Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Tanpa Strategi Keluar, Militer AS Tidak Bisa Menghentikan Perangnya Sendiri

Tiga minggu setelah bom pertama dijatuhkan di atas Teheran, AS masih belum bisa menjawab satu pertanyaan: apa sebenarnya arti menang dalam perang ini? Pertanyaan itu merupakan inti dari

By Zikri Habibi

AS vs Iran: Strategi Besar yang Berpotensi Jadi Pisau Bermata Dua?

Perang antara AS dan Iran dengan cepat memicu reaksi di pasar global. Harga minyak mentah naik ke kisaran USD 80 per barel, harga gas LNG melonjak hingga 50%,

By Aurelia Tanu

Rally Komoditas Belum Selesai, Siklus Berikutnya Baru Akan Dimulai

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang semakin agresif ditandai dengan rally signifikan pada harga emas dan minyak. Dua aset ini kembali menjadi pusat perhatian

By Zikri Habibi
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz, Kapal Negara Mana yang Boleh Lewat?

Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap dibuka secara terbatas di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, akses pelayaran kini bersifat selektif, hanya diberikan kepada negara yang dianggap tidak berpihak pada musuh serta mematuhi protokol keamanan yang ditetapkan Teheran. Langkah ini mencerminkan perubahan signifikan dalam dinamika jalur perdagangan energi global, di mana faktor geopolitik kini secara langsung menentukan akses

CUAN dan PTRO Bidik Tambang Emas Papua Nugini

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bersama PT Petrosea Tbk (PTRO) memperluas ekspansi ke luar negeri dengan menyasar aset tambang di Papua Nugini. Kedua emiten tersebut mengajukan penawaran mengikat (binding offer) kepada Tolu Minerals Limited untuk mengakuisisi instrumen convertible note senilai AUD23,75 juta. Langkah ini menandai strategi agresif grup Prajogo Pangestu dalam memperluas portofolio ke komoditas emas dan tembaga di

Emiten Logistik WBSA Mau IPO, Beli Atau Skip?

PT BSA Logistics Indonesia Tbk bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) dengan target pencatatan pada 10 April 2026. Emiten logistik yang relatif baru ini menawarkan saham di kisaran Rp150–Rp170 per saham, dengan potensi dana yang dihimpun mencapai Rp306 miliar. IPO ini hadir di tengah momentum pertumbuhan sektor logistik nasional, namun juga dihadapkan pada tantangan

Tiga Petinggi EMAS Undur Diri di Tengah Rencana IPO Hong Kong, Ada Apa?

PT Merdeka Gold Resources Tbk mengumumkan pengunduran diri tiga anggota direksi secara bersamaan di tengah proses pengajuan pencatatan saham di Hong Kong. Langkah ini memunculkan perhatian pasar terkait arah strategis perusahaan, mengingat momentum yang berdekatan dengan rencana ekspansi global melalui dual listing. Pengunduran diri tersebut diajukan oleh Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri, namun belum efektif dan

Pasukan AS Bergerak ke Iran, Bakal Ada Perang Darat?

Pergerakan ribuan pasukan Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik menjadi perang darat dengan Iran. Di tengah klaim Presiden Donald Trump mengenai upaya diplomasi, langkah militer ini menimbulkan kontradiksi yang memperbesar ketidakpastian global. Diplomasi Berjalan, Eskalasi Tetap Terjadi Pemerintah AS menyatakan masih mengedepankan jalur negosiasi untuk mengakhiri konflik. Namun, Iran secara tegas menolak klaim

Jika APBN Tembus 3%, Apa Dampaknya ke Market?

Lonjakan harga minyak global akibat perang Iran-AS kembali menempatkan Indonesia dalam posisi rentan. Sebagai net energy importer, kenaikan harga minyak akan secara otomatis meningkatkan beban subsidi, memperlemah nilai tukar, dan pada akhirnya mempersempit ruang fiskal pemerintah. Dalam kondisi ini, pasar dihadapkan pada satu pertanyaan: Apakah Indonesia mampu menjaga batas disiplin 3% dari PDB? Sejak perang memanas pada awal Maret 2026,

Trump Kirim 15 Poin Proposal Damai Untuk Akhiri Perang Iran

Amerika Serikat mengklaim telah mengajukan proposal perdamaian kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Presiden Donald Trump menyebut terdapat kemajuan dalam negosiasi dan menyatakan bahwa Washington telah menyampaikan rencana berisi 15 poin kepada Teheran. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran, menandakan bahwa jalur diplomasi masih penuh ketidakpastian. Klaim Negosiasi Berhadapan dengan Penolakan Iran Pemerintah AS menyatakan

Berbalik Arah, The Fed Diperkirakan Bakal Naikkan Suku Bunga?

Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve mengalami perubahan tajam dalam waktu singkat. Berdasarkan CME FedWatch per 20 Maret, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember 2026 kini mencapai 25%, berbalik dari ekspektasi sebelumnya yang cenderung mengarah pada pemangkasan suku bunga. Perubahan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam persepsi pasar, di mana skenario kenaikan suku bunga kini mulai diperhitungkan secara

Waspada Krisis Perang AS-Iran, Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar?

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan signifikan di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran, dengan potensi pelemahan hingga menembus Rp20.000 per dolar AS dalam skenario ekstrem. Peningkatan risiko geopolitik, lonjakan harga energi, serta pergeseran arus modal global menjadi faktor utama yang dapat mempercepat depresiasi rupiah dalam beberapa bulan ke depan. Geopolitik dan Minyak Jadi Pemicu Tekanan Konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan

Kenapa Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang?

Harga emas dunia justru mengalami penurunan tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Dalam sepekan terakhir, harga emas turun sekitar 11%, bahkan telah melemah lebih dari 14% sejak konflik memanas.  Pergerakan ini menjadi anomali dibanding pola historis, karena secara teori, emas seharusnya menguat saat ketidakpastian global meningkat. Namun ondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar saat ini