Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Kalau Jepang Naikkan Suku Bunga, Likuiditas Global Bakal Mengering?

Bank of Japan (BOJ) akan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya pada 27-28 April 2026. Sebelumnya, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga berada di kisaran 60–70%, didorong oleh inflasi yang

By Aurelia Tanu

Minyak Naik, Harga Ditahan: Strategi Cerdas atau Risiko Fiskal Tersembunyi?

Kenaikan harga minyak global kembali menguji ketahanan fiskal Indonesia. Di tengah tekanan tersebut, pemerintah memilih menahan harga BBM domestik guna menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi. Namun, kebijakan

By Zikri Habibi

Pidato Trump Terbaru: Mau Selesaikan Perang Atau Tetap Perang?

Presiden AS Trump memberikan sinyal terbaru bahwa perang antara AS dan Iran kemungkinan akan segera berakhir dalam 2-3 minggu ke depan. Namun dalam pidatonya pada 1 April 2026

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Ini Daftar Gagasan Besar dari Calon Ketua The Fed Kevin Warsh

Nominasi Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyampaikan sejumlah gagasan besar dalam sidang konfirmasi di Senat yang berpotensi mengubah arah kebijakan Federal Reserve. Warsh menilai kebijakan moneter beberapa tahun terakhir gagal menjaga stabilitas, bahkan berkontribusi pada lonjakan inflasi dan penurunan kredibilitas bank sentral. Ia mendorong “perubahan rezim” sebagai respons atas kesalahan kebijakan tersebut. Arah Suku Bunga Lebih Rendah Warsh mengindikasikan preferensi

Harga Minyak Naik Lagi di Tengah Ketidakpastian Iran-AS

Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatan selama dua hari terakhir, didorong oleh keputusan Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Minyak jenis WTI diperdagangkan di kisaran US$90 per barel setelah sempat melonjak hampir 10% dalam dua sesi sebelumnya, sementara Brent bertahan di bawah US$99 per barel. Gencatan Senjata Diperpanjang, Tapi Risiko Tetap Tinggi Meski ada penundaan eskalasi militer, pasar

BI Diperkirakan Masih Tahan Suku Bunga di Rapat Hari Ini

Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 21–22 April 2026. Keputusan ini mencerminkan strategi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro di tengah tekanan global. Inflasi Terkendali, Pertumbuhan Tetap Dijaga Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai penahanan suku bunga dilakukan agar momentum ekspansi ekonomi

Iran Tak Hadiri Negosiasi Putaran Kedua dengan AS di Pakistan

Pemerintah Iran menegaskan belum mengirimkan perwakilan apa pun ke Pakistan untuk melanjutkan putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat. Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, IRIB, hingga Selasa (21/4/2026), tidak ada satu pun delegasi, baik utama maupun pendukung, yang berangkat ke Islamabad. Pernyataan ini sekaligus membantah berbagai spekulasi yang menyebutkan bahwa perwakilan Iran telah dijadwalkan hadir dalam pembicaraan lanjutan awal pekan ini.

Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Blokade Selat Hormuz Tetap Lanjut

Keputusan Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran memberikan ruang tambahan bagi proses negosiasi, namun belum mencerminkan penurunan tensi yang fundamental. Perpanjangan ini bersifat terbuka tanpa batas waktu yang jelas dan belum mendapat konfirmasi dari pihak Iran, sehingga menunjukkan bahwa kesepakatan yang lebih permanen masih jauh dari tercapai. Kondisi ini lebih tepat dipandang sebagai penundaan eskalasi, bukan penyelesaian konflik. Blokade

Perluas Penerimaan Pajak, Pemerintah Bakal Pungut PPN Jalan Tol

Pemerintah kembali membuka opsi pengenaan PPN atas jasa jalan tol sebagai bagian dari strategi memperluas basis pajak dalam Renstra 2025–2029. Langkah ini muncul di tengah tekanan fiskal yang meningkat, baik dari kebutuhan belanja, subsidi energi, hingga ketidakpastian global, sehingga pemerintah mencari sumber penerimaan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Strategi Diversifikasi Penerimaan Selain PPN tol, pemerintah juga mendorong instrumen lain seperti

Iran Mau Hadiri Negosiasi Putaran Kedua, Harga Minyak Turun

Harga minyak dunia terkoreksi setelah muncul indikasi Iran akan menghadiri negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat di Islamabad. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) turun hingga sekitar US$86 per barel, mencerminkan meredanya kekhawatiran gangguan pasokan jangka pendek. Sentimen ini menunjukkan pasar mulai pricing-in peluang de-eskalasi, meskipun masih sangat conditional terhadap hasil perundingan. Volatilitas Tinggi di Tengah Ketidakpastian Pergerakan minyak tetap fluktuatif karena

Pantau Negosiasi Kedua Iran-AS, Gencatan Senjata 2 Minggu Berakhir Rabu (22/4)

Gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai sejak 7 April dipastikan akan berakhir pada Rabu (22/4) waktu Washington. Presiden Donald Trump menegaskan kecil kemungkinan perpanjangan dilakukan, sehingga meningkatkan urgensi tercapainya kesepakatan dalam waktu yang sangat terbatas. Sikap ini mempersempit ruang negosiasi dan meningkatkan risiko kembali terjadinya eskalasi konflik jika tidak ada titik temu dalam waktu dekat.

Iran Bakal Kirim Delegasi ke Pakistan Untuk Negosiasi Putaran Kedua

Iran dilaporkan akan mengirim delegasi ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan negosiasi putaran kedua dengan Amerika Serikat. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf disebut akan hadir apabila Wakil Presiden AS JD Vance juga ikut serta dalam pertemuan tersebut. Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa jalur diplomasi kedua negara masih terbuka, meskipun ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda. Probabilitas Negosiasi vs Perdamaian Seiring rencana

MSCI Kembali Bekukan Rebalancing Saham Indonesia Untuk Periode Mei 2026, Ada Apa Lagi?

Lembaga indeks global MSCI kembali menangguhkan proses rebalancing saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Keputusan ini diambil di tengah evaluasi lanjutan atas implementasi kebijakan baru otoritas pasar, khususnya terkait aturan free float minimum 15%. Langkah ini memperpanjang ketidakpastian bagi pasar saham domestik, meskipun reformasi telah dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan daya tarik investasi asing. MSCI Masih Ragu Konsistensi Kebijakan Penundaan