Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

BI Sudah Naikkan Suku Bunga 100 Bps, Harga Obligasi Sudah Murah?

Dalam waktu kurang dari satu bulan, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps). Dimulai dari kenaikan 50 bps pada Rapat Dewan Gubernur (RDG)

By Aurelia

Rupiah Sudah Tembus Rp 17.900, Apakah Indonesia Masih Baik-baik Saja?

Pada 28 Mei 2026, Rupiah sempat menyentuh level terendah di Rp17.906 per dolar AS pada pukul 10.58 WIB sebelum akhirnya ditutup di Rp17.845 per dolar AS. Dibandingkan posisi

By Aurelia

Ekspor Satu Pintu: Strategi Penyelamatan Devisa atau Awal Monopoli Negara?

Pemerintah mulai mengarah pada pembentukan sistem ekspor satu pintu sebagai bagian dari transformasi besar tata kelola perdagangan komoditas nasional. Melalui skema ini, negara tidak lagi hanya bertindak sebagai

By Zikri Habibi
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Ekonomi China Tumbuh 4,3% di Q2-2026, Terendah Dalam 3 Tahun

Pertumbuhan ekonomi China melambat lebih besar dari ekspektasi pada kuartal II-2026. Produk Domestik Bruto (PDB) hanya tumbuh 4,3% secara tahunan (YoY), lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar sebesar 4,5% maupun realisasi kuartal sebelumnya yang mencapai 5,0%. Capaian tersebut sekaligus menjadi laju pertumbuhan paling lambat dalam lebih dari tiga tahun terakhir dan berada di bawah target resmi pemerintah China yang berada di

Gubernur The Fed Kevin Warsh Tegaskan Tetap Bebas dari Intervensi Trump

Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh kembali menegaskan bahwa bank sentral Amerika Serikat tetap menjalankan kebijakan moneter secara independen dan tidak berada di bawah tekanan politik, meskipun Presiden Donald Trump terus mendorong agar suku bunga segera diturunkan. Dalam sidang dengar pendapat bersama Komite Perbankan Senat AS pada Rabu (15/7/2026), Warsh mengatakan Trump tidak pernah berupaya mengintervensi keputusan kebijakan moneter

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 444,4 Miliar di Mei

Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali meningkat pada Mei 2026 menjadi US$444,4 miliar, atau tumbuh 2,1% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$435,3 miliar. Dengan kurs JISDOR 15 Juli 2026, nilai tersebut setara sekitar Rp8.043 triliun. Kenaikan ULN menunjukkan pembiayaan dari luar negeri masih menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi domestik. Namun, komposisi pertumbuhannya mengindikasikan bahwa penggerak

BREN Dikabarkan Bakal Akuisisi Perusahaan EBT di Filipina

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dikabarkan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi perusahaan energi panas bumi asal Filipina, Energy Development Corp. (EDC). Berdasarkan laporan Bloomberg, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$5 miliar berdasarkan valuasi ekuitas dan berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di sektor energi terbarukan Asia dalam beberapa tahun terakhir. Apabila terealisasi, akuisisi ini juga akan menjadi salah

Inflasi Produsen AS Melandai, The Fed Tidak Perlu Lagi Naikkan Suku Bunga?

Tekanan inflasi di tingkat produsen Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tanda-tanda mereda. Setelah sehari sebelumnya inflasi konsumen (CPI) juga dirilis lebih rendah dari ekspektasi, kini giliran data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) yang mengonfirmasi bahwa tekanan harga di sisi hulu ekonomi mulai berkurang. Indikator  Actual Konsensus Previous PPI MoM 0.0% 0.1% 1.1% PPI YoY 6.1% 6.3% 6.5% Core PPI

Koalisi Masyarakat Gugat Pasal 50A UU P2SK Patriot Bond ke MK

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Koalisi Anti-Pencucian Uang Danantara mengajukan uji materi (judicial review) terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tersebut berfokus pada ketentuan yang mengatur Patriot Bond dan Merah Putih Bond yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Koalisi menilai Pasal 50A ayat (5) dan ayat

Makin Panas! Trump Mau Serang Gunung Pickaxe, Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengancam akan menyerang Gunung Pickaxe, kawasan bawah tanah yang diyakini menjadi lokasi penyimpanan sekaligus pengembangan fasilitas nuklir Iran. Ancaman tersebut disampaikan di tengah eskalasi konflik militer kedua negara yang kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Dalam wawancara di acara Hugh Hewitt Show, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak

Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz 20%, Mau Ganti dengan Kesepakatan Investasi

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif 20% terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz, hanya sehari setelah kebijakan tersebut diumumkan. Sebagai gantinya, Trump memilih mendorong skema perdagangan dan investasi dari negara-negara Teluk ke Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah sekutu Washington di kawasan Teluk dikabarkan meminta AS membatalkan rencana pungutan tersebut karena dinilai dapat mengganggu

Data Inflasi AS Lebih Rendah dari Ekspektasi, Harga Emas Naik!

Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (15/7/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi pasar. Perlambatan inflasi tersebut mendorong optimisme bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, sehingga meningkatkan daya tarik aset safe haven seperti emas. Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,6% menjadi US$4.063,78 per troy

Inflasi AS Turun, Good News Untuk Market?

Inflasi Amerika Serikat (AS) kembali melambat pada Juni 2026 dan berada di bawah ekspektasi pasar. Data ini langsung disambut positif oleh pelaku pasar karena mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) harus kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, perlambatan inflasi kali ini sebagian besar didorong oleh penurunan harga energi, sehingga investor masih perlu mencermati apakah tren tersebut dapat