Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

AS vs Iran: Strategi Besar yang Berpotensi Jadi Pisau Bermata Dua?

Perang antara AS dan Iran dengan cepat memicu reaksi di pasar global. Harga minyak mentah naik ke kisaran USD 80 per barel, harga gas LNG melonjak hingga 50%,

By Aurelia Tanu

Rally Komoditas Belum Selesai, Siklus Berikutnya Baru Akan Dimulai

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang semakin agresif ditandai dengan rally signifikan pada harga emas dan minyak. Dua aset ini kembali menjadi pusat perhatian

By Zikri Habibi

Apakah Isu MSCI, Moody’s hingga FTSE Bakal Berdampak Juga ke Obligasi Indonesia?

Dalam beberapa waktu terakhir, pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan lembaga global. Mulai dari evaluasi indeks oleh MSCI dan FTSE, penurunan outlook oleh Moody’s, hingga penyesuaian pandangan aset

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Trump Kirim 15 Poin Proposal Damai Untuk Akhiri Perang Iran

Amerika Serikat mengklaim telah mengajukan proposal perdamaian kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Presiden Donald Trump menyebut terdapat kemajuan dalam negosiasi dan menyatakan bahwa Washington telah menyampaikan rencana berisi 15 poin kepada Teheran. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran, menandakan bahwa jalur diplomasi masih penuh ketidakpastian. Klaim Negosiasi Berhadapan dengan Penolakan Iran Pemerintah AS menyatakan

Berbalik Arah, The Fed Diperkirakan Bakal Naikkan Suku Bunga?

Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve mengalami perubahan tajam dalam waktu singkat. Berdasarkan CME FedWatch per 20 Maret, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember 2026 kini mencapai 25%, berbalik dari ekspektasi sebelumnya yang cenderung mengarah pada pemangkasan suku bunga. Perubahan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam persepsi pasar, di mana skenario kenaikan suku bunga kini mulai diperhitungkan secara

Waspada Krisis Perang AS-Iran, Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar?

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan signifikan di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran, dengan potensi pelemahan hingga menembus Rp20.000 per dolar AS dalam skenario ekstrem. Peningkatan risiko geopolitik, lonjakan harga energi, serta pergeseran arus modal global menjadi faktor utama yang dapat mempercepat depresiasi rupiah dalam beberapa bulan ke depan. Geopolitik dan Minyak Jadi Pemicu Tekanan Konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan

Kenapa Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang?

Harga emas dunia justru mengalami penurunan tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Dalam sepekan terakhir, harga emas turun sekitar 11%, bahkan telah melemah lebih dari 14% sejak konflik memanas.  Pergerakan ini menjadi anomali dibanding pola historis, karena secara teori, emas seharusnya menguat saat ketidakpastian global meningkat. Namun ondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar saat ini

Libur Telah Usai, Kemana Arah IHSG Hari Ini?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak volatil dengan kecenderungan melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu (25/3/2026), seiring akumulasi sentimen global selama periode libur Lebaran. Indeks diproyeksikan bergerak dalam rentang 6.745–6.887, meskipun peluang technical rebound tetap terbuka dalam jangka pendek. Tekanan Global Membayangi Pergerakan Awal Pasca libur panjang, pelaku pasar dihadapkan pada penyesuaian terhadap dinamika global yang berkembang signifikan, terutama kenaikan

Tanpa Strategi Keluar, Militer AS Tidak Bisa Menghentikan Perangnya Sendiri

Tiga minggu setelah bom pertama dijatuhkan di atas Teheran, AS masih belum bisa menjawab satu pertanyaan: apa sebenarnya arti menang dalam perang ini? Pertanyaan itu merupakan inti dari krisis strategis yang kini sedang berlangsung diam-diam di balik perang yang ramai diberitakan. Dalam tiga minggu, tujuan perang AS sudah berubah setidaknya tiga kali. Dari mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, bergeser ke

RDG Maret 2026: BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75%

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16-17 Maret 2026. Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga menahan suku bunga deposit facility di level 3,75% dan lending facility di level 5,50%. Keputusan BI untuk menahan suku bunga dinilai sebagai langkah paling realistis di tengah kombinasi tekanan berikut:

Harga Minyak Turun Tapi Masih di Atas US$ 100 per Barel

Harga minyak dunia mengalami koreksi pada awal pekan ini, namun masih bertahan di atas level psikologis US$100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga Brent Crude tercatat ditutup di atas US$100 untuk sesi ketiga berturut-turut, menjadi rentetan terpanjang sejak Agustus 2022. Pada perdagangan Senin waktu setempat, harga Brent turun sekitar 2,8% dalam sesi yang relatif volatil.

Masih Fokus Perang Iran, Trump Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta China untuk menunda pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping selama sekitar satu bulan. Penundaan tersebut dilakukan karena Trump ingin tetap berada di Washington, D.C. guna memantau secara langsung perkembangan perang melawan Iran. Trump menjelaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi antara kedua pemimpin yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret kemungkinan akan

Setelah Venezuela dan Iran, Trump Kini Incar Kuba

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Kuba, menyatakan bahwa setelah konflik dengan Iran selesai, pemerintahannya dapat beralih ke negara komunis tersebut yang telah lama menjadi rival Washington sejak era Perang Dingin. Pernyataan itu muncul di tengah krisis energi dan ekonomi yang semakin parah di Kuba, yang kini mengalami pemadaman listrik besar-besaran akibat kekurangan pasokan minyak. Trump