IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Kembali Naik 7%

By Aurelia Tanu 4 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ getglobalgroup.com
SHARE

[Medan | 20 April 2026] Volatilitas pasar global kembali meningkat setelah Selat Hormuz dilaporkan kembali ditutup. Kondisi ini langsung mendorong lonjakan harga minyak dan memicu pergeseran sentimen pasar ke arah risk-off.

Berdasarkan data Reuters, pada awal perdagangan Asia:

  • Minyak Brent naik sekitar 7% ke US$96,85 per barel
  • Futures indeks S&P 500 turun sekitar 0,9%
  • Dolar AS menguat, sementara euro dan yen melemah

Penutupan Hormuz Picu Lonjakan Harga Energi

Penutupan jalur strategis ini kembali mengganggu distribusi energi global. Sebagai jalur utama bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia, setiap gangguan di Selat Hormuz langsung tercermin pada harga energi.

Kenaikan harga minyak kali ini juga dipicu oleh:

  • Penolakan Iran untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat
  • Eskalasi militer, termasuk penyitaan kapal kargo Iran oleh AS
  • Ancaman lanjutan dari Presiden Donald Trump terhadap infrastruktur Iran

Pasar Berbalik Arah Setelah Euforia Sementara

Sebelumnya, pasar sempat reli pada Jumat lalu setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz, memicu optimisme bahwa konflik akan segera mereda.

Namun, penutupan kembali hanya dalam waktu sekitar 12 jam membalikkan sentimen tersebut. Reli saham dan obligasi pun berisiko terkoreksi, seiring pasar mulai menilai bahwa optimisme sebelumnya terlalu prematur.

Dolar Menguat, Aset Risiko Tertekan

Penguatan dolar AS terjadi setelah sempat melemah dalam beberapa sesi sebelumnya. Pergeseran ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian.

Di sisi lain:

  • Saham global cenderung melemah
  • Obligasi berpotensi kembali mengalami tekanan (yield naik)
  • Mata uang non-dolar terdepresiasi

Implikasi: Volatilitas Tinggi Masih Berlanjut

Kondisi ini menegaskan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Selama konflik belum menunjukkan de-eskalasi yang nyata, volatilitas diperkirakan tetap tinggi.

Bagi pasar Indonesia, tekanan ini berpotensi:

  • Menahan penguatan IHSG
  • Menekan rupiah
  • Mendorong kenaikan yield obligasi

Terutama di tengah penantian arah kebijakan Bank Indonesia dalam RDG pekan ini.

 

You Might Also Like

AS Sita Kapal Kargo Iran di Teluk Oman, Konflik Berpotensi Memanas Kembali

Iran Tolak Lanjut Negosiasi dengan AS Selama Blokade Laut Berlaku

BI Diproyeksikan Tetap Tahan Suku Bunga di Pertemuan April

Selat Hormuz Buka Tutup, Ada Rapat BI Pekan Ini, IHSG Bakal Kemana?

Pemerintah AS Desak Produsen Minyak Untuk Tingkatkan Produksi

TAGGED: harga minyak, selat hormuz
Aurelia Tanu April 20, 2026 April 20, 2026
Previous Article Iran Tolak Lanjut Negosiasi dengan AS Selama Blokade Laut Berlaku
Next Article AS Sita Kapal Kargo Iran di Teluk Oman, Konflik Berpotensi Memanas Kembali
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?