Jalur laut yang biasanya membawa 20% minyak dunia kini mengalami gangguan signifikan. AS melakukan blokade, Iran mengancam AS menggunakan selat hormuz, perundingan damai di Pakistan berakhir tanpa hasil. Kondisi ini harusnya menjadikan katalis harga minyak yang seharusnya naik tinggi. Tapi di kondisi sekarang tidak begitu, hal ini justru yang membuat menarik untuk dibahas dalam newsletter ini.
Terjadi lonjakan, namun lebih bersifat reaksi jangka pendek, bukan sebuah tren yang berkelanjutan. Setelah itu harga minyak kembali bergerak fluktuatiftanpa arah jelas. Wajar, karena minyak merupakan cerminan kondisi saat ini. Ketika pertumbuhan ekonomi mulai melambat, terutama dari China dan Eropa permintaan energi ikut turun. Akibatnya, meskipun geopolitik memanas, minyak tetap sulit untuk menguat secara konsisten.
Sementara semua orang fokus ke minyak dan emas, ada satu komoditas yang diam-diam naik lebih konsisten dari keduanya dalam setahun terakhir yakni Tembaga. Bukan karena perang, Bukan karena panik, Tapi karena ada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi di balik layar.
Kenapa tembaga? Jawabannya ada pada perspektif waktu. Minyak itu menggambarkan kondisi saat ini, sementara tembaga berbicara tentang masa depan. Harga minyak sangat bergantung pada permintaan jangka pendek, aktivitas industri, mobilitas, sampai pertumbuhan ekonomi global. Ketika pasar mulai melihat tanda-tanda perlambatan, terutama dari China dan Eropa, ekspektasi permintaan energi langsung diturunkan. Dalam kondisi seperti ini, bahkan sentimen geopolitik pun tidak cukup kuat untuk mendorong harga minyak naik secara berkelanjutan.
Sebaliknya, tembaga kini dipandang berbeda. Bukan sekadar indikator ekonomi hari ini, tapi juga cerminan kebutuhan masa depan. Permintaannya tidak lagi hanya datang dari siklus industri biasa, melainkan dari perubahan besar: elektrifikasi, kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga ekspansi data center. Dan yang menarik, kebutuhan ini tidak mudah ditunda bahkan di tengah ketidakpastian sekalipun.

Source: Tradingview.com
Dalam satu tahun terakhir, tembaga dan minyak menunjukkan pergerakan yang kontras. Tembaga naik secara konsisten dari pertengahan 2025 hingga 2026, membentuk tren higher high dengan kenaikan sekitar +21%, mencerminkan akumulasi yang stabil. Sebaliknya, minyak sempat melemah hingga -20% di 2025, lalu melonjak cepat sekitar +30% di awal 2026 sebelum kembali volatil. Perbedaan ini menunjukkan tembaga didorong ekspektasi jangka panjang, sementara minyak lebih reaktif terhadap sentimen jangka pendek.
Kemudian dari sisi stok tembaga di pasaran, adanya peningkatan permintaan tembaga oleh LME yang melakukan impor dari china. Stok ini meningkat cukup signifikan dibandingkan sebelumnya dapat mengindikasikan bahwa adanya persiapan “ancang-ancang” dari lembaga yang dimana biasanya melakukan transaksi dalam perdagangan logam dunia. Artinya LME sendiri sudah menyiapkan kemungkinan adanya kekurangan pasokan tembaga di pasaran, hal ini sejalan dengan outlook yang di sampaikan dalam riset JP Morgan dimana mereka memperkirakan dunia akan mengalami defisit tembaga sekitar 300 ribu ton di 2026.
Dari sisi produksi global ada hambatan produksi yang terjadi di beberapa negara penghasil tembaga seperti chile, Indonesia, dan afrika. Produksi yang tumbuh lambat ini mengakibatkan ketimpangan antara permintaan dan kebutuhan yang semakin meningkat. Sehingga harga di pasaran meningkat dan produksi semakin menipis. Katalis ini menjadi sinyal kuat tentang bagaimana komoditas tembaga akan mengalami penguatan di kemudian hari.
Menurut analis pergerakan harga tembaga saat ini bukan sekedar rally biasa yang didorong sentiment jangka pendek. Kenaikan yang terjadi terlihat lebih terstruktur, dengan kombinasi antara permintaan jangka panjang yang terus tumbuh dan keterbatasan supply yang semakin nyata. Dari kondisi seperti ini dapat dilihat bahwasanya tembaga memiliki fondasi yang kuat untuk dapat mempertahankan trend positifnya dalam periode yang cukup Panjang. Selama demand terus bertumbuh dan supply tetap terbatas, harga tembaga berpotensi bergerak dalam tren naik yang lebih stabil dan berkelanjutan. Hal ini menjadikan tembaga sebagai salah satu komoditas yang perlu diperhatikan.
Technical Analysis
- Amman Mineral Indonesia (AMMN)
Buy On Weakness

Entry : 5425-5300
TP 1 : 5675
TP 2 : 6025
TP 3 : 6300
SL < 5125
- Merdeka Gold Copper Tbk. (MDKA)
Buy On Weakness

Entry : 3300-3220
TP 1 : 3440
TP 2 : 3530
TP 3 : 3630
SL < 3100
Disclaimer
Laporan analisis ini diterbitkan oleh PT Fawz Finansial Indonesia dan disusun berdasarkan informasi, data, serta sumber yang dianggap dapat dipercaya pada saat laporan ini dibuat. Namun demikian, PT Fawz Finansial Indonesia tidak memberikan jaminan ataupun representasi, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, kelengkapan, ketepatan waktu, maupun keandalan dari informasi yang disajikan dalam laporan ini. Informasi, data, asumsi, maupun estimasi yang digunakan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu seiring dengan perubahan kondisi pasar, ekonomi, kebijakan pemerintah, maupun faktor lainnya yang relevan.
Seluruh opini, pandangan, estimasi, maupun proyeksi yang tercantum dalam laporan ini merupakan penilaian pada saat laporan disusun dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa kewajiban bagi PT Fawz Finansial Indonesia untuk memperbarui atau merevisi laporan ini. Pernyataan yang bersifat proyeksi atau forward-looking statement mengandung ketidakpastian serta berbagai asumsi yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara material dari yang diperkirakan.
Laporan ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai, serta tidak dapat ditafsirkan sebagai, penawaran, ajakan, rekomendasi, atau nasihat investasi untuk membeli, menjual, atau mempertahankan instrumen keuangan apa pun, termasuk namun tidak terbatas pada saham, obligasi, surat utang, derivatif, maupun instrumen pasar keuangan lainnya. Informasi yang terkandung dalam laporan ini tidak mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, maupun kebutuhan khusus dari setiap individu atau pihak tertentu.
PT Fawz Finansial Indonesia menyatakan bahwa tidak memiliki kepentingan finansial maupun hubungan afiliasi dengan emiten atau instrumen keuangan yang dibahas dalam laporan ini. Informasi dan analisa yang disampaikan disusun secara independen berdasarkan sumber yang dianggap dapat dipercaya.
Investasi pada instrumen keuangan mengandung berbagai risiko yang terkandung di dalamnya, termasuk tidak terbatas pada risiko pasar, risiko likuiditas, risiko kredit, risiko suku bunga, risiko nilai tukar, serta risiko ekonomi, politik, dan geopolitik yang dapat mempengaruhi nilai maupun kinerja investasi. Nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan, dan investor berpotensi kehilangan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan. Kinerja historis tidak mencerminkan dan tidak menjamin kinerja di masa yang akan datang.
Setiap keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi dalam laporan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca atau investor. Pembaca disarankan untuk melakukan analisis independen serta mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, dan profil risiko masing-masing sebelum melakukan keputusan investasi, termasuk apabila diperlukan dengan berkonsultasi kepada penasihat keuangan profesional.
Sejauh diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, PT Fawz Finansial Indonesia, termasuk direksi, komisaris, karyawan, analis, maupun pihak afiliasi lainnya, tidak bertanggung jawab atas segala kerugian langsung, tidak langsung, insidental, konsekuensial, maupun kerugian lainnya yang timbul sebagai akibat dari penggunaan atau ketergantungan terhadap informasi yang terdapat dalam laporan ini.
Seluruh isi laporan ini merupakan milik PT Fawz Finansial Indonesia dan dilindungi oleh ketentuan hak cipta yang berlaku. Tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari PT Fawz Finansial Indonesia, laporan ini tidak boleh direproduksi, didistribusikan, dipublikasikan, atau digunakan kembali, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk tujuan apa pun. Dengan menerima dan membaca laporan ini, pembaca dianggap telah memahami serta menyetujui seluruh ketentuan yang tercantum dalam disclaimer ini.
By Zikri Fawz Finansial Indonesia

