[Medan | 14 April 2026] Emiten petrokimia milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Tbk (TPIA), mencatat lonjakan kinerja signifikan dengan membalikkan posisi rugi menjadi laba besar sepanjang 2025 dan berlanjut kuat pada awal 2026.
Perseroan membukukan laba bersih Rp18,22 triliun, berbalik dari rugi Rp1,1 triliun pada tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan eksplosif lebih dari 1.700% secara tahunan.
Pendapatan Melonjak, Energi Jadi Motor Utama
Kinerja positif tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan yang mencapai US$7,02 miliar, naik 293,2% yoy. Segmen energi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan ekstrem hingga lebih dari 31.000% yoy menjadi US$3,66 miliar.
Sementara itu, segmen kimia tetap solid dengan pertumbuhan 92,1% yoy menjadi US$3,24 miliar, diikuti segmen infrastruktur yang naik 35,4%.
Perubahan komposisi ini menunjukkan pergeseran model bisnis TPIA dari dominasi petrokimia menuju platform energi dan kimia terintegrasi.
Laba Kuartal I-2026 Cetak Rekor Tertinggi
Memasuki 2026, momentum kinerja tetap terjaga. Pada kuartal I-2026, perseroan mencatat EBITDA sebesar US$421 juta dan laba bersih US$205 juta, menjadi kinerja kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Manajemen menyebut capaian ini ditopang oleh optimalisasi operasional kilang serta strategi pengadaan bahan baku yang lebih efisien.
Ekspansi Regional dan Integrasi Aset Strategis
TPIA juga mempercepat transformasi melalui integrasi aset energi regional, termasuk akuisisi fasilitas Aster Chemicals and Energy (ACE), yang sebelumnya dikenal sebagai Shell Energy & Chemicals Park.
Selain itu, ekspansi dilakukan melalui akuisisi jaringan ritel energi bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura, memperkuat posisi perseroan di Asia Tenggara.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas sumber pendapatan sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi jangka panjang.
Likuiditas Kuat Dukung Agresivitas Ekspansi
Dari sisi keuangan, TPIA menjaga fleksibilitas dengan likuiditas mencapai US$3,8 miliar. Posisi ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi serta menjaga ketahanan di tengah volatilitas global.
Di sisi operasional, perseroan juga melakukan peningkatan kapasitas produksi pada fasilitas Butene-1 dan MTBE hingga 25%, serta menjalankan pemeliharaan terjadwal untuk menjaga efisiensi produksi.
Masuk Fase Baru Pertumbuhan
Dengan kombinasi ekspansi agresif, diversifikasi bisnis, dan integrasi aset strategis, TPIA kini memasuki fase pertumbuhan baru sebagai pemain energi dan kimia terintegrasi di kawasan.
Transformasi ini tidak hanya memperkuat daya saing regional, tetapi juga membuka peluang peningkatan margin di tengah dinamika harga energi global.

