[Medan | 11 Maret 2026] Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara untuk menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa siang (10/3). Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto.
Para pejabat tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung memasuki area istana untuk mengikuti pertemuan dengan Presiden. Namun sebagian besar pejabat yang hadir mengaku belum mengetahui secara rinci topik yang akan dibahas dalam rapat tersebut.
Pejabat Akui Dipanggil untuk Diskusi
Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto menyatakan dirinya dipanggil oleh Presiden untuk berdiskusi, meskipun tidak menjelaskan secara detail agenda yang akan dibicarakan dalam rapat tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman, dengan ketersediaan stok yang dinilai mencukupi.
Menurut Aries, fundamental ekonomi Indonesia juga masih terjaga dengan baik sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk merasa khawatir terhadap kondisi perekonomian nasional.
Koordinasi Fiskal dan Moneter
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah perlu memastikan kondisi ekonomi domestik tetap kuat serta likuiditas dalam sistem keuangan tetap terjaga. Di sisi lain, Bank Indonesia berperan memantau pergerakan nilai tukar dan stabilitas pasar keuangan.
Menurut Purbaya, koordinasi yang solid antara otoritas fiskal dan moneter menjadi faktor penting untuk meredam dampak gejolak eksternal terhadap perekonomian domestik.
Rapat Digelar Tertutup
Rapat terbatas tersebut berlangsung secara tertutup di tengah dinamika ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian serta volatilitas pasar keuangan internasional.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil atau keputusan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

