[Medan | 11 Februari 2026] Gubernur Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa suku bunga acuan kemungkinan akan dipertahankan pada level saat ini untuk jangka waktu lebih lama. Hal ini dilakukan agar The Fed dapat mengevaluasi data ekonomi terbaru secara menyeluruh, terutama dampak dari pemangkasan suku bunga sebelumnya. Gubernur Dallas, Lorie Logan, juga mendukung sikap berhati-hati ini, kecuali terjadi pelemahan signifikan di pasar tenaga kerja.
Kondisi Ekonomi dan Data Terbaru
Hammack menilai pertumbuhan ekonomi akan mendapat dukungan dari kebijakan fiskal, suku bunga rendah, dan faktor lain yang memperkuat pasar tenaga kerja. Ia memperkirakan inflasi akan melandai tahun ini, meskipun data lapangan kerja Januari dan laporan indeks harga konsumen (IHK) pekan ini akan menjadi ujian bagi penilaian The Fed. Penjualan ritel Desember yang lemah turut menjadi perhatian.
Fleksibilitas Kebijakan dan Independensi The Fed
Hammack menekankan pentingnya fleksibilitas dalam merespons kondisi ekonomi, termasuk kemungkinan menaikkan atau menurunkan suku bunga jika diperlukan. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga independensi The Fed agar para pejabat bisa mengambil keputusan sulit demi stabilitas jangka panjang, mengutip contoh mendiang Paul Volcker pada 1970-an.
Tekanan Politik
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan politik dari Presiden Donald Trump, yang ingin The Fed menurunkan suku bunga dan menyatakan bahwa kandidatnya, Kevin Warsh, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 15%. Para pejabat The Fed menegaskan bahwa keputusan kebijakan moneter harus tetap berbasis data dan kepentingan jangka panjang, bukan tekanan politik.

