Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Ancaman MSCI, Menjadi Kerugian Bagi Market Indonesia

Dalam sepekan terakhir market Indonesia mengalami gejolak akibat tekanan dari ketegangan geopolitik dan ketakutan investor akan adanya outflow asing dari IHSG itu sendiri. ketakutan ini diakibatkan oleh adanya

By Zikri Habibi

Babak Baru Industri Tekstil Indonesia

Pemerintah menandai babak baru industri tekstil nasional dengan mengalokasikan anggaran sekitar USD 6 miliar atau setara Rp101 triliun untuk mempercepat modernisasi teknologi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga

By Zikri Habibi

Ketua The Fed Diinvestigasi, Jepang Mau Pemilu Lebih Cepat, Market Mau Dibawa Kemana?

PT Fawz Finansial Indonesia Newsletter Bonds Market 15 Januari 2025 Benchmark Series Series Maturity Date Coupon Price 2/1/2026 Price 15/1/2026 Price Changes FR0106 15 Aug 2040 7,125% 107.90

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

EMAS Garap Transaksi Jumbo, Buat Apa?

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melalui dua entitas usahanya, PT Pani Bersama Tambang dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera, menjalin kerjasama pengolahan dan pemurnian hasil tambang senilai Rp 9,84 triliun. Perjanjian ini berlaku sejak 6 Februari 2026 selama dua tahun dan akan diperpanjang otomatis dengan durasi yang sama hingga ada pengakhiran. Manajemen EMAS menjelaskan, transaksi ini bertujuan mendukung kelancaran

Pejabat The Fed Kompak Beri Syarat Suku Bunga Ditahan Lebih Lama

Gubernur Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa suku bunga acuan kemungkinan akan dipertahankan pada level saat ini untuk jangka waktu lebih lama. Hal ini dilakukan agar The Fed dapat mengevaluasi data ekonomi terbaru secara menyeluruh, terutama dampak dari pemangkasan suku bunga sebelumnya. Gubernur Dallas, Lorie Logan, juga mendukung sikap berhati-hati ini, kecuali terjadi pelemahan signifikan di pasar

Prajogo Pangestu hingga Anthoni Salim Temui Prabowo di Hambalang, Ada Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan sejumlah pengusaha nasional, termasuk Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthoni Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma alias Aguan (Agung Sedayu Group), di Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026). Pertemuan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Agenda Diskusi Dalam pertemuan tersebut, dibahas kondisi

Masuk Bisnis Data Center, INET Dirikan Anak Usaha Baru

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi, mendirikan anak usaha baru bernama PT Sinergi Inti Data Indonesia pada 6 Februari 2026. Langkah ini diumumkan melalui keterbukaan informasi pada Selasa (10/2/2026). Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menjelaskan bahwa PT Sinergi Inti Data Indonesia akan bergerak di bidang portal web, platform digital, pengolahan data, serta aktivitas konsultasi keamanan

Rebalancing MSCI Februari 2026: INDF Turun ke Small Cap, ACES dan CLEO Keluar

Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala indeks untuk periode Maret 2026 pada Selasa malam (10/2). Perubahan ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan 27 Februari 2026 dan efektif mulai 2 Maret 2026. Dalam rebalancing kali ini, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes dan diturunkan ke MSCI Small Cap Indexes. Dengan demikian,

Dari MSCI, Moody’s, hingga FTSE, Apa Maksud Dibalik Semua Ini?

Belakangan, nama Indonesia muncul berulang kali dalam sorotan lembaga global. Mulai dari MSCI membekukan evaluasi, Moody’s menurunkan outlook, S&P memberi peringatan fiskal, dan FTSE menunda implementasi perubahan indeks. Bagi banyak orang, rangkaian ini terdengar seperti alarm bahaya. Tapi jika ditarik ke akar permasalahannya, narasinya justru berbeda. Ini bukan cerita tentang Indonesia yang gagal, melainkan tentang Indonesia yang tidak dibiarkan naik

BEI Panggil Samuel Sekuritas Terkait Saham RLCO Bisa Tembus Rp 80.000

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi telah memanggil PT Samuel Sekuritas Indonesia (kode broker IF) untuk meminta klarifikasi atas riset yang memproyeksikan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dapat menembus Rp80.000 per saham. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Irvan Susandy, menyebut pemanggilan tersebut dilakukan menyusul polemik di pasar terkait target harga yang dinilai sangat agresif. Koordinasi dengan OJK Irvan menambahkan,

Direktur Utama Borong 1,07 Juta Saham SMDR, Ada Apa?

Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), Bani Maulana Mulia, menambah kepemilikan saham SMDR melalui pembelian 1,07 juta saham pada 6 Februari 2026. Aksi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (9/2/2026). Detail Transaksi Bani membeli saham SMDR di harga Rp366 per saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp391,62 juta. Dalam keterbukaan informasi, transaksi tersebut disebutkan

MEJA Mau Masuk Bisnis Batubara, Akuisisi 45% Trimata Coal Perkasa

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana masuk ke bisnis batubara melalui akuisisi strategis sebesar 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP), menyusul masuknya pemegang saham pengendali baru. Langkah ini menandai perubahan arah bisnis MEJA dengan ekspansi ke sektor energi berbasis komoditas. Skema Akuisisi Tanpa Bebani Kas Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartanto menjelaskan rencana akuisisi tersebut mengacu pada Perjanjian

BEI, OJK dan KSEI Bakal Bertemu MSCI Lagi Besok (11/2)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), akan kembali menggelar pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 11 Februari 2026. Pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan MSCI masih terus berjalan, dengan fokus pembahasan pada aspek