[Medan | 6 Maret 2026] Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia sedang mempertimbangkan untuk menghentikan sebagian besar penjualan gas alam cair (LNG) ke Eropa dan mengalihkan pasokan ke pasar alternatif yang menawarkan peluang lebih menguntungkan.
Keputusan ini muncul di tengah rencana Uni Eropa (UE) untuk secara bertahap melarang impor gas pipa dan LNG Rusia pada akhir 2027. Putin mengatakan pemerintah Rusia akan mengevaluasi pengalihan pasokan sehingga perusahaan terkait dapat menyesuaikan strategi mereka.
“Pasar lain kini terbuka. Mungkin lebih baik bagi kita untuk mengakhiri pasokan ke Eropa sekarang dan memanfaatkan peluang di pasar lain dengan harga lebih tinggi,” ujar Putin, mengutip tayangan televisi pemerintah pada Rabu (4/3/2026).
Harga gas Eropa sempat melonjak ke level tertinggi tiga tahun pekan ini akibat eskalasi konflik Timur Tengah, meski sedikit turun setelah AS mengumumkan perlindungan navigasi di Selat Hormuz. Putin menekankan beberapa klien alternatif bersedia membeli gas Rusia dengan harga lebih tinggi, sehingga pengalihan volume ke pasar baru dapat menguntungkan.
Meskipun aliran gas Rusia ke Eropa menurun sejak invasi Ukraina 2022, negara ini masih memasok gas melalui pipa ke beberapa negara, termasuk Serbia, Hungaria, dan Slovakia, serta dari fasilitas LNG Yamal yang dikelola Novatek. Gas Rusia tercatat menyumbang sekitar 13% dari impor energi UE pada 2025, setara lebih dari €15 miliar (US$17,4 miliar) per tahun.
Putin menegaskan Rusia tetap ingin menjalin kerja sama energi dengan mitra yang dianggap dapat diandalkan, termasuk Slovakia dan Hungaria, sambil menyesuaikan strategi pasokan globalnya di tengah dinamika geopolitik dan harga energi yang fluktuatif.

