[Medan | 6 Mei 2026] Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menyediakan fasilitas kredit berbunga rendah bagi industri tekstil, alas kaki, dan manufaktur lainnya guna mendukung peremajaan mesin. Program ini akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dengan sasaran utama perusahaan yang membutuhkan modernisasi kapasitas produksi. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mengidentifikasi sektor dan pelaku usaha yang paling membutuhkan dukungan tersebut.
Dorongan Ekspansi Sektor Swasta
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong peran sektor swasta, yang saat ini berkontribusi sekitar 90% terhadap aktivitas ekonomi nasional. Purbaya menegaskan bahwa strategi pertumbuhan ke depan akan lebih bertumpu pada ekspansi dunia usaha, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Insentif pembiayaan diharapkan mampu meningkatkan investasi, khususnya pada sektor padat karya yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap penyerapan tenaga kerja.
Likuiditas Longgar dan Prospek Kredit
Dari sisi moneter, pemerintah melihat kondisi likuiditas masih mendukung, tercermin dari pertumbuhan uang primer (base money) yang mencapai sekitar 18% pada April 2026. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan kredit diproyeksikan meningkat secara bertahap menuju kisaran 15%, didukung potensi penurunan suku bunga ke depan. Kombinasi ini diharapkan memperkuat momentum ekspansi sektor riil.

