IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Kemenkeu Copot Dirjen Anggaran dan Dirjen Strategi Ekonomi & Fiskal, Ada Apa?

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ detik.com
SHARE

[Medan | 23 April 2026] Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi pencopotan dua pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, yakni Luky Afirman dari posisi Direktur Jenderal Anggaran dan Febrio Kacaribu dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Keduanya kini digantikan oleh pelaksana harian (Plh) sambil menunggu penunjukan pejabat definitif.

Langkah ini menambah daftar kekosongan di level strategis, setelah sebelumnya Masyita Crystallin juga dicopot dari posisi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan. Pemerintah menargetkan pengisian posisi definitif akan diajukan ke Presiden pada awal hingga pertengahan Mei 2026.

Apa Artinya bagi Arah Kebijakan?
Pencopotan di tiga posisi kunci, anggaran, strategi fiskal, dan stabilitas sektor keuangan, bukan sekadar rotasi biasa. Ini mengindikasikan adanya evaluasi besar terhadap arah kebijakan fiskal di tengah tekanan eksternal yang meningkat, terutama dari lonjakan harga minyak dan pelemahan rupiah.

Direktorat Jenderal Anggaran berperan dalam pengelolaan belanja negara, sementara Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal menjadi otak perumusan kebijakan makro fiskal. Perubahan di dua pos ini biasanya berkaitan dengan penyesuaian strategi APBN, termasuk pengendalian defisit, subsidi energi, dan pembiayaan utang.

Dampak ke Market: Sentimen Jangka Pendek Negatif, Jangka Menengah Tergantung Arah Baru
Dalam jangka pendek, langkah ini berpotensi memicu ketidakpastian di pasar karena terjadi kekosongan di posisi strategis saat kondisi global sedang volatil. Investor cenderung melihat ini sebagai policy uncertainty, terutama terkait konsistensi pengelolaan fiskal.

Namun di sisi lain, jika perombakan ini bertujuan memperkuat kredibilitas kebijakan, misalnya menjaga defisit tetap terkendali di tengah tekanan harga minyak, maka dalam jangka menengah bisa menjadi sentimen positif.

 

You Might Also Like

Gedung Putih Dukung Powell Pimpin The Fed Jika Pengganti Belum Resmi

AS-Iran Saling Rebut Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 100 per Barel

Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Wall Street Tembus Rekor Baru

RDG April: BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4.75%

Ini Daftar Gagasan Besar dari Calon Ketua The Fed Kevin Warsh

TAGGED: dirjen, Kemenkeu
Aurelia Tanu April 23, 2026 April 23, 2026
Previous Article Gedung Putih Dukung Powell Pimpin The Fed Jika Pengganti Belum Resmi
Next Article BEI Revisi Kriteria: Saham HSC Tak Bisa Masuk IDX30, LQ45 & IDX80
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?