IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

AS-Iran Saling Serang Lagi, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 114 per Barel

By Aurelia Tanu 2 months ago Ekonomi
Image source: AP/ aljazeera.com
SHARE

[Medan | 5 Mei 2026] Harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak Brent ditutup naik sekitar 5,8% ke US$114,44 per barel, sementara WTI menguat 4,4% ke US$106,42 per barel. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan premi risiko geopolitik yang signifikan dalam waktu singkat.

Contents
Serangan di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran PasokanRisiko Disrupsi Pasokan Global MeningkatRespons OPEC+ dan Dinamika Produksi

Serangan di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan

Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta fasilitas energi di Uni Emirat Arab. Aksi ini terjadi di tengah upaya Donald Trump untuk membuka kembali jalur pelayaran menggunakan armada laut AS, yang justru memicu eskalasi lanjutan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan LNG global, sehingga gangguan sekecil apa pun langsung berdampak pada keseimbangan pasar energi dunia.

Risiko Disrupsi Pasokan Global Meningkat

Serangan terhadap kapal dagang, termasuk milik Korea Selatan dan UEA, mempertegas risiko gangguan distribusi energi global. Militer Amerika Serikat dilaporkan merespons dengan menghancurkan aset militer Iran serta mencegat rudal dan drone.

Analis memperkirakan harga minyak akan tetap berada di atas US$100 per barel, bahkan berpotensi mendorong harga bensin AS ke US$5 per galon apabila tidak ada kesepakatan pembukaan kembali jalur pelayaran.

Respons OPEC+ dan Dinamika Produksi

Di tengah ketegangan, kelompok OPEC+ tetap berencana menaikkan produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Juni, meskipun langkah ini dinilai lebih bersifat simbolis dibandingkan dampak gangguan pasokan akibat konflik.

 

You Might Also Like

AS Siapkan Sanksi Untuk Presiden Kuba

Harga Minyak Dunia Stabil Usai Optimisme Negosiasi AS-Iran

Rupiah Sudah Tembus Rp 18.000, BI Tingkatkan Intervensi

Istana Bantah Prabowo Bakal Reshuffle dan Ganti Menkeu Purbaya

DPR AS Voting Untuk Batasi Wewenang Trump Terhadap Iran

TAGGED: harga minyak, Iran-AS, selat hormuz
Aurelia Tanu May 5, 2026 May 5, 2026
Previous Article Inflasi Turun, Neraca Dagang Surplus, Apa Artinya Untuk Ekonomi Indonesia?
Next Article Timur Tengah Kembali Panas, Emas Anjlok dan Yield Obligasi AS Naik
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?