[Medan | 15 April 2026] Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran berada di ambang penyelesaian. Pernyataan tersebut memicu optimisme pasar, meskipun volatilitas masih membayangi akibat ketidakpastian proses negosiasi.
Trump: Konflik “Hampir Berakhir”
Dalam wawancara dengan Fox Business, Trump menyebut perang dengan Iran “very close to over” atau hampir selesai. Ia menilai posisi Iran sudah melemah dan kemungkinan besar akan memilih jalur diplomasi.
Trump juga mengindikasikan bahwa putaran kedua negosiasi dapat berlangsung dalam waktu dekat, bahkan dalam beberapa hari ke depan, dengan opsi lokasi kembali di Islamabad, Pakistan.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait kelanjutan pembicaraan tersebut.
Blokade Hormuz Masih Berjalan
Meski membuka ruang negosiasi, AS tetap melanjutkan tekanan dengan memblokade jalur pelayaran Iran. Langkah ini dilakukan untuk memaksa Teheran membuka kembali akses di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20% perdagangan minyak global.
Di sisi lain, beberapa sekutu AS dilaporkan belum sepenuhnya mendukung langkah blokade tersebut, mencerminkan masih adanya perbedaan kepentingan dalam merespons konflik.
IHSG Terkoreksi, Asing Catat Net Sell
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah 0,68% ke level 7.623,59, mengakhiri reli lima hari berturut-turut.
Tekanan pasar terutama berasal dari aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp1,16 triliun di seluruh pasar.
Saham dengan aksi jual terbesar didominasi sektor perbankan, seperti:
- BBRI: Rp706,6 miliar
- BBCA: Rp263,8 miliar
- BUMI: Rp193,6 miliar
Sementara itu, beberapa saham yang masih mencatat net buy antara lain:
- ASII: Rp199,4 miliar
- CUAN: Rp109,1 miliar
- MDKA: Rp67,5 miliar
Sentimen Global vs Profit Taking
Secara fundamental, pernyataan Trump seharusnya menjadi sentimen positif karena mengarah pada de-eskalasi konflik dan potensi penurunan harga minyak.
Namun, pasar domestik cenderung mengalami profit taking setelah reli signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini terlihat dari pola teknikal bearish pin yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya.
Dengan kata lain, koreksi IHSG saat ini lebih bersifat teknikal dibanding perubahan fundamental.
Strategi: Tunggu Momentum Buy Back
Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan berpotensi menguat terbatas. Pendekatan terbaik saat ini adalah menunggu momentum koreksi untuk melakukan buy back, khususnya pada saham-saham yang telah mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir.
Waspadai Risiko MSCI & Sektor Konglomerasi
Selain sentimen global, investor juga perlu mencermati potensi risiko dari pengumuman MSCI pada Mei mendatang.
Saham-saham dalam kelompok konglomerasi, khususnya grup Prajogo Pangestu, berpotensi mengalami volatilitas menjelang pengumuman tersebut. Risiko percepatan jadwal seperti yang terjadi pada periode sebelumnya juga perlu diantisipasi.

