IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Pulau Kharg Iran Diserang, Harga Minyak Naik ke US$ 106 per Barel

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ fortune.com
SHARE

[Medan | 16 Maret 2026] Harga minyak dunia kembali melonjak setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas strategis Iran memicu eskalasi baru dalam konflik di Timur Tengah. Serangan terhadap Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Contents
Konflik Meluas ke Infrastruktur EnergiAncaman Serangan BalasanPerang Diperkirakan Berlangsung Beberapa PekanUpaya Membuka Selat HormuzGangguan Pasokan Energi Global

Harga minyak jenis Brent Crude diperdagangkan di sekitar US$106 per barel, setelah melonjak lebih dari 40% dalam dua pekan terakhir. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$101 per barel.

Kenaikan harga tersebut terjadi setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah negara Arab di kawasan Teluk Persia, menyusul serangan AS terhadap fasilitas militer di Pulau Kharg yang menangani sebagian besar ekspor minyak Iran.

Konflik Meluas ke Infrastruktur Energi

Serangan terhadap Pulau Kharg memperluas cakupan konflik yang sebelumnya telah mengganggu stabilitas pasar energi global. Menurut International Energy Agency, perang yang berlangsung di kawasan tersebut telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

Sementara itu, lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi dunia, masih nyaris terhenti sejak konflik pecah.

Kepala strategi komoditas ING Groep, Warren Patterson, mengatakan bahwa risiko terhadap pasokan energi global terus meningkat meskipun infrastruktur utama minyak di Pulau Kharg sejauh ini belum mengalami kerusakan besar. Menurutnya, gangguan tambahan terhadap pasokan minyak berpotensi membuat pasar energi global semakin ketat.

Ancaman Serangan Balasan

Kantor berita Fars News Agency melaporkan pada Senin pagi bahwa aktivitas ekspor minyak dari Pulau Kharg masih berjalan normal. Namun militer Iran memperingatkan bahwa sejumlah lokasi di Doha dan Dubai yang menjadi basis militer Amerika Serikat berpotensi menjadi target serangan dalam beberapa jam ke depan.

Perang Diperkirakan Berlangsung Beberapa Pekan

Penasihat ekonomi utama Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Pentagon memperkirakan konflik dengan Iran, yang kini telah memasuki pekan ketiga, kemungkinan akan berlangsung antara empat hingga enam minggu.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Kevin Hassett, Kepala National Economic Council, yang menegaskan bahwa keputusan mengenai kapan perang akan berakhir sepenuhnya berada di tangan presiden.

Pada akhir pekan lalu, Donald Trump juga sempat mengisyaratkan kemungkinan membuka jalur negosiasi untuk mengakhiri konflik. Namun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran belum mengajukan permintaan perundingan maupun gencatan senjata.

Upaya Membuka Selat Hormuz

Pemerintah AS juga meningkatkan tekanan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali. Presiden Trump meminta sekutu-sekutu AS untuk mengirim kapal perang guna membantu mengamankan jalur pelayaran tersebut.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Washington tengah mempersiapkan pembentukan koalisi internasional untuk mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi selat tersebut. Namun hingga kini masih dibahas apakah operasi pengawalan akan dimulai sebelum konflik berakhir atau setelah pertempuran mereda.

Gangguan Pasokan Energi Global

Dampak konflik juga mulai dirasakan di kawasan Uni Emirat Arab. Aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan utama Fujairah sempat terganggu setelah serangan drone pada Sabtu dini hari yang menghentikan sementara pengiriman melalui rute ekspor utama negara tersebut. Operasi di pelabuhan tersebut dilaporkan kembali berjalan pada Minggu.

Sebagai indikasi meningkatnya tekanan terhadap pasokan minyak global, International Energy Agency menyatakan bahwa minyak dari pelepasan cadangan strategis dalam jumlah besar akan segera tersedia bagi pasar Asia.

IEA mengungkapkan bahwa lembaga tersebut telah menerima rencana implementasi pelepasan 400 juta barel cadangan minyak, yang diumumkan pekan lalu sebagai respons terhadap gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

 

You Might Also Like

Bantu Trump, Jepang Bakal Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

BI, The Fed, dan BoJ Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Pertemuan Minggu Ini

Trump Kembali Desak The Fed Untuk Segera Pangkas Suku Bunga

APBN Februari 2026 Defisit 0,53%, Belanja Negara Meningkat

Pidato Pertama, Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Selat Hormuz Tetap Ditutup

TAGGED: harga minyak, harga minyak dunia, harga minyak naik, perang iran-AS, pulau Kharg
Aurelia Tanu March 16, 2026 March 16, 2026
Previous Article Jelang Libur Panjang Lebaran, IHSG Bakal Kemana?
Next Article BI, The Fed, dan BoJ Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Pertemuan Minggu Ini
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?