[Medan | 12 Mei 2026] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berencana membawa anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2028.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) akan dilakukan setelah Denera mulai menghasilkan arus kas (cash flow) dari proyek-proyek waste-to-energy (WtE).
“Insyaallah pada 2028 mulai ada cash flow. Kalau sudah ada cash flow, kita bisa masuk ke pasar modal,” ujar Pandu di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).
Denera Kelola 33 Proyek Waste-to-Energy
Denera dibentuk pada 1 April 2026 untuk mengembangkan program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah di Indonesia.
Perusahaan ini akan mengelola 33 proyek waste-to-energy di 33 kabupaten/kota dengan total nilai investasi mendekati US$5 miliar atau sekitar Rp85 triliun.
Menurut Pandu, skala investasi yang sangat besar tersebut menjadikan Denera berpotensi menjadi salah satu perusahaan waste-to-energy terbesar di dunia.
“Saya rasa ini akan menjadi salah satu waste-to-energy company terbesar yang akan ada di dunia,” katanya.
Danantara Tingkatkan Porsi Kepemilikan Jadi 51%
Pada fase awal, struktur kepemilikan proyek menetapkan:
- 70% dimiliki mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP)
- 30% dimiliki Denera
Namun pada fase kedua, Danantara berencana meningkatkan kepemilikan minimal menjadi 51% di setiap konsorsium, sehingga memperoleh kendali mayoritas atas proyek-proyek strategis tersebut.
Langkah ini menunjukkan ambisi Danantara untuk memainkan peran lebih besar dalam pengembangan energi bersih dan infrastruktur lingkungan di Indonesia.
Fokus pada Mitra Lokal dan Global
Danantara akan menggandeng mitra domestik maupun internasional untuk mempercepat pembangunan fasilitas waste-to-energy.
Selain mengurangi persoalan sampah nasional, proyek ini diharapkan dapat:
- Menambah kapasitas energi listrik
- Mengurangi emisi gas rumah kaca
- Mendukung transisi menuju energi bersih
- Menarik investasi hijau ke Indonesia
Potensi IPO Denera pada 2028
Jika seluruh proyek berjalan sesuai rencana dan mulai menghasilkan pendapatan pada 2028, Denera berpotensi menjadi salah satu IPO bertema energi terbarukan terbesar di pasar modal Indonesia.
IPO tersebut diperkirakan akan menarik perhatian investor karena menawarkan eksposur pada:
- Infrastruktur hijau
- Energi terbarukan
- Pengelolaan sampah
- Proyek berbasis ESG
Dampak ke Pasar Modal
Rencana IPO Denera mencerminkan strategi Danantara untuk membangun perusahaan nasional berskala global yang dapat diakses investor publik.
Bagi pasar modal Indonesia, langkah ini berpotensi:
- Menambah pipeline IPO jumbo
- Memperluas pilihan saham sektor energi hijau
- Meningkatkan minat investor ESG
- Memperkuat peran BEI sebagai pusat pendanaan proyek berkelanjutan
Jika proyek ini berjalan sesuai target, Denera dapat menjadi salah satu emiten paling menarik di Bursa Efek Indonesia pada 2028 sekaligus simbol transformasi Indonesia menuju ekonomi hijau.

