IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Pidato Trump: AS Akan Hantam Iran ‘Dengan Sangat Keras’ Dalam 2-3 Minggu Kedepan

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ bbc.com
SHARE

[Medan | 2 April 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah setelah Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menghantam Iran “dengan sangat keras” dalam 2–3 minggu ke depan, mengecewakan pelaku pasar yang sebelumnya berharap adanya sinyal berakhirnya konflik. Per pukul 09.15 WIB, IHSG turun 0,79% ke level 7.127,87, dengan 369 saham melemah, 223 menguat, dan 366 stagnan.

Dalam pidatonya, Trump menyatakan bahwa pasukan AS akan segera “menyelesaikan pekerjaan” di Iran seiring target strategis yang diklaim hampir tercapai. Ia menegaskan bahwa operasi militer selama empat pekan terakhir telah menghasilkan kemenangan signifikan di medan perang, sekaligus mengkritik kebijakan pemerintahan AS sebelumnya yang dinilai gagal menangani konflik Iran sejak awal.

Meski menyebut perang dapat berakhir dalam waktu dekat, Trump tetap menekankan pendekatan agresif dengan melanjutkan serangan militer. Pernyataan yang cenderung kontradiktif ini memperkuat ketidakpastian pasar, setelah sebelumnya muncul ekspektasi bahwa AS akan mulai menarik diri dari konflik. Alih-alih de-eskalasi, pidato tersebut justru mengindikasikan potensi eskalasi lanjutan dalam jangka pendek.

Trump juga kembali menyoroti isu strategis seperti pengamanan Selat Hormuz dan bahkan membuka opsi ekstrem, termasuk penguasaan sumber daya minyak Iran. Di sisi lain, Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur, dengan tetap melanjutkan serangan ke wilayah sekutu AS dan mempertahankan posisinya dalam konflik.

Dampak ke Harga Minyak: Kembali Naik

Seiring meningkatnya tensi, harga minyak kembali bergerak naik setelah sebelumnya sempat terkoreksi. Harga minyak Brent tercatat kembali berada di atas US$100 per barel, mencerminkan masih tingginya premi risiko akibat ancaman terhadap jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz. Kenaikan ini juga dipicu oleh kekhawatiran pasar bahwa gangguan pasokan akan semakin nyata jika konflik berlanjut atau meluas.

Implikasi Global: Volatilitas Tetap Tinggi

Secara keseluruhan, pidato Trump mengubah kembali sentimen pasar menjadi risk-off. Bagi IHSG, kondisi ini membuka ruang tekanan lanjutan dalam jangka pendek, terutama jika tidak ada kejelasan mengenai de-eskalasi konflik atau stabilisasi harga energi global.

 

You Might Also Like

Trump Sinyalkan Perang Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Turun di Bawah US$ 100 per Barel

AS Ancam Tinjau Ulang Kontrak Kemitraan dengan NATO

Waspada, Hari ini Ada Pidato Trump dan Rilis Data Amerika

Kunjungan Ke Jepang, Prabowo Sebut RI-Jepang Sepakati Kerjasama Rp 401,7 T

Ini 8 Kebijakan Efisiensi Pemerintah di Tengah Ketidakpastian Global

TAGGED: pidato Trump, Trump speech
Aurelia Tanu April 2, 2026 April 2, 2026
Previous Article KLBF Mau Buyback, Siapkan Dana hingga Rp 500 Miliar
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?