IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

AS Sita Kapal Kargo Iran di Teluk Oman, Konflik Berpotensi Memanas Kembali

By Aurelia Tanu 4 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ pbs.org
SHARE

[Medan | 20 April 2026] Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah pasukan Marinir AS menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kapal bernama Touska tersebut berusaha menerobos blokade laut AS sebelum akhirnya dihentikan secara paksa oleh armada Angkatan Laut, termasuk kapal perang USS Spruance.

Intersepsi Kapal Picu Ketegangan Baru

Menurut pernyataan Trump, kapal tersebut dihadang setelah mengabaikan peringatan untuk berhenti. Pasukan AS kemudian melumpuhkan kapal dengan menyerang bagian mesin sebelum akhirnya mengambil alih kendali.

Di sisi lain, otoritas militer Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata. Komando militer Khatam al-Anbiya bahkan menyebut insiden ini sebagai “pembajakan bersenjata” dan berjanji akan melakukan pembalasan.

Selat Hormuz Kembali Ditutup

Eskalasi ini berdampak langsung pada jalur energi global. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup hingga blokade AS dicabut.

Iran juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan dianggap sebagai pihak yang bekerja sama dengan musuh, meningkatkan risiko konfrontasi lebih luas di kawasan.

Risiko Konflik Meluas

Insiden ini memperbesar kemungkinan eskalasi militer dalam waktu dekat, terutama karena:

  • Iran telah mengancam aksi balasan langsung
  • AS tetap mempertahankan blokade laut
  • Jalur diplomasi saat ini mengalami kebuntuan

Dengan kondisi tersebut, potensi konflik terbuka kembali meningkat, tidak hanya terbatas pada Iran dan AS, tetapi juga berisiko melibatkan aktor regional lainnya.

Dampak ke Pasar: Tekanan Risk-Off Menguat

Perkembangan ini memperkuat sentimen risk-off di pasar global:

  • Harga minyak berpotensi kembali melonjak
  • Aset safe haven seperti dolar AS menguat
  • Pasar saham cenderung tertekan
  • Yield obligasi naik seiring peningkatan premi risiko

Untuk pasar domestik, kondisi ini berpotensi:

  • Menahan penguatan IHSG
  • Menekan nilai tukar rupiah
  • Mendorong kenaikan yield SBN

Terutama di tengah ketidakpastian kebijakan Bank Indonesia dalam RDG pekan ini.

 

 

You Might Also Like

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Kembali Naik 7%

Iran Tolak Lanjut Negosiasi dengan AS Selama Blokade Laut Berlaku

BI Diproyeksikan Tetap Tahan Suku Bunga di Pertemuan April

Selat Hormuz Buka Tutup, Ada Rapat BI Pekan Ini, IHSG Bakal Kemana?

Pemerintah AS Desak Produsen Minyak Untuk Tingkatkan Produksi

TAGGED: negosiasi Iran-AS
Aurelia Tanu April 20, 2026 April 20, 2026
Previous Article Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Kembali Naik 7%
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?