Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Rupiah Sudah Tembus Rp 17.900, Apakah Indonesia Masih Baik-baik Saja?

Pada 28 Mei 2026, Rupiah sempat menyentuh level terendah di Rp17.906 per dolar AS pada pukul 10.58 WIB sebelum akhirnya ditutup di Rp17.845 per dolar AS. Dibandingkan posisi

By Aurelia Tanu

Ekspor Satu Pintu: Strategi Penyelamatan Devisa atau Awal Monopoli Negara?

Pemerintah mulai mengarah pada pembentukan sistem ekspor satu pintu sebagai bagian dari transformasi besar tata kelola perdagangan komoditas nasional. Melalui skema ini, negara tidak lagi hanya bertindak sebagai

By Zikri Habibi

Kevin Warsh Segera Dilantik Jadi Ketua The Fed Baru, Bagaimana Market Akan Bereaksi?

Jerome Powell akan selesai menjabat sebagai Ketua The Fed pada tanggal 15 Mei 2026, namun dia akan tetap berada di The Fed sebagai Gubernur sampai tahun 2028. Artinya,

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Dolar AS, Borong Emas

Keinginan semakin banyak bank sentral dunia untuk mengurangi porsi cadangan devisa dalam dolar AS dan meningkatkan kepemilikan emas mencerminkan perubahan bertahap dalam pengelolaan cadangan global. Pergeseran ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik, ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat, serta pandangan bahwa sistem moneter global akan semakin bersifat multipolar. Meskipun hingga saat ini dolar AS masih mempertahankan statusnya sebagai mata uang cadangan utama

PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 Turun ke 46,9, Masuk Fase Kontraksi

Aktivitas manufaktur Indonesia kembali memasuki fase kontraksi pada Juni 2026. Berdasarkan survei S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun tajam ke level 46,9 dari 50,0 pada Mei 2026. Angka di bawah 50 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur mengalami kontraksi, sekaligus menjadi penurunan terdalam dalam satu tahun terakhir. Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh menurunnya permintaan domestik maupun ekspor. S&P Global

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, Pertamax Tetap

PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Penurunan berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, serta Avtur, seiring evaluasi berkala yang mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp19.300 per liter dari sebelumnya Rp20.750 per liter. Sementara

Rilis Hari Ini, Inflasi dan Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan sejumlah indikator ekonomi penting pada Rabu (1/7/2026), meliputi inflasi Juni 2026, neraca perdagangan Mei 2026, serta berbagai indikator sektoral seperti Nilai Tukar Petani (NTP), perkembangan pariwisata, transportasi, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB), hingga produksi padi dan jagung. Perhatian utama pelaku pasar tertuju pada data inflasi dan neraca perdagangan yang diperkirakan akan menjadi penentu arah

Fitch: Korporasi Indonesia Hadapi Tantangan Makro Ekonomi dan Ketidakpastian Regulasi

Fitch Ratings menilai prospek korporasi Indonesia masih dibayangi tekanan makroekonomi serta meningkatnya ketidakpastian regulasi. Meski demikian, lembaga pemeringkat tersebut menilai sebagian besar perusahaan yang memperoleh peringkat (rated issuers) masih memiliki ruang yang memadai untuk mempertahankan profil kreditnya dalam jangka menengah. Dalam laporan terbarunya, Fitch menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, suku bunga domestik yang lebih tinggi, serta

Iran Ingin Kendali Penuh Atas Selat Hormuz

Iran kembali menegaskan keinginannya untuk mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, memperbesar tantangan menjelang dimulainya kembali perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) di Doha, Qatar. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan Teheran tetap berupaya mencapai kesepakatan dengan Oman untuk bersama-sama mengelola jalur pelayaran strategis tersebut. Namun, apabila Oman tidak bersedia, Iran menegaskan siap menjalankan pengelolaan Selat Hormuz

Iran-AS Siap Lanjutkan Negosiasi Lagi di Doha

Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan kembali melanjutkan perundingan damai di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6/2026), setelah kedua negara sepakat menghentikan sementara aksi saling serang yang kembali memanas di kawasan Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah mengajukan permintaan untuk kembali membuka jalur diplomasi guna meredakan konflik yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir. Juru Bicara Gedung Putih

Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri Jadi US$ 13 per MMBTU

Pemerintah resmi menurunkan harga Liquefied Natural Gas (LNG) non-Harga Gas Bumi Tertentu (non-HGBT) untuk kebutuhan industri menjadi US$13 per MMBTU, dari sebelumnya berada di kisaran US$20–23 per MMBTU. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada Senin (30/6/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing industri nasional dan mempertahankan lapangan kerja. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa

Kemenkeu Perpanjang Penempatan Dana Rp 281T di Himbara hingga Akhir Tahun 2026

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan memperpanjang penempatan dana kas negara sebesar Rp281 triliun di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga akhir Desember 2026. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana siaga (standby) sebesar Rp100 triliun yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila likuiditas perbankan kembali mengalami tekanan. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan keputusan tersebut diambil untuk memastikan likuiditas perbankan tetap memadai

Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi dan Neraca Dagang Besok, IHSG Bakal Kemana?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah investor memilih mengambil posisi wait and see menjelang sederet rilis data ekonomi domestik yang dijadwalkan pada Selasa (1/7/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 75 poin atau 1,28% ke level 5.821. Indeks sempat menguat di awal perdagangan hingga menyentuh level 5.943, namun tekanan jual kembali