IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Ini 3 Skenario Pergerakan IHSG di Juni 2026!

By Aurelia Tanu 52 mins ago Bisnis
Image source: AP/ inews.id
SHARE

[Medan | 2 Juni 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Mei 2026 di level 6.127,38 pada Jumat (29/5/2026). Sepanjang tahun berjalan, IHSG telah terkoreksi sekitar 29,14%, seiring masih derasnya arus keluar dana asing dari pasar saham domestik. Data perdagangan menunjukkan nilai jual bersih investor asing di seluruh pasar mencapai Rp45,45 triliun secara year-to-date.

Contents
Sentimen Global dan Domestik Masih Membayangi PasarPasar Soroti Implementasi Danantara dan Risiko KebijakanTiga Skenario IHSG di Juni 2026Tekanan Teknikal Masih BesarStrategi Investor di Tengah Volatilitas

Sentimen Global dan Domestik Masih Membayangi Pasar

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai pergerakan pasar saham Indonesia pada Juni 2026 masih akan dibayangi volatilitas tinggi. Menurutnya, pasar global masih sangat sensitif terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan imbal hasil US Treasury, serta dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Dari sisi domestik, perhatian investor tertuju pada stabilitas nilai tukar rupiah, arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia, hingga pergerakan arus dana asing terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan kebijakan pemerintah terkait Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA), dan program hilirisasi nasional.

Kinerja emiten pada kuartal II-2026 juga dinilai menjadi faktor penting untuk menentukan apakah penguatan pasar nantinya hanya bersifat technical rebound atau benar-benar mencerminkan perbaikan fundamental perusahaan.

Elandry menilai peluang technical rebound masih terbuka apabila arus modal asing mulai kembali masuk ke emerging market, termasuk Indonesia. Dengan kondisi tersebut, IHSG pada Juni diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan sideways hingga slightly bullish.

Pasar Soroti Implementasi Danantara dan Risiko Kebijakan

Secara terpisah, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, mengatakan sentimen utama pasar pada Juni 2026 akan dipengaruhi implementasi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), pergerakan rupiah, serta penyesuaian indeks FTSE Russell yang efektif berlaku pada 22 Juni 2026.

Menurut Liza, kebijakan ekspor satu pintu melalui DSI pada dasarnya memiliki tujuan yang positif bagi perekonomian nasional. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan transparansi ekspor, mengurangi praktik under invoicing, memperkuat posisi tawar Indonesia terhadap komoditas strategis, serta mendukung konsep resource sovereignty.

Namun demikian, pasar saat ini lebih menyoroti aspek implementasi dibanding tujuan kebijakannya. Kondisi pasar domestik masih cukup sensitif di tengah tekanan terhadap rupiah dan foreign outflow yang telah mencapai puluhan triliun rupiah hingga akhir Mei 2026.

Dalam situasi seperti ini, perubahan kebijakan yang menyentuh langsung mekanisme bisnis emiten berpotensi dipersepsikan sebagai tambahan policy risk. Kekhawatiran investor akan meningkat apabila DSI berkembang menjadi instrumen intervensi yang terlalu agresif, misalnya menjadi sole exporter, mengendalikan pricing komoditas, membatasi buyer tertentu, memperketat pengawasan pembayaran, hingga melakukan peninjauan ulang kontrak secara agresif.

Jika skenario tersebut terjadi, pasar berpotensi mempertanyakan transparansi mekanisme harga, kualitas tata kelola, potensi konflik kepentingan, hingga bertambahnya birokrasi yang dapat memperlambat pengambilan keputusan bisnis. Investor juga akan menilai kemampuan institusi dalam menjalankan aktivitas perdagangan dan pengelolaan risiko secara efisien.

Liza menekankan bahwa kebijakan ekspor satu pintu tidak otomatis menjadi kebijakan yang negatif. Dari sudut pandang pemerintah, langkah tersebut memiliki logika kuat untuk memperkuat cadangan devisa, meningkatkan transparansi ekspor, serta menutup potensi kebocoran ekonomi. Namun dari perspektif pasar modal, keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada kualitas implementasi, transparansi tata kelola, dan kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan investor.

Menurutnya, apabila DSI hanya berfungsi sebagai clearing house administratif dan monitoring devisa, pasar kemungkinan masih dapat beradaptasi. Akan tetapi, jika berkembang menjadi instrumen kontrol penuh terhadap pricing, buyer, pembayaran, dan kontrak perdagangan komoditas, maka investor global dapat mulai melihat Indonesia bergerak terlalu jauh ke arah resource nationalism.

Tiga Skenario IHSG di Juni 2026

Elandry memproyeksikan tiga skenario utama untuk pergerakan IHSG sepanjang Juni 2026.

Pada skenario optimistis, IHSG berpotensi bergerak menuju kisaran 7.450–7.550 apabila didukung arus masuk dana asing yang konsisten, stabilitas rupiah, serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga global.

Sementara itu, dalam skenario moderat, IHSG diperkirakan bergerak di area 7.150–7.350. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi bahwa volatilitas global masih tinggi, namun fundamental ekonomi domestik tetap cukup solid untuk menopang sentimen pasar.

Adapun dalam skenario pesimistis, IHSG berpotensi melemah menuju area 6.900–7.050 apabila tekanan eksternal meningkat, seperti penguatan dolar AS, berlanjutnya arus keluar dana asing, maupun meningkatnya tensi geopolitik global yang mengurangi minat investor terhadap aset berisiko.

Tekanan Teknikal Masih Besar

Liza menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam tren bearish yang cukup kuat dan mendekati level terendah tahun 2025 di area 5.882. Dalam kondisi seperti ini, indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) dinilai tidak selalu menjadi acuan utama karena pasar dapat bertahan cukup lama di area oversold tanpa menghasilkan pembalikan arah yang signifikan.

Secara teknikal, area 6.000 hingga 5.882 menjadi zona support penting bagi IHSG. Meski peluang rebound tetap terbuka, Liza menilai penguatan menuju area 7.000 pun masih tergolong bagian dari bearish channel jangka menengah.

Strategi Investor di Tengah Volatilitas

Di tengah kondisi pasar yang masih menantang, investor dinilai perlu lebih selektif dalam menentukan strategi investasi. Liza melihat saham-saham berkapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi dan valuasi yang relatif menarik masih berpotensi menjadi pilihan utama bagi investor asing maupun domestik. Meskipun begitu, disiplin dalam menerapkan manajemen risiko dan pengelolaan portofolio tetap menjadi faktor penting mengingat volatilitas pasar masih cukup tinggi.

Sementara itu, Elandry menilai investor saat ini cenderung fokus pada sektor-sektor defensif yang tetap memiliki earnings visibility yang baik. Beberapa sektor yang dinilai menarik untuk dicermati antara lain perbankan big caps, consumer, telekomunikasi, serta komoditas tertentu yang masih didukung harga global. Selain itu, saham-saham konglomerasi juga mulai menunjukkan pergerakan yang lebih aktif dan berpotensi kembali menjadi perhatian pasar dalam jangka pendek.

 

You Might Also Like

Rebalancing MSCI + Habis Libur 2 Hari + Closing Monthly/Weekly, IHSG Bakal Kemana?

Ada Rumor Pemerintah Mau Bentuk Badan Ekspor Komoditas, IHSG Langsung Anjlok 4% Lebih!

Negosiasi AS-Iran Masih Buntu, Ada Serangan Drone di UAE, Harga Minyak Kembali Naik!

MSCI Depak 18 Saham RI, Waspada Potensi Outflow!

GOTO Siap Buyback Saham Senilai Rp 3,5 Triliun

TAGGED: IHSG, ihsg juni 2026
Aurelia Tanu June 2, 2026 June 2, 2026
Previous Article Demi Negosiasi Damai dengan Iran, Trump Minta Israel Stop Serang Lebanon
Next Article Rilis Hari Ini (2/6): Inflasi Mei Diproyeksi Naik, Surplus Dagang Menyempit
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?