IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Newsletter

Tanpa Strategi Keluar, Militer AS Tidak Bisa Menghentikan Perangnya Sendiri

By Zikri Habibi 2 hours ago Newsletter
source : deadline.com
SHARE

Tiga minggu setelah bom pertama dijatuhkan di atas Teheran, AS masih belum bisa menjawab satu pertanyaan: apa sebenarnya arti menang dalam perang ini?

Pertanyaan itu merupakan inti dari krisis strategis yang kini sedang berlangsung diam-diam di balik perang yang ramai diberitakan. Dalam tiga minggu, tujuan perang AS sudah berubah setidaknya tiga kali. Dari mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, bergeser ke penghancuran kapabilitas militer IRGC, dan kini meluncur ke ambisi yang jauh lebih besar: pergantian rezim dan penyerahan tanpa syarat. Ketika Juru Bicara Gedung Putih ditanya apa yang dimaksud dengan “penyerahan tanpa syarat” itu, jawabannya adalah bahwa Trump sendirilah yang akan menilai kapan kondisi itu tercapai. Definisi kemenangan bersifat personal, bergerak, dan tidak bisa diverifikasi oleh siapapun selain satu orang. Dalam dunia strategi militer, kondisi seperti ini tidak disebut fleksibel melainkan kondisi yang tidak ada rencana.

Uniknya dalam kondisi perang ini Iran tidak gegabah melakukan invasi besar-besaran terhadap AS. Strategi mereka lebih pintar dengan memanfaatkan kelemahan lawan yang menonjol saat ini. Iran perlu membuat biaya perang ini ekonomi, politik, diplomatik dan naik cukup tinggi hingga AS mencari jalan keluar sambil masih bisa mengklaim kemenangan di hadapan konstituen domestiknya dan Selat Hormuz adalah alat utama untuk tujuan itu.

Selat itu tidak perlu ditutup secara formal untuk bekerja. Cukup membuat premi asuransi maritim melonjak tidak terjangkau, dan kapal-kapal komersial akan berhenti dengan sendirinya tanpa satu deklarasi resmi pun dari Teheran. Itulah yang terjadi. Biaya operasional konflik ini diperkirakan melampaui $890 juta per hari bagi AS, sementara tekanan pada pasar energi global tidak memilih-milih korban. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi Iran, karena dengan mereka hanya dapat bertahan saja maka mereka bisa memenangkan hak yang mereka perjuangkan saat ini.

Perang ini pada akhirnya akan berhenti baik minggu depan, ataupun beberapa bulan lagi. Trump punya alasan kuat untuk segera keluar, dimana harga bensin makin mahal, pasar gelisah, dan rakyat Amerika mulai lelah. Tapi Iran justru punya alasan sebaliknya,  setiap hari perang berlanjut, tekanan pada AS makin besar dan pemimpin baru mereka makin terlihat kuat di mata rakyatnya sendiri.

Yang perlu dipahami adalah ketika perang ini berhenti, bukan berarti semuanya kembali seperti semula. Negara-negara yang butuh minyak sudah mulai membangun cara bayar menggunakan yuan karena tidak punya pilihan lain  dan sekali infrastruktur itu dibangun, ia tidak akan dibongkar hanya karena konfliknya sudah selesai. Dolar tidak akan runtuh besok, tapi ada pergeseran kecil yang sedang terjadi diam-diam, seperti fondasi rumah yang mulai retak. Bagi investor, mengabaikan pergeseran itu adalah taruhan yang semakin tidak murah.

Dampak Perang Ke Perekonomian Indonesia

Menurut pandangan analis, konflik geopolitik sering terasa seperti sesuatu yang jauh dari Indonesia, akan tetapi dalam konteks fiskal, dampaknya justru sangat langsung dan cepat. Ketika harga minyak global naik akibat risiko di jalur energi seperti Selat Hormuz, Indonesia menghadapi permasalahan yang cukup serius untuk menjaga stabilitas harga domestik atau menjaga kesehatan APBN. Karena Indonesia masih bergantung pada impor BBM, kenaikan harga minyak otomatis meningkatkan beban subsidi energi. Artinya semakin lama konflik berlangsung, semakin besar “kebocoran” di APBN. Hal ini sangat tidak menguntungkan bagi negara seperti Indonesia yang tengah berusaha melakukan eskalasi dalam perekonomian nya.

Efek ini tidak hanya dirasakan oleh negara Indonesia saja melainkan juga dirasakan oleh negara seperti china yang tadinya outlook pertumbuhan ekonomi nya bisa sampai ke angka 6%, malah mereka menurunkan target menjadi 5-5,5%. Sinyal pelemahan ekonomi mengakibatkan potensi terjadinya stagflasi di beberapa negara. Hal ini mengakibatkan adanya kenaikan pada harga akibat inflasi, tapi secara pendapatan tidak sesuai dengan peningkatan harga di pasar. Stagflasi ini mengakibatkan terjadinya pelemahan daya beli pada masyarakat, membuat arus perputaran ekonomi terjadi lebih lambat dari pada sebelumnya.

Adanya wacana oleh Menteri keuangan yang ingin melebarkan defisit APBN menuai perdebatan di masyarakat. Secara perhitungan untuk jangka pendek memang melebarkan deficit APBN menjadi alternatif positif dalam menjaga stabilitas nilai pasar, masalahnya muncul ketika nilai hutang membengkak, yield Indonesia mengalami kenaikan dan berpotensi mengalami inflasi yang cukup tinggi. Ketika geopolitik sedang tidak baik saja, investor biasanya mengalokasikan ke asset safe haven seperti emas dan biasanya investor melihat peluang dari ketidakpastian geopolitik seperti kenaikan harga minyak sesaat. Adapun rekomendasi saham menurut analis sebagai berikut:

Technical Analysis

  1. ENRG


BUY ON WEAKNESS

Entry : 1235-1200

TP 1 : 1310
TP 2 : 1415
TP 3 : 1605

SL< 1105

  1. AMMN


BUY ON WEAKNESS

Entry : 4660-4520

TP 1 : 5500
TP 2 : 6300
TP 3 : 6850

SL< 4480

  1. MEDC


BUY ON BREAKOUT

Entry : 1800-1820

TP 1 : 1900
TP 2 : 1995
TP 3 : 2100

SL< 1655

Disclaimer

Laporan analisis ini diterbitkan oleh PT Fawz Finansial Indonesia dan disusun berdasarkan informasi, data, serta sumber yang dianggap dapat dipercaya pada saat laporan ini dibuat. Namun demikian, PT Fawz Finansial Indonesia tidak memberikan jaminan ataupun representasi, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, kelengkapan, ketepatan waktu, maupun keandalan dari informasi yang disajikan dalam laporan ini. Informasi, data, asumsi, maupun estimasi yang digunakan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu seiring dengan perubahan kondisi pasar, ekonomi, kebijakan pemerintah, maupun faktor lainnya yang relevan.

Seluruh opini, pandangan, estimasi, maupun proyeksi yang tercantum dalam laporan ini merupakan penilaian pada saat laporan disusun dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa kewajiban bagi PT Fawz Finansial Indonesia untuk memperbarui atau merevisi laporan ini. Pernyataan yang bersifat proyeksi atau forward-looking statement mengandung ketidakpastian serta berbagai asumsi yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara material dari yang diperkirakan.

Laporan ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai, serta tidak dapat ditafsirkan sebagai, penawaran, ajakan, rekomendasi, atau nasihat investasi untuk membeli, menjual, atau mempertahankan instrumen keuangan apa pun, termasuk namun tidak terbatas pada saham, obligasi, surat utang, derivatif, maupun instrumen pasar keuangan lainnya. Informasi yang terkandung dalam laporan ini tidak mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, maupun kebutuhan khusus dari setiap individu atau pihak tertentu.

PT Fawz Finansial Indonesia menyatakan bahwa tidak memiliki kepentingan finansial maupun hubungan afiliasi dengan emiten atau instrumen keuangan yang dibahas dalam laporan ini. Informasi dan analisa yang disampaikan disusun secara independen berdasarkan sumber yang dianggap dapat dipercaya.

Investasi pada instrumen keuangan mengandung berbagai risiko yang terkandung di dalamnya, termasuk tidak terbatas pada risiko pasar, risiko likuiditas, risiko kredit, risiko suku bunga, risiko nilai tukar, serta risiko ekonomi, politik, dan geopolitik yang dapat mempengaruhi nilai maupun kinerja investasi. Nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan, dan investor berpotensi kehilangan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan. Kinerja historis tidak mencerminkan dan tidak menjamin kinerja di masa yang akan datang.

Setiap keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi dalam laporan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca atau investor. Pembaca disarankan untuk melakukan analisis independen serta mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, dan profil risiko masing-masing sebelum melakukan keputusan investasi, termasuk apabila diperlukan dengan berkonsultasi kepada penasihat keuangan profesional.

Sejauh diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, PT Fawz Finansial Indonesia, termasuk direksi, komisaris, karyawan, analis, maupun pihak afiliasi lainnya, tidak bertanggung jawab atas segala kerugian langsung, tidak langsung, insidental, konsekuensial, maupun kerugian lainnya yang timbul sebagai akibat dari penggunaan atau ketergantungan terhadap informasi yang terdapat dalam laporan ini.

Seluruh isi laporan ini merupakan milik PT Fawz Finansial Indonesia dan dilindungi oleh ketentuan hak cipta yang berlaku. Tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari PT Fawz Finansial Indonesia, laporan ini tidak boleh direproduksi, didistribusikan, dipublikasikan, atau digunakan kembali, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk tujuan apa pun. Dengan menerima dan membaca laporan ini, pembaca dianggap telah memahami serta menyetujui seluruh ketentuan yang tercantum dalam disclaimer ini.

By Zikri Fawz Finansial Indonesia

You Might Also Like

AS vs Iran: Strategi Besar yang Berpotensi Jadi Pisau Bermata Dua?

Rally Komoditas Belum Selesai, Siklus Berikutnya Baru Akan Dimulai

Apakah Isu MSCI, Moody’s hingga FTSE Bakal Berdampak Juga ke Obligasi Indonesia?

Ramadhan Rally: Antara Data, Ekspektasi, dan Realita Pasar

Kevin Warsh Jadi Ketua Baru The Fed, Arah Suku Bunga Bakal Berubah?

TAGGED: AMMN, Donald Trump, enrg, kondisi geopolitik, MEDC
Zikri Habibi March 17, 2026 March 17, 2026
Previous Article RDG Maret 2026: BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75%
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?