IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Istana Bantah Prabowo Bakal Reshuffle dan Ganti Menkeu Purbaya

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ mediaindonesia.com
SHARE

[Medan | 5 Juni 2026] Istana Kepresidenan membantah rumor yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat, termasuk isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah meningkatnya tekanan pasar keuangan domestik.

Contents
Istana Tegaskan Belum Ada Rencana ReshufflePemerintah Fokus Perkuat Koordinasi Stabilitas PasarRumor Pergantian Menkeu Picu Kekhawatiran PasarPasar Masih Sensitif terhadap Isu Kredibilitas KebijakanInvestor Menanti Langkah Stabilisasi Pemerintah

Istana Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan hingga saat ini Presiden Prabowo belum memiliki agenda untuk melakukan perombakan kabinet. 

Pernyataan tersebut sekaligus merespons rumor yang beredar di pasar mengenai kemungkinan pergantian Menteri Keuangan menyusul meningkatnya tekanan terhadap rupiah, pelemahan IHSG, serta memburuknya sentimen investor terhadap aset domestik.

Prasetyo juga membantah kabar yang menyebut Purbaya Yudhi Sadewa akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

Pemerintah Fokus Perkuat Koordinasi Stabilitas Pasar

Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, pemerintah menilai fokus utama saat ini adalah memperkuat koordinasi antarotoritas ekonomi dan keuangan guna menjaga stabilitas pasar.

Prasetyo mengatakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan koordinasi intensif di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk merespons tekanan terhadap pasar domestik.

“Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang keras, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS, serta penurunan IHSG sebesar 1,70% ke level 5.839 pada perdagangan Kamis.

Rumor Pergantian Menkeu Picu Kekhawatiran Pasar

Sebelumnya, rumor mengenai kemungkinan pergantian Menteri Keuangan sempat berkembang luas di kalangan pelaku pasar dan media sosial. Spekulasi tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia, revisi outlook negatif dari lembaga pemeringkat global, hingga ketidakpastian kebijakan domestik.

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara langsung membantah rumor tersebut dan menegaskan dirinya tidak memiliki rencana untuk mundur dari kabinet. Ia menegaskan kabar pengunduran dirinya hanya sebatas rumor yang berkembang di pasar.

Pasar Masih Sensitif terhadap Isu Kredibilitas Kebijakan

Munculnya rumor reshuffle dan pergantian Menteri Keuangan memperlihatkan bahwa pasar saat ini sangat sensitif terhadap isu kredibilitas kebijakan dan stabilitas institusi ekonomi pemerintah.

Dalam beberapa pekan terakhir, investor asing terus mencatatkan aksi jual besar di pasar saham dan obligasi Indonesia seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi, pelemahan rupiah, hingga tekanan eksternal global.

Kondisi tersebut diperburuk oleh revisi outlook Indonesia menjadi negatif oleh Fitch dan Moody’s, yang memicu spekulasi bahwa lembaga pemeringkat lain seperti S&P Global Ratings dapat mengambil langkah serupa.

Bagi pasar, stabilitas posisi Menteri Keuangan menjadi salah satu faktor penting karena berkaitan langsung dengan persepsi kredibilitas fiskal, koordinasi kebijakan ekonomi, serta kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tekanan global.

Investor Menanti Langkah Stabilisasi Pemerintah

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan lebih fokus mencermati langkah konkret pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah, mengelola persepsi risiko, serta memulihkan kepercayaan investor asing.

Selain isu domestik, pasar juga masih dibayangi tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS, harga minyak yang tinggi akibat konflik Timur Tengah, serta ekspektasi suku bunga tinggi AS yang bertahan lebih lama.

Dalam jangka pendek, keberhasilan pemerintah menjaga komunikasi kebijakan dan koordinasi antarotoritas diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah sentimen pasar keuangan Indonesia.

 

You Might Also Like

AS Siapkan Sanksi Untuk Presiden Kuba

Harga Minyak Dunia Stabil Usai Optimisme Negosiasi AS-Iran

Rupiah Sudah Tembus Rp 18.000, BI Tingkatkan Intervensi

DPR AS Voting Untuk Batasi Wewenang Trump Terhadap Iran

Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Kebijakan Satu Pintu DSI

TAGGED: menkeu, purbaya, reshuffle kabinet
Aurelia Tanu June 5, 2026 June 5, 2026
Previous Article IHSG Sudah Oversold, Tapi Katalis Masih Minim
Next Article Rupiah Sudah Tembus Rp 18.000, BI Tingkatkan Intervensi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?