IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Negosiasi Gagal, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz

By Aurelia Tanu 6 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ timesofisrael.com
SHARE

[Medan | 13 April 2026] Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Langkah ini menandai potensi eskalasi baru dalam konflik, dari sekadar tekanan diplomatik menjadi intervensi langsung terhadap jalur perdagangan energi global.

Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan mencegat seluruh kapal yang masuk maupun keluar dari Selat Hormuz, khususnya yang diketahui membayar biaya transit kepada Iran. Ia juga menegaskan operasi pembersihan ranjau akan dilakukan, disertai ancaman militer terhadap setiap respons dari pihak Iran. Pernyataan ini secara efektif mengindikasikan upaya AS untuk mengambil alih kontrol keamanan jalur tersebut dari Teheran.

Kegagalan negosiasi dipicu oleh dua isu utama: program nuklir Iran dan status pembukaan Selat Hormuz. AS menuntut Iran membuka jalur pelayaran secara penuh serta membatasi program pengayaan uranium, sementara Iran bersikeras bahwa pembukaan jalur hanya akan dilakukan dalam kerangka kesepakatan final, termasuk pencabutan sanksi dan pencairan aset.

Kebuntuan ini mencerminkan perbedaan fundamental dalam strategi negosiasi kedua pihak. Iran cenderung mengedepankan proses bertahap dan jangka panjang, sementara pendekatan Trump lebih agresif dan berorientasi hasil cepat. Dalam konteks ini, Selat Hormuz menjadi leverage utama Iran, mengingat jalur tersebut dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.

Dari sisi pasar, ancaman blokade oleh AS justru memperbesar ketidakpastian. Jika direalisasikan, langkah ini berpotensi memicu disrupsi fisik pasokan energi, bukan sekadar hambatan administratif seperti sebelumnya. Artinya, risiko lonjakan harga minyak tidak lagi bersifat spekulatif, tetapi bisa menjadi shock riil terhadap supply global.

 

You Might Also Like

Mulai Melunak, China Beri 10 Insentif Untuk Taiwan

Harga Minyak Kembali Tembus USD 100 per Barel Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Iran-AS Gagal Capai Kesepakatan, IHSG Siap-siap Tertekan?

Iran Mulai Tarik Biaya Selat Hormuz, Bayar Pakai Yuan dan Kripto

Xi Jinping Bakal Bertemu Ketua Oposisi Taiwan

TAGGED: Iran-AS, selat hormuz, trump selat hormuz
Aurelia Tanu April 13, 2026 April 13, 2026
Previous Article Iran-AS Gagal Capai Kesepakatan, IHSG Siap-siap Tertekan?
Next Article Harga Minyak Kembali Tembus USD 100 per Barel Usai Negosiasi AS-Iran Gagal
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?