IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Beri Sinyal Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Melemah

By Aurelia Tanu 6 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ aljazeera.com
SHARE

[Medan | 1 Januari 2026] Harga minyak dunia melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal akan menahan diri dari aksi militer terhadap Iran, menyusul klaim bahwa pemerintah Teheran telah menghentikan penindakan terhadap para pengunjuk rasa.

Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar atas potensi eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya mendorong reli harga minyak.

West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 1,7% ke level US$60,11 per barel pada pukul 15.24 waktu New York, setelah ditutup di US$62,02 per barel pada perdagangan reguler Rabu. Pelemahan ini terjadi setelah harga minyak sempat menyentuh level tertinggi sejak Oktober, seiring meningkatnya spekulasi respons militer AS terhadap gejolak politik di Iran.

Trump mengatakan dirinya telah menerima informasi dari sumber-sumber “di pihak seberang” bahwa pembunuhan terhadap pengunjuk rasa telah dihentikan. Pernyataan ini dipandang pasar sebagai sinyal bahwa opsi serangan militer dalam waktu dekat belum akan diambil.

Presiden AS juga menegaskan akan terus memantau situasi dan tidak menutup kemungkinan perubahan sikap apabila kekerasan kembali terjadi. Meski demikian, nada yang lebih lunak ini menandai perubahan signifikan dibandingkan pernyataannya sehari sebelumnya, ketika Trump secara terbuka mendorong rakyat Iran untuk terus melakukan protes dan menyebut bahwa AS siap “bertindak sesuai perkembangan.”

Tekanan geopolitik sebelumnya meningkat setelah laporan bahwa AS telah memindahkan sebagian personel militernya dari Qatar dan beberapa pangkalan di kawasan Timur Tengah, menyusul ancaman Iran untuk menargetkan fasilitas AS. Langkah tersebut sempat memicu spekulasi bahwa serangan lanjutan sudah dekat.

Namun, dengan meredanya retorika Gedung Putih, pelaku pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik pada harga minyak. Kondisi ini mendorong aksi ambil untung setelah reli tajam dalam beberapa sesi terakhir.

Ke depan, pergerakan harga minyak diperkirakan akan tetap volatil dan sangat bergantung pada dinamika politik Iran serta sikap lanjutan Amerika Serikat. Selama eskalasi militer dapat dihindari, tekanan koreksi harga minyak berpotensi berlanjut, terutama di tengah kekhawatiran perlambatan permintaan global.

 

You Might Also Like

AS Hentikan Sementara Penerbitan Visa Imigran Untuk 75 Negara

Produksi Nikel RI 2026 Dipangkas Jadi 250-260 Juta Ton

Inflasi AS Desember Capai 2,7%, Tekanan Harga Mulai Mereda

Berkat Tarif, Defisit Anggaran AS 2025 Turun Jadi US$1.7 T

Terlemah Dalam 8 Bulan, Rupiah Ditutup Rp 16.865 per Dolar

TAGGED: harga minyak, harga minyak dunia, trump iran
Aurelia Tanu January 15, 2026 January 15, 2026
Previous Article Pengendali Borong 2,8 Juta Saham INET
Next Article Produksi Nikel RI 2026 Dipangkas Jadi 250-260 Juta Ton
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?