IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Produksi Nikel RI 2026 Dipangkas Jadi 250-260 Juta Ton

By Aurelia Tanu 6 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ nikel.co.id
SHARE

[Medan | 1 Januari 2026] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan menurunkan target produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 menjadi sekitar 250–260 juta ton. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan target RKAB tahun sebelumnya yang mencapai 364 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas serapan smelter nikel domestik. Produksi bijih akan diselaraskan dengan kemampuan pengolahan agar tidak terjadi kelebihan pasokan di pasar.

Tri menyampaikan bahwa kisaran produksi nikel tahun depan diperkirakan berada di level 250–260 juta ton, sejalan dengan kebutuhan industri pengolahan dan pemurnian dalam negeri.

Pemangkasan rencana produksi tersebut diklaim telah memberikan dampak positif terhadap pergerakan harga nikel global. Setelah wacana penurunan produksi diumumkan, harga nikel sempat menguat hingga menyentuh kisaran US$18.000 per ton.

Menurut Tri, capaian tersebut tergolong menggembirakan mengingat sepanjang 2025 harga nikel cenderung tertekan di rentang US$14.000–US$15.000 per ton, dengan level tertinggi sekitar US$14.800 per ton. Saat ini, harga nikel kembali bergerak di atas US$17.000 per ton, mencerminkan membaiknya sentimen pasar.

Di sisi lain, ESDM mengakui bahwa persetujuan RKAB tahunan 2026 belum diterbitkan pada awal Januari. Hal ini terkait dengan proses evaluasi dan penyesuaian produksi sejumlah komoditas mineral guna menjaga stabilitas harga sepanjang tahun.

Meski demikian, pemerintah memberikan relaksasi operasional bagi perusahaan tambang agar kegiatan produksi tetap berjalan. Perusahaan diperbolehkan berproduksi hingga 25% dari kuota RKAB 2026 versi tiga tahunan selama periode transisi.

Tri menjelaskan bahwa kuota 25% tersebut merepresentasikan produksi selama tiga bulan, yakni hingga 31 Maret 2026. Kebijakan ini dinilai proporsional untuk menjaga kesinambungan operasional tambang sembari menunggu penetapan RKAB final.

Ketentuan relaksasi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Minerba Nomor 2.E/HK.03/DJB/2025 yang diterbitkan pada 31 Desember 2025 dan berlaku hingga akhir Maret 2026.

Kebijakan pemangkasan produksi ini sejalan dengan sinyal yang sebelumnya disampaikan oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI). Asosiasi tersebut mengungkapkan bahwa rencana produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 diajukan sekitar 250 juta ton, turun signifikan dari target RKAB 2025 yang mencapai 379 juta ton.

APNI menilai penurunan target produksi diperlukan untuk menopang harga nikel global agar tidak semakin tertekan. Selain itu, penyesuaian pasokan diharapkan dapat mendorong perbaikan harga bijih, baik untuk jenis saprolit maupun limonit, seiring membaiknya keseimbangan antara permintaan dan pasokan.

 

You Might Also Like

AS Hentikan Sementara Penerbitan Visa Imigran Untuk 75 Negara

Trump Beri Sinyal Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Melemah

Inflasi AS Desember Capai 2,7%, Tekanan Harga Mulai Mereda

Berkat Tarif, Defisit Anggaran AS 2025 Turun Jadi US$1.7 T

Terlemah Dalam 8 Bulan, Rupiah Ditutup Rp 16.865 per Dolar

TAGGED: harga nikel, produksi nikel RI 2026
Aurelia Tanu January 15, 2026 January 15, 2026
Previous Article Trump Beri Sinyal Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Melemah
Next Article Purbaya Sebut Industri Media Akan Cerah Kedepannya
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?