IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

BI Akan Batasi Pembelian Dolar AS Jadi US$ 25.000

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
SHARE

[Medan | 6 Mei 2026] Bank Indonesia resmi memperketat pembelian dolar AS di dalam negeri dengan menurunkan batas transaksi tanpa underlying menjadi US$25.000 per bulan, dari sebelumnya US$100.000 yang sempat dipangkas ke US$50.000. Gubernur Perry Warjiyo menegaskan bahwa setiap pembelian di atas batas tersebut wajib disertai dokumen pendukung, seperti kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri, atau transaksi bisnis lainnya. Kebijakan ini bertujuan memastikan permintaan valas berasal dari aktivitas ekonomi riil, bukan spekulasi.

Contents
Tekanan Rupiah dan Faktor GlobalMenjaga Likuiditas dan Stabilitas Sistem KeuanganAnalisa Dampak ke Pasar

Tekanan Rupiah dan Faktor Global

Langkah ini diambil di tengah pelemahan rupiah yang tercatat berada di kisaran Rp17.424 per dolar AS di pasar spot dan Rp17.425 pada kurs JISDOR, seiring penguatan dolar global, lonjakan harga minyak, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini mendorong peningkatan permintaan valas domestik yang berpotensi mempercepat depresiasi rupiah jika tidak dikendalikan.

Menjaga Likuiditas dan Stabilitas Sistem Keuangan

Dengan pembatasan ini, BI berupaya menjaga keseimbangan likuiditas dolar di dalam negeri agar tetap tersedia untuk sektor produktif. Selain itu, kebijakan ini menjadi bagian dari bauran stabilisasi yang lebih luas, termasuk intervensi di pasar spot dan DNDF, pembelian SBN sebesar Rp123,1 triliun secara year-to-date, serta penarikan aliran modal asing melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Analisa Dampak ke Pasar

Secara makro, kebijakan ini mencerminkan langkah defensif BI dalam meredam tekanan eksternal dan menjaga stabilitas rupiah jangka pendek. Dampaknya, volatilitas nilai tukar berpotensi lebih terkendali, meskipun tren pelemahan belum sepenuhnya berbalik selama faktor global, seperti suku bunga tinggi di AS dan harga minyak, masih dominan. Di pasar keuangan, stabilisasi rupiah dapat membantu menahan kenaikan yield obligasi domestik, terutama pada tenor pendek hingga menengah, sementara pasar saham cenderung bergerak lebih stabil meski tetap dibayangi sentimen global.

Image source: AP/ ekbis.sindonews.com

You Might Also Like

Purbaya Janjikan Bunga Kredit Rendah Untuk Industri Tekstil Sepatu

Baru Sehari, Trump Stop Project Freedom Kawal Kapal di Selat Hormuz

Gencatan Senjata Iran-AS Berlanjut, Harga Minyak Kembali Turun

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61%, Berkat MBG?

The Fed Williams Sebut Suku Bunga Perlu Diturunkan di Masa Depan

Aurelia Tanu May 6, 2026 May 6, 2026
Previous Article Purbaya Janjikan Bunga Kredit Rendah Untuk Industri Tekstil Sepatu
Next Article Danantara Miliki Kurang dari 1% Saham GOTO
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?