[Medan | 27 April 2026] Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas bergerak menguat pada perdagangan Senin (27/4), bahkan sejumlah indeks seperti Nikkei 225 dan Kospi berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru. Kenaikan ini terjadi meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung, menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai mengabaikan sementara risiko tersebut.
Harga Minyak Tetap Tinggi, Negosiasi Masih Buntu
Sentimen pasar tetap relatif terjaga walaupun upaya negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengalami kebuntuan. Di sisi lain, harga minyak dunia justru kembali meningkat lebih dari 2% akibat gangguan di Selat Hormuz yang masih berlanjut, sehingga menjaga premi risiko di pasar energi tetap tinggi.
IHSG Masih Tertekan oleh Faktor Domestik
Berbanding terbalik dengan penguatan Asia, Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada pekan 27–30 April 2026. Tekanan ini muncul setelah IHSG terkoreksi tajam lebih dari 6% dalam sepekan terakhir, dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik.
Outflow Asing dan Rupiah Jadi Beban Utama
Arus keluar dana asing yang mencapai sekitar Rp42,8 triliun sejak awal tahun menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar saham domestik. Selain itu, pelemahan rupiah yang menembus level Rp17.300 per dolar AS turut memperburuk sentimen, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi motor penggerak indeks.
Tekanan Global dan Kebijakan Domestik Perkuat Sentimen Risk-Off
Ketidakpastian terkait konflik Iran–AS serta kenaikan harga energi global mendorong investor beralih ke aset safe haven. Dari dalam negeri, kenaikan harga BBM non-subsidi dan sikap Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga di level 4,75% menegaskan fokus pada stabilitas, namun belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan pasar saham.
Peluang Rebound Terbatas, IHSG Masih Rentan
Secara teknikal, IHSG mulai memasuki area jenuh jual (oversold) sehingga membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek. Namun, selama tekanan eksternal dan domestik belum mereda, kenaikan diperkirakan terbatas dan pergerakan indeks masih cenderung berada dalam tren sideways hingga bearish.

