[Medan | 6 Februari 2026] Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan tidak akan mencalonkan Kevin Warsh sebagai pimpinan Federal Reserve (The Fed) apabila ia berniat menaikkan suku bunga. Pernyataan ini menandai eskalasi tekanan politik terhadap bank sentral AS di tengah perdebatan soal arah kebijakan moneter.
“Jika ia datang dan berkata, ‘Saya ingin menaikkan suku bunga,’ ia tidak akan mendapatkan posisi itu,” ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News, Rabu (5/2/2026).
Trump menegaskan keyakinannya bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga karena tingkat bunga saat ini dinilai terlalu tinggi. Ia juga menambahkan bahwa kondisi ekonomi AS telah “kembali kaya,” sehingga ruang pelonggaran moneter terbuka.
Independensi The Fed Kembali Dipertanyakan
Pernyataan Trump diperkirakan akan menjadi sorotan utama dalam proses konfirmasi Warsh, khususnya terkait independensi The Fed. Meski mengakui secara “teoretis” bank sentral bersifat independen, Trump menyiratkan kebijakan moneter seharusnya mempertimbangkan pandangan presiden.
“Saya orang pintar, dan prediksi ekonomi saya seharusnya diperhitungkan,” kata Trump.
Tekanan ini muncul di tengah ketegangan antara Gedung Putih dan The Fed, yang sebelumnya dipimpin Jerome Powell. Powell menilai penyelidikan terhadap proyek renovasi kantor The Fed sebagai upaya terselubung untuk melemahkan independensi kebijakan moneter—klaim yang dibantah oleh pemerintahan Trump.
Dinamika Politik di Senat
Di sisi legislatif, Senator Republik Thom Tillis, anggota Komite Perbankan Senat, menyatakan akan memblokir setiap calon pimpinan The Fed hingga penyelidikan Departemen Kehakiman terkait renovasi bank sentral diselesaikan. Hal ini berpotensi memperumit proses penunjukan pimpinan baru The Fed.
Warsh dan Arah Kebijakan Moneter
Kevin Warsh, mantan deputi gubernur The Fed, dikenal memiliki reputasi hawkish terhadap inflasi. Namun belakangan, ia mulai menyuarakan dukungan terhadap penurunan suku bunga, sejalan dengan perlambatan tekanan inflasi dan meningkatnya sensitivitas ekonomi terhadap biaya pendanaan.
Implikasi Pasar
Pernyataan Trump memperkuat persepsi bahwa arah kebijakan suku bunga AS semakin dipolitisasi, yang berpotensi:
- Meningkatkan volatilitas pasar obligasi AS
- Menekan dolar AS dalam jangka pendek
- Menguatkan ekspektasi pelonggaran moneter lebih cepat
Bagi pasar global, tekanan politik terhadap The Fed menambah lapisan risiko kebijakan, terutama di tengah tingginya utang pemerintah AS dan sensitivitas pasar terhadap sinyal suku bunga.

