[Medan | 18 Mei 2026] Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang mencakup perdagangan, energi, kecerdasan buatan, hingga isu geopolitik global. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menstabilkan hubungan dua ekonomi terbesar dunia di tengah ketegangan dagang dan konflik di Timur Tengah.
China Sepakat Membeli 200 Pesawat Boeing
China berkomitmen membeli 200 unit pesawat dari Boeing. Kesepakatan ini dipandang sebagai kemenangan besar bagi Trump karena berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja di Amerika Serikat serta memperbaiki prospek bisnis Boeing.
China Akan Membeli Minyak dan Kedelai AS
Selain pesawat, China juga menyatakan minat untuk meningkatkan impor minyak mentah dan kedelai dari Amerika Serikat. Komitmen ini penting karena China merupakan salah satu konsumen energi terbesar dunia dan importir kedelai terbesar untuk kebutuhan pakan ternak dan industri makanan.
Bagi AS, peningkatan ekspor minyak dan kedelai akan mendukung sektor energi dan pertanian, terutama bagi para petani di Midwest yang selama ini sangat bergantung pada pasar China.
China Siap Bantu Stabilkan Selat Hormuz
Xi Jinping disebut menawarkan bantuan untuk mendukung pembukaan kembali Strait of Hormuz yang terganggu akibat konflik Iran.
Trump juga menyatakan bahwa China berjanji tidak akan mengirim peralatan militer ke Iran. Komitmen ini penting karena China merupakan mitra dagang utama Iran dan pembeli besar minyaknya.
Xi Beri Peringatan Tegas Soal Taiwan
Xi menegaskan bahwa isu Taiwan tetap menjadi garis merah bagi Beijing. Menurut Xi, kesalahan langkah AS dalam menangani Taiwan dapat memicu konflik langsung antara kedua negara.
AS dan China Bahas Protokol Keamanan AI
Kedua negara sepakat memulai pembahasan mengenai guardrails atau protokol keamanan untuk penggunaan kecerdasan buatan (AI). Tujuannya adalah memastikan teknologi AI tidak disalahgunakan dan tetap berada dalam kerangka yang aman.
Forum Perdagangan dan Investasi Baru
Washington dan Beijing berencana membentuk Dewan Perdagangan dan Dewan Investasi sebagai forum permanen untuk memperdalam kerja sama ekonomi, menyelesaikan hambatan dagang, dan mempercepat investasi bilateral.
Xi Diundang ke Gedung Putih
Trump secara resmi mengundang Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke White House pada 24 September 2026.
Selain isu bilateral, kedua pemimpin juga membahas perang di Timur Tengah, konflik Ukraina, dan situasi di Semenanjung Korea.

