IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Usai Venezuela, Trump Bakal Targetkan Meksiko, Kuba dan Kolombia?

By Aurelia Tanu 2 days ago Ekonomi
Image source: AP/ axios.com
SHARE

[Medan | 6 Januari 2026] Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tensi geopolitik di kawasan Amerika Latin menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Dalam pernyataan terbarunya, Trump secara terbuka melontarkan tekanan politik terhadap Kolombia, Kuba, dan Meksiko, sekaligus menghidupkan kembali narasi intervensi Amerika Serikat atas nama stabilitas kawasan, keamanan, dan kepentingan energi.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media di atas Air Force One, di tengah kecaman internasional atas aksi Washington di Venezuela. Selain menyinggung Kolombia dan Kuba, Trump juga menyentuh isu narkoba Meksiko, serta secara terpisah kembali mengingatkan Iran dan Greenland, memperlihatkan pola kebijakan luar negeri yang semakin agresif dan berorientasi pada dominasi geopolitik.

Pola Tekanan AS: Energi, Narkoba, dan Kontrol Kawasan
Jika ditarik benang merah, negara-negara yang menjadi sasaran retorika Trump memiliki kesamaan strategis: berada di wilayah kunci, beririsan dengan isu energi, jalur perdagangan, atau keamanan domestik AS. Venezuela diposisikan sebagai pintu masuk, mengingat cadangan minyaknya yang besar, kondisi ekonomi yang rapuh, serta legitimasi narasi “perang melawan narkoba”.

Kolombia muncul sebagai kandidat target berikutnya yang paling rasional. Negara ini berada di jalur strategis Amerika Latin, berbatasan langsung dengan Venezuela, dan selama ini kerap dikaitkan dengan isu produksi serta distribusi narkotika ke AS. Dari perspektif Washington, tekanan terhadap Kolombia relatif lebih mudah dibenarkan secara politik dan memiliki risiko geopolitik lebih rendah dibandingkan negara dengan pelindung global kuat.

Diferensiasi Risiko: Kolombia, Kuba, dan Meksiko
Berbeda dengan Kolombia, Kuba dipandang berada pada fase tekanan ekonomi struktural. Ketergantungan terhadap pasokan energi Venezuela membuat posisi Havana semakin lemah pasca intervensi AS. Dalam skenario ini, tekanan ekonomi dan politik dinilai lebih efektif dibandingkan intervensi militer langsung.

Sementara itu, Meksiko menempati posisi unik. Meski kerap menjadi sasaran kritik Trump terkait kartel narkoba, keterkaitan ekonomi yang sangat erat dengan AS membuat eskalasi militer atau tekanan ekstrem justru berisiko berbalik menekan ekonomi Amerika sendiri melalui rantai pasok, inflasi, dan tenaga kerja. Karena itu, pendekatan terhadap Meksiko cenderung berupa ancaman dan negosiasi keras, bukan aksi langsung.

Iran, meskipun disebut dalam pernyataan Trump, dinilai berada pada level eskalasi berbeda. Konflik dengan Iran berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan risiko geopolitik berskala luas, sehingga kecil kemungkinan menjadi langkah lanjutan cepat setelah Venezuela.

Timeline Eskalasi yang Dipersepsikan Pasar
Pasar global membaca dinamika ini sebagai rangkaian bertahap. Venezuela menjadi tahap awal dengan risiko geopolitik relatif terkendali namun dampak strategis besar. Kolombia dinilai sebagai langkah penguatan kontrol kawasan yang paling mungkin dalam jangka pendek. Kuba berpotensi ditekan melalui jalur ekonomi, sementara Meksiko dan Iran lebih bersifat ancaman jangka menengah hingga panjang.

Urutan ini mencerminkan pendekatan pragmatis: memaksimalkan keuntungan strategis dengan risiko terukur, sebelum berhadapan dengan potensi konflik berskala lebih luas.

Dampak ke Pasar Global: Volatilitas dan Bias Risk-Off
Bagi pasar keuangan global, eskalasi ini menambah lapisan ketidakpastian geopolitik. Investor cenderung meningkatkan sikap defensif, dengan volatilitas pasar berpotensi naik. Harga minyak memiliki bias menguat secara struktural, bukan semata karena gangguan pasokan saat ini, melainkan karena meningkatnya risiko geopolitik jangka menengah.

Aset aman seperti US Treasury dan emas berpotensi kembali menjadi tujuan aliran dana setiap kali tensi meningkat. Di pasar saham global, reaksi cenderung selektif, dengan sektor energi dan pertahanan relatif diuntungkan, sementara sektor sensitif terhadap biaya energi dan stabilitas global lebih rentan.

Implikasi ke Indonesia: Sentimen, Rupiah, dan Arah Obligasi
Bagi Indonesia, dampak utama bersifat sentimen. Peningkatan risiko geopolitik global berpotensi menekan rupiah melalui kecenderungan investor mengurangi eksposur ke pasar negara berkembang. Di pasar obligasi, yield Surat Berharga Negara berpeluang naik terbatas seiring meningkatnya risk-off global, meski kenaikannya diperkirakan tidak agresif selama kebijakan The Fed tetap stabil.

Di pasar saham, sektor berbasis komoditas, khususnya energi, berpotensi menjadi penopang defensif. Sebaliknya, sektor yang sangat bergantung pada arus dana asing, termasuk saham perbankan besar, berisiko menghadapi volatilitas jangka pendek meskipun fundamental domestik masih relatif solid.

Kesimpulan
Pasar menilai langkah Trump pasca Venezuela sebagai sumber volatilitas baru, bukan krisis langsung. Risiko terbesar bukan pada apa yang telah terjadi, melainkan pada potensi eskalasi berikutnya, khususnya jika tekanan beralih ke Kolombia, Meksiko, atau Iran. Selama konflik masih terbatas di Amerika Latin dan tidak melebar secara global, pasar cenderung melihatnya sebagai risiko terkendali, namun dengan kewaspadaan yang semakin tinggi.

 

You Might Also Like

Kashkari The Fed Sebut Suku Bunga AS Sudah Dekati Level Netral

China Batasi Ekspor Peralatan Militer ke Jepang

Inflasi Tahunan RI Desember 2025 Tercatat 2,92%

Neraca Dagang RI November 2025 Surplus US$2,66 Miliar

Gubernur Bank of Japan Berjanji Akan Terus Menaikkan Suku Bunga

TAGGED: Kolumbia, Kuba, Mexico, Trump, Venezuela-AS
Aurelia Tanu January 6, 2026 January 6, 2026
Previous Article Kembali Cetak ATH, IHSG Siap Tembus 9.000 Dalam Waktu Dekat?
Next Article Gubernur Bank of Japan Berjanji Akan Terus Menaikkan Suku Bunga
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?