IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Naik Lagi di Tengah Ketidakpastian Iran-AS

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ reuters.com
SHARE

[Medan | 22 April 2026] Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatan selama dua hari terakhir, didorong oleh keputusan Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Minyak jenis WTI diperdagangkan di kisaran US$90 per barel setelah sempat melonjak hampir 10% dalam dua sesi sebelumnya, sementara Brent bertahan di bawah US$99 per barel.

Gencatan Senjata Diperpanjang, Tapi Risiko Tetap Tinggi
Meski ada penundaan eskalasi militer, pasar tetap dalam kondisi waspada karena negosiasi damai masih menemui kebuntuan. AS mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal terkait Iran, sehingga aliran minyak global belum sepenuhnya pulih. Ini menciptakan kondisi unik: risiko perang mereda sementara, tetapi gangguan suplai tetap berlangsung.

Selat Hormuz Jadi Kunci, Pasokan Masih Tertahan
Ketegangan di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menjaga harga minyak tetap tinggi. Jalur ini biasanya mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, namun kini aktivitas pelayaran nyaris terhenti akibat blokade dan ancaman militer. Iran bahkan menyatakan tidak akan membuka selat tersebut selama tekanan dari AS masih berlangsung.

Pasar Energi Masuk Fase Volatilitas Tinggi
Perkembangan yang cepat, mulai dari pembatalan negosiasi hingga pernyataan yang saling bertolak belakang, mendorong volatilitas minyak ke level tertinggi sejak pandemi. Lonjakan harga yang sempat menembus US$100 per barel mencerminkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap headline terkait konflik ini.

Dampak ke Market

Kenaikan harga minyak memperkuat tekanan inflasi global, yang pada akhirnya menahan ruang pelonggaran kebijakan moneter di berbagai negara. Bagi pasar keuangan, dolar AS cenderung tetap kuat sebagai safe haven, yield obligasi berisiko tertahan tinggi, aset berisiko, termasuk saham, menghadapi tekanan.

Untuk Indonesia, kondisi ini berpotensi menekan IHSG melalui kombinasi inflasi imported, pelemahan rupiah, dan potensi outflow asing. Meski tidak selalu memicu koreksi tajam, arah pasar cenderung sideways dan downside, terutama selama ketidakpastian geopolitik dan harga energi masih tinggi.

 

 

You Might Also Like

Ini Daftar Gagasan Besar dari Calon Ketua The Fed Kevin Warsh

BI Diperkirakan Masih Tahan Suku Bunga di Rapat Hari Ini

Iran Tak Hadiri Negosiasi Putaran Kedua dengan AS di Pakistan

Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Blokade Selat Hormuz Tetap Lanjut

Perluas Penerimaan Pajak, Pemerintah Bakal Pungut PPN Jalan Tol

TAGGED: harga minyak, harga minyak naik, perang iran-AS
Aurelia Tanu April 22, 2026 April 22, 2026
Previous Article BI Diperkirakan Masih Tahan Suku Bunga di Rapat Hari Ini
Next Article Ini Daftar Gagasan Besar dari Calon Ketua The Fed Kevin Warsh
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?