Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penarikan kembali Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 75 triliun dari perbankan dan dialihkan untuk belanja rutin kementerian/lembaga akan memberikan efek nyata terhadap perekonomian.
Dana ini sebelumnya ditempatkan masing-masing Rp 25 triliun di Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Menurut Purbaya, pengalihan dana ini langsung masuk ke perputaran ekonomi dan memiliki efek multiplier dari belanja pemerintah pusat maupun daerah.
Sisa SAL senilai Rp 201 triliun yang telah ditempatkan di bank pelat merah lainnya masih berada di perbankan. Penempatan dana SAL sebelumnya di Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI sudah disalurkan dalam bentuk kredit pada November 2025, namun pertumbuhan kredit hingga November 2025 masih moderat di level 7,74%.
Tingginya undisbursed loan perbankan, yang mencapai Rp 2.509,4 triliun atau 23,18% dari plafon kredit tersedia, menunjukkan kapasitas bank untuk menyalurkan kredit lebih luas masih besar.
Analisis dampak keuangan Indonesia:
1. Likuiditas dan perputaran uang: Pengalihan SAL dari penempatan bank ke belanja langsung meningkatkan likuiditas riil di ekonomi, karena dana digunakan untuk belanja pemerintah yang langsung menyasar proyek, gaji, dan operasional. Hal ini bisa mendorong konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi jangka pendek.
2. Saham bank: Dampak ke saham bank cenderung netral atau sedikit negatif. Sebelumnya dana SAL meningkatkan simbol likuiditas bank, namun karena sebagian ditarik, margin bunga bank dari penempatan besar akan menurun. Sementara itu, kredit bank yang tumbuh moderat menunjukkan masih ada ruang ekspansi. Saham bank pelat merah mungkin bergerak sideways dalam jangka pendek.
3. Obligasi pemerintah dan yield: Aliran dana pemerintah ke belanja bisa menambah demand untuk likuiditas di pasar riil, sehingga tekanan pada yield obligasi jangka pendek bisa berkurang karena dana langsung masuk ekonomi, bukan hanya menumpuk di bank. Namun, secara jangka menengah, jika belanja pemerintah meningkat signifikan, potensi penawaran obligasi tambahan tetap ada untuk membiayai defisit, yang bisa menahan penurunan yield.
Kesimpulannya, langkah penarikan dana SAL dan belanja langsung memberikan efek positif terhadap perputaran ekonomi dan konsumsi, sementara untuk sektor perbankan dan obligasi dampaknya cenderung moderat. Strategi ini menunjukkan pemerintah fokus pada stimulus fiskal langsung daripada sekadar menempatkan dana di bank.

