[Medan | 9 Maret 2026] Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai dikabarkan akan melakukan kunjungan pribadi ke Jepang dalam waktu dekat. Dalam agenda tersebut, Cho berencana menghadiri pertandingan baseball antara tim nasional Taiwan melawan Republik Ceko di Tokyo pada Sabtu mendatang.
Cho menegaskan perjalanan tersebut bersifat pribadi dan tidak menggunakan anggaran negara. Ia menyatakan kunjungan itu semata-mata untuk memberikan dukungan kepada tim nasional Taiwan bersama para warga Taiwan yang berada di Jepang.
“Tujuan saya di sana hanyalah untuk mendukung Tim Taiwan bersama sesama warga Taiwan,” ujar Cho kepada wartawan pada Minggu (8/3/2026). Ia menekankan tidak ada agenda politik atau diplomatik lain dalam kunjungan tersebut.
Berpotensi Picu Ketegangan
Meski diklaim sebagai perjalanan pribadi, kunjungan tersebut berpotensi memperburuk hubungan antara Jepang dan China, yang selama ini sensitif terhadap interaksi resmi maupun informal antara Tokyo dan Taipei.
Jika terlaksana, kunjungan Cho akan menjadi kunjungan pertama seorang perdana menteri Taiwan ke Jepang sejak 1972, tahun ketika Tokyo dan Taipei memutuskan hubungan diplomatik resmi.
Ketegangan juga meningkat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November lalu menyatakan bahwa pasukan bersenjata Jepang secara teoritis dapat dikerahkan apabila China melakukan serangan terhadap Taiwan.
Respons Pemerintah Masih Terbatas
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari berbagai pihak terkait rencana kunjungan tersebut. Juru bicara kabinet Taiwan belum memberikan komentar tambahan mengenai detail perjalanan Cho.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China belum memberikan pernyataan resmi di luar jam kerja, dan Kementerian Luar Negeri Jepang juga belum menyampaikan komentar.
Kunjungan pejabat tinggi Taiwan ke Jepang memang dikenal sangat sensitif dan biasanya dilakukan secara tidak terbuka.
Pada 2022, Wakil Presiden Taiwan saat itu Lai Ching-te melakukan kunjungan ke Jepang untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Perdana Menteri Shinzo Abe. Kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitas pribadi dan menjadi kunjungan pejabat tertinggi Taiwan ke Jepang dalam lebih dari lima dekade.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung juga dilaporkan pernah melakukan kunjungan ke Jepang pada Juli tahun lalu, yang memicu protes dari Beijing.
Situasi Militer Relatif Tenang
Meski isu ini sensitif, sejauh ini belum terlihat respons militer langsung dari People’s Liberation Army di kawasan Selat Taiwan.
Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan tidak mendeteksi aktivitas pesawat militer China antara pukul 06.00 Sabtu hingga 06.00 Minggu. Sebelumnya sempat terdeteksi dua pesawat militer China yang melintas singkat di kawasan tersebut.

