IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

IHSG Sudah Oversold, Tapi Katalis Masih Minim

By Aurelia Tanu 3 hours ago Bisnis
Image source: AP/ kumparan.com
SHARE

[Medan | 5 Juni 2026] Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini di tengah minimnya katalis positif dan berlanjutnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Meski secara teknikal indeks telah memasuki area jenuh jual atau extremely oversold, sejumlah analis menilai sentimen pasar masih belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan yang signifikan.

Contents
IHSG Masuk Area OversoldInvestor Asing Masih Agresif Melakukan Net SellRupiah dan Surplus Dagang Jadi Sorotan PasarOutlook Rating dan Kredibilitas Kebijakan Jadi Kekhawatiran BaruPasar Menanti Katalis Baru

IHSG Masuk Area Oversold

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan IHSG saat ini berada dalam kondisi oversold secara teknikal, meskipun tren penurunan masih mendominasi pergerakan pasar.

Menurut Reza, minimnya sentimen positif domestik membuat ruang penguatan indeks masih terbatas, terlebih tekanan depresiasi rupiah masih berlanjut dan berpotensi menekan arus modal asing keluar dari pasar saham Indonesia.

Ia memperkirakan area support IHSG berada di kisaran 5.813 dengan resistance di level 6.060. Reza juga menyoroti bahwa penguatan saham tambang pada sesi II perdagangan sebelumnya belum mampu mengubah sentimen pasar secara keseluruhan karena tekanan jual masih cukup besar.

Investor Asing Masih Agresif Melakukan Net Sell

Tekanan terhadap IHSG juga datang dari aksi jual investor asing yang terus berlanjut. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing membukukan jual bersih sekitar Rp1,27 triliun pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Secara year-to-date, total aksi jual bersih asing telah mencapai sekitar Rp68,5 triliun di seluruh pasar. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap aset Indonesia di tengah memburuknya persepsi risiko domestik.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai investor masih mencermati berbagai tekanan terhadap stabilitas pasar domestik, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian kebijakan, hingga perpindahan dana ke instrumen yang dianggap lebih defensif. Nafan memperkirakan support IHSG berada di level 5.733 hingga 5.602, sementara resistance berada di kisaran 5.944 sampai 6.075.

Rupiah dan Surplus Dagang Jadi Sorotan Pasar

Pelemahan rupiah yang terus berlanjut menjadi salah satu faktor utama yang membebani sentimen pasar saham domestik. Pada perdagangan terakhir, rupiah kembali melemah hingga menyentuh level Rp18.033 per dolar AS, mencetak level terendah baru sepanjang sejarah.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah telah melemah sekitar 1,35% sepanjang pekan ini, menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk di Asia setelah won Korea Selatan.

Senior Market Strategist APAC BNY, Wee Khoon Chong, mengatakan mata uang regional secara umum masih tertekan oleh kombinasi penguatan dolar AS, tingginya harga minyak, serta arus keluar modal asing dari emerging markets.

Selain tekanan rupiah, pasar juga menyoroti penyempitan surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan turun tajam menjadi hanya US$89,1 juta, jauh di bawah realisasi Maret sebesar US$3,32 miliar dan lebih rendah dari konsensus pasar sebesar US$1,31 miliar.

Level tersebut menjadi surplus perdagangan terkecil sejak April 2020 sekaligus mengonfirmasi mulai melemahnya daya tahan sektor eksternal Indonesia.

Outlook Rating dan Kredibilitas Kebijakan Jadi Kekhawatiran Baru

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, menilai pasar saat ini semakin khawatir terhadap kualitas tata kelola dan konsistensi kebijakan pemerintah, terutama setelah Fitch dan Moody’s merevisi outlook Indonesia menjadi negatif.

Langkah kedua lembaga pemeringkat global tersebut memicu spekulasi bahwa Standard & Poor’s (S&P) berpotensi mengambil langkah serupa dalam waktu dekat. Menurut Liza, kekhawatiran pasar tidak lagi semata terkait pertumbuhan ekonomi, tetapi mulai bergeser pada isu kelembagaan dan kredibilitas kebijakan.

“Yang menjadi masalah utama bukanlah pertumbuhan ekonomi itu sendiri, melainkan kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai kualitas kelembagaan, kepastian kebijakan, dan konsistensi pengambilan keputusan,” jelas Liza. Kondisi tersebut membuat investor asing cenderung menahan diri untuk kembali masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia.

Pasar Menanti Katalis Baru

Pelaku pasar saat ini juga menunggu rilis data tenaga kerja Amerika Serikat atau nonfarm payrolls (NFP) yang akan menjadi penentu arah ekspektasi suku bunga The Fed.

Jika data ketenagakerjaan AS kembali menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat, ekspektasi higher for longer terhadap suku bunga AS berpotensi semakin menguat dan memperbesar tekanan terhadap aset emerging markets, termasuk Indonesia.

Secara historis, kombinasi penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, serta pelemahan surplus perdagangan menjadi faktor yang sangat sensitif terhadap pergerakan IHSG dan rupiah.

Dalam jangka pendek, pasar diperkirakan masih bergerak volatil hingga muncul katalis yang lebih kuat, baik dari sisi stabilisasi rupiah, perbaikan persepsi kebijakan domestik, maupun meredanya tekanan eksternal global.

 

You Might Also Like

IHSG Mendadak Anjlok 4% Lebih, Ada Apa?

INET Perluas Lini Usaha Perdagangan Perangkat Telekomunikasi

Ini 3 Skenario Pergerakan IHSG di Juni 2026!

Rebalancing MSCI + Habis Libur 2 Hari + Closing Monthly/Weekly, IHSG Bakal Kemana?

Ada Rumor Pemerintah Mau Bentuk Badan Ekspor Komoditas, IHSG Langsung Anjlok 4% Lebih!

TAGGED: IHSG, IHSG hari ini, ihsg oversold, katalis, minim katalis
Aurelia Tanu June 5, 2026 June 5, 2026
Previous Article DPR AS Voting Untuk Batasi Wewenang Trump Terhadap Iran
Next Article Istana Bantah Prabowo Bakal Reshuffle dan Ganti Menkeu Purbaya
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?