IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Wall Street Terkoreksi Akibat Harga Minyak Naik, Bursa Asia Bakal Terdampak?

By Aurelia Tanu 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ topbusiness.id
SHARE

[Medan | 29 April 2026] Bursa saham Asia diperkirakan bergerak melemah pada pembukaan perdagangan, mengikuti koreksi di pasar saham Amerika Serikat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 terkoreksi dari level tertingginya, dipicu aksi jual pada saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor. Sentimen negatif muncul setelah OpenAI dilaporkan tidak mencapai target pertumbuhan pengguna dan penjualan, memunculkan kekhawatiran bahwa belanja besar pada infrastruktur kecerdasan buatan mulai menghadapi tantangan dari sisi monetisasi.

Lonjakan Harga Minyak Tekan Ekspektasi Suku Bunga
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah dan gangguan distribusi di Selat Hormuz semakin memperburuk sentimen pasar. Harga energi yang tinggi meningkatkan tekanan inflasi global, mendorong kenaikan imbal hasil obligasi serta memperkuat dolar AS. Kondisi ini membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve kembali tertunda, sehingga menjadi faktor negatif bagi aset berisiko, terutama saham berbasis pertumbuhan.

Bursa Asia dan IHSG Berpotensi Melemah Terbatas
Sejalan dengan tekanan global tersebut, bursa Asia diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, meskipun sebagian pasar masih ditopang faktor domestik. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak sideways dengan bias negatif, berada di kisaran support 6.900–7.000 dan resistance 7.100–7.200. Tekanan utama berasal dari arus keluar dana asing, penguatan dolar AS, serta kenaikan yield global. Dengan kombinasi sentimen tersebut, pergerakan pasar dalam jangka pendek cenderung defensif, dengan potensi rebound yang masih terbatas selama tekanan eksternal belum mereda.

 

You Might Also Like

B50 Berlaku Mulai Juli 2026, Emiten Sawit Siap Ngegas?

Bursa Asia Menguat hingga Cetak Rekor Baru Hari ini, IHSG Bakal Ikutan?

BEI Revisi Kriteria: Saham HSC Tak Bisa Masuk IDX30, LQ45 & IDX80

MSCI Kembali Bekukan Rebalancing Saham Indonesia Untuk Periode Mei 2026, Ada Apa Lagi?

Wall Street Hampir Capai Rekor Tertinggi, Bursa Asia Siap Mengekor?

TAGGED: bursa asia, IHSG
Aurelia Tanu April 29, 2026 April 29, 2026
Previous Article Negosiasi Iran-AS Masih Alot, Ditambah UEA Keluar dari OPEC, Harga Minyak Tembus US$ 110 per Barel!
Next Article Sesuai Ekspetasi, BOJ Tahan Suku Bunga di Level 0,75%
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?