IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Turun Usai Trump Tunda Serangan ke Iran

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ offshoresupply.co.uk
SHARE

[Medan | 19 Mei 2026] Harga minyak dunia bergerak turun tajam pada perdagangan Asia Selasa (19/5/2026) setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan militer terhadap Iran. Keputusan tersebut memberi harapan bahwa jalur diplomasi masih terbuka dan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah untuk sementara mereda.

Contents
Trump Beri Waktu untuk NegosiasiSelat Hormuz Tetap Menjadi Risiko UtamaIran dan Pakistan Menjadi Jalur DiplomasiAS Perpanjang Kelonggaran Sanksi Minyak RusiaPersediaan Minyak Global Semakin MenipisAnalisis Pasar

Kontrak Brent Crude pengiriman Juli turun US$3,01 atau 2,7% ke US$109,09 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juni melemah US$1,38 atau 1,3% ke US$107,28 per barel. Kontrak WTI Juli yang lebih aktif diperdagangkan juga turun 2% ke US$102,32 per barel.

Trump Beri Waktu untuk Negosiasi

Trump menyatakan bahwa terdapat “peluang sangat besar” bagi Washington dan Teheran untuk mencapai kesepakatan yang dapat mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan tersebut menurunkan kekhawatiran pasar bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan serangan langsung terhadap Iran.

Penundaan aksi militer ini menjadi katalis utama koreksi harga minyak setelah sebelumnya pasar memperhitungkan skenario gangguan pasokan global yang lebih besar.

Selat Hormuz Tetap Menjadi Risiko Utama

Meski harga minyak terkoreksi, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Pasar tetap memantau situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Analis KCM Trade Tim Waterer menilai bahwa pasar masih menunggu apakah pernyataan Trump benar-benar akan menghasilkan deeskalasi atau hanya jeda sementara sebelum ketegangan kembali meningkat.

Selama akses pengiriman minyak melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya normal, harga minyak berpotensi tetap bergerak volatil.

Iran dan Pakistan Menjadi Jalur Diplomasi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa posisi terbaru Teheran telah disampaikan kepada AS melalui Pakistan.

Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa Washington disebut bersedia mempertimbangkan pelonggaran sanksi ekspor minyak selama proses negosiasi berlangsung. Namun, laporan tersebut dibantah oleh pejabat AS.

AS Perpanjang Kelonggaran Sanksi Minyak Rusia

Sentimen tambahan datang dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang memperpanjang izin pengecualian sanksi selama 30 hari bagi negara-negara tertentu agar tetap dapat membeli minyak dari Rusia.

Kebijakan ini membantu meredakan kekhawatiran pasar mengenai kekurangan pasokan global dalam jangka pendek.

Persediaan Minyak Global Semakin Menipis

Dari sisi fundamental, U.S. Department of Energy melaporkan cadangan minyak strategis AS turun 9,9 juta barel menjadi sekitar 374 juta barel, level terendah sejak Juli 2024.

Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, menyebut persediaan minyak komersial global terus menyusut akibat konflik dan gangguan distribusi.

Analisis Pasar

Koreksi harga minyak menunjukkan bahwa pasar merespons positif setiap sinyal deeskalasi geopolitik. Namun, level Brent yang masih berada di atas US$109 per barel menandakan premi risiko geopolitik tetap tinggi.

Selama konflik belum benar-benar berakhir dan Selat Hormuz belum beroperasi normal, harga minyak diperkirakan tetap berada pada level elevated dan sangat sensitif terhadap perkembangan diplomatik maupun militer.

 

You Might Also Like

Purbaya Pastikan Ekonomi Saat Ini Berbeda dengan Krisis Moneter 1998

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Anggota DPR Minta Bos BI Mundur

Trump Bakal Lantik Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed Baru pada Jumat

Rupiah Terus Melemah, BI Harus Naikkan Suku Bunga di RDG Besok?

Senat AS Sahkan Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed, Tunggu Pelantikan

TAGGED: harga minyak dunia, perang iran-AS, Serangan AS Iran
Aurelia Tanu May 19, 2026 May 19, 2026
Previous Article Rupiah Terus Melemah, BI Harus Naikkan Suku Bunga di RDG Besok?
Next Article Trump Bakal Lantik Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed Baru pada Jumat
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?