72% dari laba bersih perseroan. Dengan keputusan tersebut, setiap pemegang saham BBCA akan menerima dividen final sebesar Rp281 per saham. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim Rp55 per saham dengan

Pidato Pertama, Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup. Dalam komentar publik pertamanya sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas terbunuh, ia memberi sinyal bahwa Teheran tidak akan mundur dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Ulama garis keras berusia 56 tahun yang baru ditunjuk pada akhir pekan lalu itu juga memperingatkan bahwa Iran

Harga Minyak Kembali Tembus US$ 100 per Barel, Bursa Asia Bakal Melemah Lagi?

Pasar saham dan obligasi di Asia diperkirakan akan mengikuti pelemahan yang terjadi di Wall Street pada perdagangan Jumat (13/3). Lonjakan harga minyak mentah kembali memicu kekhawatiran investor bahwa konflik di Iran dapat memperburuk gangguan pasokan energi global dan mendorong inflasi. Kontrak berjangka indeks saham untuk pasar Jepang, Hong Kong, dan Australia tercatat kompak bergerak di zona merah pada awal perdagangan

Serangan Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Naik

Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Rabu (11/3/2026) setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi akibat serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Mengutip laporan Reuters, harga minyak Brent crude oil naik US$4,18 atau 4,8% dan ditutup pada level US$91,98 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat menguat US$3,80 atau 4,6% menjadi US$87,25

Inflasi AS di Februari Melambat, Tapi Perang Iran Berpotensi Picu Lonjakan

Laju inflasi inti di Amerika Serikat tercatat melambat pada Februari, memberikan sinyal meredanya tekanan harga sebelum meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik dengan Iran yang kini berpotensi kembali memicu lonjakan inflasi global. Berdasarkan data Bureau of Labor Statistics (BLS) yang dirilis Rabu (11/3), Indeks Harga Konsumen (IHK) inti—yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi—naik 0,2% secara bulanan dibandingkan Januari. Secara tahunan,

DSSA Bakal Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Kisaran Rp 3.100?

Salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), akan melakukan aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:25. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (11/3/2026). Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, L. Krisnan Cahya, menjelaskan bahwa

AS Bakal Lepas 172 Juta Barel Minyak Untuk Tekan Harga Minyak

Pemerintah Amerika Serikat berencana melepas 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) sebagai bagian dari upaya global untuk meredam lonjakan harga energi di tengah konflik dengan Iran. Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa pelepasan cadangan minyak tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 120 hari hingga seluruh volume dapat tersalurkan ke pasar. Langkah ini merupakan bagian dari rencana lebih

Harga Minyak Naik Lagi, Bursa Asia Bersiap Dibuka Melemah?

Bursa saham Asia diperkirakan dibuka melemah pada perdagangan Kamis (12/3), melanjutkan volatilitas pasar global setelah kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi. Kontrak berjangka indeks saham di Jepang, Australia, dan Hong Kong tercatat bergerak di zona merah pada awal perdagangan Asia. Sentimen negatif ini mengikuti pelemahan pasar saham Amerika Serikat, di mana indeks S&P 500 turun sekitar 0,1% pada Rabu,