IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Mau Perusahaan Teknologi Besar Bangun Pembangkit Listrik Sendiri

By Aurelia Tanu 4 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ eenews.net
SHARE

[Medan | 26 Februari 2026] Presiden Donald Trump dijadwalkan mengumpulkan para eksekutif perusahaan teknologi besar di White House pada awal Maret untuk menandatangani komitmen publik agar perusahaan mereka menanggung sendiri kebutuhan listrik pusat data yang semakin boros energi.

Contents
Strategi Politik Menjelang Pemilu Paruh WaktuKekhawatiran Publik atas Dampak Data CenterRespons Industri TeknologiKritik terhadap Efektivitas KebijakanImplikasi Lebih Luas

Sejumlah perusahaan teknologi utama, termasuk Amazon, Meta Platforms, Microsoft, dan Alphabet, disebut akan menghadiri pertemuan tersebut. Undangan juga mencakup xAI, Oracle, serta OpenAI.

Meski komitmen ini tidak bersifat mengikat secara hukum, pemerintahan Trump menilai deklarasi terbuka dapat menciptakan akuntabilitas sekaligus meredakan kekhawatiran publik bahwa ekspansi data center untuk kecerdasan buatan akan mendorong kenaikan tarif listrik dan menimbulkan dampak lingkungan.

Strategi Politik Menjelang Pemilu Paruh Waktu

Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya sensitivitas politik terhadap lonjakan harga listrik menjelang pemilu paruh waktu November. Pemerintah berupaya menegaskan bahwa pertumbuhan infrastruktur AI tidak akan dibebankan kepada konsumen rumah tangga.

Pemerintahan Trump menegaskan perusahaan teknologi besar akan diminta membangun, menyediakan, atau mengamankan pasokan listrik sendiri untuk pusat data baru, termasuk melalui pembangunan pembangkit listrik internal. Langkah ini diklaim sejalan dengan agenda mempertahankan dominasi AI Amerika Serikat, sembari menahan tekanan biaya energi bagi masyarakat.

Kekhawatiran Publik atas Dampak Data Center

Pertumbuhan pusat data skala besar memicu resistensi publik yang kian luas. Masyarakat khawatir mereka akan menanggung kenaikan biaya listrik akibat melonjaknya permintaan energi, di samping isu penggunaan air, lahan, serta ketergantungan pada generator diesel sebagai sumber listrik cadangan.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh fakta bahwa biaya listrik nasional justru terus meningkat, meski Trump sebelumnya berjanji memangkas tarif listrik secara signifikan. Lonjakan permintaan dari data center, sektor industri, serta elektrifikasi rumah tangga dan transportasi telah mendorong harga listrik ritel ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Survei menunjukkan mayoritas pemilih menempatkan biaya utilitas sebagai isu utama dalam menilai pembangunan data center, mencerminkan potensi tekanan politik terhadap pemerintah jika lonjakan permintaan energi tidak dikelola dengan baik.

Respons Industri Teknologi

Pelaku industri teknologi menilai kewajiban menanggung biaya listrik sebagai langkah yang realistis. Sejumlah perusahaan menyatakan kesediaan membayar lebih mahal demi memastikan pasokan energi yang stabil bagi pusat data AI mereka.

Pandangan ini menegaskan bahwa bagi raksasa teknologi, ketersediaan daya menjadi bagian integral dari investasi infrastruktur komputasi, bukan sekadar biaya tambahan.

Kritik terhadap Efektivitas Kebijakan

Namun, kritik juga bermunculan. Sejumlah pengamat menilai komitmen sukarela tanpa dasar hukum berisiko tidak efektif dalam menahan kenaikan tarif listrik jangka panjang. Kritik lain diarahkan pada kebijakan energi pemerintah yang dinilai membatasi ekspansi sumber energi baru, termasuk pencabutan subsidi energi terbarukan dan penundaan proyek angin lepas pantai.

Sebagai langkah tambahan, pemerintahan Trump juga mendorong operator jaringan listrik terbesar di AS untuk membuka lelang darurat guna memungkinkan perusahaan teknologi mengamankan kontrak pasokan listrik jangka panjang.

Implikasi Lebih Luas

Dorongan agar perusahaan teknologi membangun pembangkit listrik sendiri menandai perubahan pendekatan kebijakan energi di era ledakan AI. Di satu sisi, langkah ini berpotensi melindungi konsumen dari kenaikan tarif. Di sisi lain, kebijakan tersebut membuka perdebatan baru soal tata kelola energi, keberlanjutan lingkungan, dan peran negara dalam mengatur ekspansi infrastruktur digital berskala besar.

 

You Might Also Like

Mantan Gubernur BOJ Kuroda Serukan Kenaikan Suku Bunga dan Pengetatan Fiskal

Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Ancam Posisi China?

Kekhawatiran Fiskal Meningkat, Minat Lelang Sukuk Turun

Perang Dagang Memanas, China Batasi Ekspor Perusahaan Jepang

Fitch Tetapkan Peringkat BBB Untuk Global Bond Indonesia

TAGGED: pembangkit listrik, trump perusahaan teknologi
Aurelia Tanu February 26, 2026 February 26, 2026
Previous Article Mantan Gubernur BOJ Kuroda Serukan Kenaikan Suku Bunga dan Pengetatan Fiskal
Next Article PTRO Akuisisi 2 Perusahaan Jasa Kepelabuhan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?