IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Thomas Djiwandono Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI, Independensi BI Terancam?

By Aurelia Tanu 4 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ niaga.asia
SHARE

[Medan | 20 Januari 2026] Rencana pengajuan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memicu kekhawatiran soal tergerusnya independensi bank sentral. Isu ini mencuat seiring kabar bahwa Deputi Gubernur BI saat ini, Juda Agung, akan bergeser ke Kementerian Keuangan, menandai potensi rotasi lintas fiskal–moneter yang sensitif bagi stabilitas kebijakan.

Contents
Kekhawatiran Politisasi Otoritas MoneterMoneter sebagai Benteng TerakhirRespons PemerintahDampak ke Pasar Keuangan Indonesia

Kritik paling keras datang dari Center of Economics and Law Studies (Celios). Ekonom Celios Nailul Huda menilai langkah tersebut mencerminkan kecenderungan pemerintah untuk semakin aktif memengaruhi kebijakan moneter, terutama setelah dalam beberapa bulan terakhir pemerintah kerap mendorong Bank Indonesia agar lebih agresif menurunkan suku bunga demi menopang pertumbuhan ekonomi.

Kekhawatiran Politisasi Otoritas Moneter

Sorotan utama diarahkan pada latar belakang politik Thomas Djiwandono sebagai anggota aktif Partai Gerindra. Masuknya figur politik ke dalam Dewan Gubernur BI dinilai berisiko mengaburkan batas antara kebijakan moneter yang independen dengan kepentingan politik dan fiskal jangka pendek. BI selama ini diposisikan sebagai lembaga negara independen yang bebas dari campur tangan pemerintah maupun partai politik.

Celios juga mempertanyakan rekam jejak Thomas selama berada di Kementerian Keuangan. Pelebaran defisit anggaran dalam beberapa tahun terakhir dinilai menunjukkan tantangan besar di sisi fiskal. Dalam konteks tersebut, pemindahan figur fiskal ke otoritas moneter dianggap tidak selaras dengan prinsip pemisahan peran kebijakan.

Moneter sebagai Benteng Terakhir

Dalam pandangan Celios, sektor moneter merupakan penyangga terakhir stabilitas ekonomi nasional, terutama ketika sektor fiskal menghadapi tekanan. Jika independensi moneter melemah akibat intervensi politik, risiko ketidakstabilan makro dan krisis kepercayaan pasar dapat meningkat secara signifikan.

Respons Pemerintah

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan independensi BI tetap terjaga selama tidak ada intervensi langsung pemerintah dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter, khususnya terkait suku bunga. Pemerintah, menurutnya, tetap menghormati batas kewenangan BI sesuai amanat undang-undang, dan rotasi pejabat dimaksudkan untuk memperkaya perspektif kebijakan, bukan melemahkan institusi.

Dampak ke Pasar Keuangan Indonesia

Dari sudut pandang pasar, isu independensi BI merupakan faktor sensitif bagi investor, terutama di pasar obligasi. Persepsi meningkatnya pengaruh fiskal terhadap kebijakan moneter berpotensi mendorong kenaikan premi risiko, tercermin dari pelemahan rupiah dan kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN).

Bagi sektor perbankan, kekhawatiran atas independensi BI dapat memengaruhi ekspektasi arah suku bunga ke depan. Jika pasar menilai BI berpotensi lebih akomodatif demi kepentingan fiskal, saham bank berisiko menghadapi volatilitas, terutama pada bank dengan eksposur besar terhadap SBN. Sebaliknya, kepastian bahwa BI tetap independen akan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasar keuangan domestik ke depan.

 

You Might Also Like

Rupiah Dekati 17.000, BI Diproyeksikan Tahan Suku Bunga di Rapat Januari 2026

Trump Bakal Kenakan Tarif Bagi 8 Negara Eropa yang Tak Setuju AS Caplok Greenland

Aliran Asing Keluar RI Tembus Rp 7,71 Triliun di Pekan Kedua Januari

Rupiah Melemah Meski IHSG Terus Cetak ATH, Ada Apa?

AS Hentikan Sementara Penerbitan Visa Imigran Untuk 75 Negara

TAGGED: Deputi Gubernur BI, Independensi BI, Kebijakan fiskal-moneter
Aurelia Tanu January 20, 2026 January 20, 2026
Previous Article Trump Bakal Kenakan Tarif Bagi 8 Negara Eropa yang Tak Setuju AS Caplok Greenland
Next Article Rupiah Dekati 17.000, BI Diproyeksikan Tahan Suku Bunga di Rapat Januari 2026
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?