[Medan | 27 April 2026] Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi mencapai level 10.000 pada tahun ini. Menurutnya, volatilitas yang terjadi saat ini lebih dipicu oleh tekanan global, sementara fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap solid dan mampu menjadi penopang utama penguatan pasar saham ke depan.
Fokus Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Purbaya menegaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah menjaga kondisi ekonomi tetap stabil, bukan mengintervensi pergerakan pasar saham. Ia menilai bahwa IHSG pada akhirnya akan mengikuti arah fundamental ekonomi, sehingga selama pertumbuhan dan stabilitas terjaga, ruang penguatan indeks masih terbuka lebar.
IHSG Tertekan, Jadi yang Terburuk di Asia
Di tengah optimisme tersebut, IHSG justru mencatat kinerja negatif pada perdagangan Jumat (24/4), dengan penurunan sebesar 3,38% ke level 7.129,49. Koreksi ini menjadikan IHSG sebagai indeks dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia pada hari itu, di tengah mayoritas bursa regional yang juga bergerak di zona merah.
Volatilitas Tinggi, Dipengaruhi Sentimen Global
Pergerakan IHSG yang fluktuatif tercermin dari rentang perdagangan yang cukup lebar, yakni antara 7.115 hingga 7.383, dengan nilai transaksi mencapai Rp24,33 triliun. Tekanan ini tidak terlepas dari sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan arus keluar dana asing yang masih membayangi pasar domestik.
Prospek: Jangka Pendek Tertekan, Jangka Menengah Tetap Positif
Dengan kondisi saat ini, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih cenderung volatil dan tertekan. Namun, dalam perspektif jangka menengah, optimisme tetap terjaga seiring keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang kuat akan mendorong pemulihan dan membuka peluang menuju level yang lebih tinggi.

