Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Rupiah Sudah Tembus Rp 17.900, Apakah Indonesia Masih Baik-baik Saja?

Pada 28 Mei 2026, Rupiah sempat menyentuh level terendah di Rp17.906 per dolar AS pada pukul 10.58 WIB sebelum akhirnya ditutup di Rp17.845 per dolar AS. Dibandingkan posisi

By Aurelia Tanu

Ekspor Satu Pintu: Strategi Penyelamatan Devisa atau Awal Monopoli Negara?

Pemerintah mulai mengarah pada pembentukan sistem ekspor satu pintu sebagai bagian dari transformasi besar tata kelola perdagangan komoditas nasional. Melalui skema ini, negara tidak lagi hanya bertindak sebagai

By Zikri Habibi

Kevin Warsh Segera Dilantik Jadi Ketua The Fed Baru, Bagaimana Market Akan Bereaksi?

Jerome Powell akan selesai menjabat sebagai Ketua The Fed pada tanggal 15 Mei 2026, namun dia akan tetap berada di The Fed sebagai Gubernur sampai tahun 2028. Artinya,

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Trump Peringatkan Iran Soal Pungutan Tarif Tarif Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menerapkan pungutan atau tarif terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Trump menegaskan langkah tersebut akan menjadi “garis merah” bagi Washington dalam proses negosiasi yang tengah berlangsung antara kedua negara. Saat ditanya apakah AS akan menolak kesepakatan damai apabila Iran tetap memaksakan biaya pelayaran di Selat Hormuz, Trump menyatakan penolakannya secara

Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48, Apa Penyebabnya?

Posisi daya saing Indonesia dalam laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 mengalami penurunan cukup tajam. Indonesia turun delapan peringkat menjadi posisi ke-48 dari 70 negara yang disurvei, setelah sebelumnya berada di peringkat ke-40 pada 2025. Penurunan ini sekaligus menghapus tren perbaikan yang sempat membawa Indonesia menembus peringkat ke-27 dunia pada 2024. Meski demikian, para ekonom menilai pelemahan peringkat tersebut bukan

Rupiah Kembali Melemah Dekati Rp 18.000, Ada Apa?

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 93 poin ke level Rp17.952 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.859 per dolar AS. Pelemahan ini membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS, meskipun sejumlah sentimen domestik sebenarnya masih cenderung positif, mulai dari pengumuman stimulus ekonomi pemerintah hingga keputusan

Kemenkeu Sebut SAL Sudah Ditarik dari Bank Himbara Secara Bertahap

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengonfirmasi bahwa dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di perbankan telah mulai ditarik secara bertahap. Namun demikian, pemerintah belum mengungkapkan secara rinci besaran dana yang telah ditarik maupun jadwal penarikannya. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menyatakan proses penarikan telah berlangsung secara bertahap sebagai bagian dari pengelolaan kas pemerintah. Sebelumnya, pemerintah memiliki SAL sebesar

Prabowo Pidato, IHSG Turun 3,56%. Prabowo Bilang Apa?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Rabu (24/6/2026) dengan turun 3,36% ke level 5.896, sekaligus membuat indeks kembali turun dari level psikologis 6.000. Di hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto hadir di puncak Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII di Kabupaten Gorontalo. Di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari 38 provinsi, Prabowo menyampaikan sejumlah

Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit Usai Perang AS-Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai mengalihkan fokus politiknya dari isu geopolitik ke ekonomi domestik setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam kunjungannya ke Pennsylvania pada Selasa (23/6/2026), Trump menegaskan bahwa ekonomi AS siap memasuki fase pertumbuhan baru seiring meredanya konflik Timur Tengah dan turunnya harga energi global. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan politik

Ekspor Minyak UEA Naik hingga 85% dari Sebelum Konflik AS-Iran

Pemulihan ekspor minyak Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga minyak dunia kembali mendekati level sebelum pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan terbaru Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan ekspor minyak UEA pada awal Juni telah mencapai sekitar 85% dari level pra-konflik, menandakan kemampuan negara-negara Teluk dalam menjaga pasokan energi global meskipun terjadi gangguan

Harga Minyak Dunia Sudah Turun Dekati Level Sebelum Konflik

Harga minyak dunia kembali turun mendekati level sebelum pecahnya konflik di Timur Tengah setelah muncul berbagai sinyal pemulihan pasokan global dan kemajuan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Koreksi harga ini menjadi salah satu perkembangan paling signifikan bagi pasar keuangan global karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi, memperbaiki prospek pertumbuhan ekonomi, serta menurunkan risiko geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir

Oman dan Iran Akan Bahas Aturan Biaya Selat Hormuz

Oman dan Iran sepakat melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan navigasi dan layanan maritim di Selat Hormuz, sebuah perkembangan yang dipandang positif oleh pasar energi global di tengah upaya pemulihan stabilitas kawasan Timur Tengah pasca konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam pernyataan bersama setelah pertemuan bilateral di Muscat, Oman, Selasa (23/6/2026). Kedua negara juga akan membentuk kelompok

MSCI Umumkan Hasil Review Indonesia, IHSG Bakal Kemana?

Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market (EM) dalam MSCI 2026 Market Classification Review. Keputusan tersebut menghilangkan risiko penurunan status (downgrade) secara langsung ke Frontier Market yang sebelumnya menjadi salah satu kekhawatiran utama investor asing. Meski demikian, keputusan MSCI belum sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap pasar saham domestik. Lembaga penyedia indeks global tersebut masih memberikan sejumlah