IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

AS-Iran Saling Rebut Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 100 per Barel

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ cnbcindonesia.com
SHARE

[Medan | 23 April 2026] Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (22/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran dalam perebutan kendali Selat Hormuz. Minyak Brent ditutup mendekati US$102 per barel, sementara WTI bertahan di kisaran US$93 setelah mencatat kenaikan lebih dari 10% dalam tiga sesi terakhir.

Gencatan Senjata Diperpanjang, Tapi Konflik Belum Reda
Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, namun langkah ini tidak diikuti de-eskalasi nyata di lapangan. Iran tetap menolak kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat, sementara blokade laut oleh AS masih berlanjut. Kondisi ini menciptakan situasi “no war, no peace” yang justru memperpanjang ketidakpastian pasar.

Gangguan Pasokan Global Semakin Nyata 

Penutupan hampir total Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia, telah mengganggu distribusi energi global secara signifikan. Pasar kini sangat bergantung pada suplai dari AS untuk menutup kekurangan pasokan dari Timur Tengah, yang tercermin dari lonjakan ekspor energi AS ke level tertinggi.

Dampak ke Market: Inflasi Naik, Risk Asset Tertahan
Kenaikan harga minyak di atas US$100 memperbesar tekanan inflasi global dan berpotensi menahan ruang penurunan suku bunga bank sentral. Bagi pasar keuangan, kondisi ini menjadi negatif karena: (1) meningkatkan ekspektasi suku bunga tetap tinggi lebih lama, (2) menekan margin korporasi akibat biaya energi, dan (3) mengurangi risk appetite investor.

Untuk Indonesia, implikasinya lebih berat: tekanan pada rupiah berpotensi berlanjut, yield obligasi cenderung naik, dan IHSG menghadapi kombinasi sentimen negatif dari sisi inflasi serta capital outflow. Dengan demikian, meskipun global sempat risk-on, lonjakan minyak ini berpotensi membalikkan sentimen menjadi lebih defensif dalam jangka pendek.

 

You Might Also Like

Kemenkeu Copot Dirjen Anggaran dan Dirjen Strategi Ekonomi & Fiskal, Ada Apa?

Gedung Putih Dukung Powell Pimpin The Fed Jika Pengganti Belum Resmi

Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Wall Street Tembus Rekor Baru

RDG April: BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4.75%

Ini Daftar Gagasan Besar dari Calon Ketua The Fed Kevin Warsh

TAGGED: harga minyak dunia, harga minyak naik, selat hormuz
Aurelia Tanu April 23, 2026 April 23, 2026
Previous Article Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Wall Street Tembus Rekor Baru
Next Article Gedung Putih Dukung Powell Pimpin The Fed Jika Pengganti Belum Resmi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?