IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp 200 Triliun di Bank Himbara Sampai September 2026

By Aurelia Tanu 4 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ antaranews.com
SHARE

[Medan | 24 Februari 2026] Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan penempatan dana negara di perbankan milik negara guna menjaga stabilitas likuiditas sistem keuangan dan menopang pertumbuhan kredit. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan diperpanjang hingga September 2026.

Contents
Menopang Likuiditas dan Mendorong KreditKoordinasi Fiskal dan Moneter Tetap DijagaImplikasi ke Pasar dan Perbankan

Dana tersebut bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya dijadwalkan jatuh tempo pada 13 Maret 2026. Pemerintah memutuskan untuk langsung memperpanjang tenor penempatan selama enam bulan ke depan sebagai bagian dari langkah antisipatif menjaga ketersediaan likuiditas di sektor perbankan.

“Dengan kebijakan ini, perbankan tidak perlu khawatir akan tekanan likuiditas. Pemerintah memastikan dukungan likuiditas di pasar tetap terjaga,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Menopang Likuiditas dan Mendorong Kredit

Purbaya menjelaskan, kebijakan penempatan dana di bank Himbara yang telah berjalan sejak September 2025 terbukti efektif dalam menurunkan biaya dana (cost of fund) perbankan. Dampaknya, ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga simpanan dan kredit menjadi lebih terbuka, sehingga diharapkan dapat mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor riil.

Data terbaru menunjukkan tren penurunan suku bunga simpanan. Suku bunga deposito tenor enam bulan tercatat turun menjadi 4,73% pada Januari 2026, dibandingkan 5,03% pada November 2025. Penurunan juga terlihat pada deposito tenor tiga bulan yang melemah ke level 4,68% dari sebelumnya 4,71% pada periode yang sama.

Sejalan dengan itu, suku bunga kredit turut mengalami pelonggaran. Pada Januari 2026, suku bunga kredit tercatat berada di level 8,80%, lebih rendah dibandingkan 9,20% pada Januari 2025. Penurunan ini menjadi sinyal awal bahwa transmisi kebijakan likuiditas mulai berjalan ke sektor pembiayaan.

Koordinasi Fiskal dan Moneter Tetap Dijaga

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan dilakukan dalam koordinasi erat dengan Bank Indonesia. Sinergi fiskal dan moneter dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian global serta dinamika pasar domestik.

“Koordinasi kebijakan dengan Bank Indonesia akan terus dijaga. Kami juga telah bertemu dengan Gubernur BI pada Jumat pekan lalu untuk melakukan konsolidasi kebijakan,” jelas Purbaya.

Ke depan, pemerintah akan kembali mengevaluasi efektivitas kebijakan penempatan dana tersebut pada September 2026. Evaluasi akan mempertimbangkan kondisi likuiditas perbankan, perkembangan penyaluran kredit, serta stabilitas sektor keuangan secara keseluruhan.

Implikasi ke Pasar dan Perbankan

Perpanjangan penempatan dana ini memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen menjaga likuiditas perbankan di tengah potensi tekanan global, termasuk volatilitas arus modal dan ketidakpastian arah suku bunga global. Bagi sektor perbankan, kebijakan ini berpotensi menopang margin dan menjaga pertumbuhan kredit tetap moderat tanpa mengorbankan stabilitas.

Bagi pasar keuangan, langkah ini juga dipandang positif karena menurunkan risiko pengetatan likuiditas domestik secara tiba-tiba, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap bauran kebijakan fiskal–moneter Indonesia.

 

You Might Also Like

Harga Emas Sudah Tembus US$ 5,200 Lagi

APBN Defisit Rp 54,6 Triliun di Januari 2026

Potensi Perang Iran-AS Menguat, Investor Harus Apa?

RI-AS Raih Kesepakatan Dagang, Sektor Apa Saja yang Diuntungkan?

GDP AS Hanya Tumbuh 1,4% di Kuartal IV-2025, Suku Bunga Bisa Dipangkas Lebih Cepat?

TAGGED: 200 Triliun Bank Himbara, purbaya Rp 200 Triliun
Aurelia Tanu February 24, 2026 February 24, 2026
Previous Article Potensi Perang Iran-AS Menguat, Investor Harus Apa?
Next Article Arsari Grup Hashim Mulai Cicil Akuisisi Blok Migas di Natuna
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?