[Medan | 23 April 2026] Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi pencopotan dua pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, yakni Luky Afirman dari posisi Direktur Jenderal Anggaran dan Febrio Kacaribu dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Keduanya kini digantikan oleh pelaksana harian (Plh) sambil menunggu penunjukan pejabat definitif.
Langkah ini menambah daftar kekosongan di level strategis, setelah sebelumnya Masyita Crystallin juga dicopot dari posisi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan. Pemerintah menargetkan pengisian posisi definitif akan diajukan ke Presiden pada awal hingga pertengahan Mei 2026.
Apa Artinya bagi Arah Kebijakan?
Pencopotan di tiga posisi kunci, anggaran, strategi fiskal, dan stabilitas sektor keuangan, bukan sekadar rotasi biasa. Ini mengindikasikan adanya evaluasi besar terhadap arah kebijakan fiskal di tengah tekanan eksternal yang meningkat, terutama dari lonjakan harga minyak dan pelemahan rupiah.
Direktorat Jenderal Anggaran berperan dalam pengelolaan belanja negara, sementara Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal menjadi otak perumusan kebijakan makro fiskal. Perubahan di dua pos ini biasanya berkaitan dengan penyesuaian strategi APBN, termasuk pengendalian defisit, subsidi energi, dan pembiayaan utang.
Dampak ke Market: Sentimen Jangka Pendek Negatif, Jangka Menengah Tergantung Arah Baru
Dalam jangka pendek, langkah ini berpotensi memicu ketidakpastian di pasar karena terjadi kekosongan di posisi strategis saat kondisi global sedang volatil. Investor cenderung melihat ini sebagai policy uncertainty, terutama terkait konsistensi pengelolaan fiskal.
Namun di sisi lain, jika perombakan ini bertujuan memperkuat kredibilitas kebijakan, misalnya menjaga defisit tetap terkendali di tengah tekanan harga minyak, maka dalam jangka menengah bisa menjadi sentimen positif.

