[Medan | 10 Maret 2026] Para menteri keuangan dari negara-negara anggota G7 dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat secara terkoordinasi dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin. Langkah tersebut dipertimbangkan sebagai respons terhadap lonjakan tajam harga minyak dunia yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta gangguan pada pasokan energi global.
Inisiatif ini muncul di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis pasokan energi yang dapat memperburuk volatilitas harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.
Koordinasi dengan IEA
Menurut sejumlah laporan media internasional, pembahasan tersebut akan melibatkan koordinasi dengan International Energy Agency (IEA), lembaga yang memiliki mekanisme pelepasan cadangan minyak strategis untuk menstabilkan pasar energi global ketika terjadi gangguan pasokan.
IEA selama ini menjadi institusi utama yang mengoordinasikan pelepasan cadangan minyak darurat di antara negara-negara konsumen energi utama dunia. Mekanisme ini pernah digunakan pada beberapa periode krisis energi sebelumnya untuk meredam lonjakan harga minyak dan menjaga stabilitas pasokan global.
Dalam pertemuan tersebut, para menteri keuangan G7 juga dijadwalkan melakukan konferensi dengan Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, guna membahas dampak konflik yang melibatkan Iran terhadap stabilitas pasar energi internasional.
Dukungan Awal Sejumlah Negara
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa setidaknya tiga negara anggota G7 telah menyampaikan dukungan awal terhadap gagasan pelepasan cadangan minyak darurat. Salah satu negara yang disebut mendukung langkah tersebut adalah Amerika Serikat.
Usulan ini diperkirakan menjadi salah satu agenda utama dalam pembicaraan para menteri keuangan G7, mengingat meningkatnya risiko gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Koordinasi lintas negara dinilai penting untuk memastikan bahwa pelepasan cadangan minyak dilakukan secara efektif serta mampu memberikan dampak nyata dalam meredam lonjakan harga energi di pasar global.
Lonjakan Harga Minyak Global
Diskusi tersebut berlangsung di tengah lonjakan harga minyak dunia yang meningkat lebih dari 25% pada perdagangan Senin. Kenaikan tersebut mendorong harga minyak mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022.
Lonjakan harga minyak dipicu oleh beberapa faktor utama, antara lain pengurangan pasokan oleh sejumlah produsen minyak utama, meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur distribusi energi, serta eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ketegangan geopolitik tersebut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan jangka panjang pada rantai pasokan energi global, terutama di jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Menunggu Keputusan Resmi
Hingga laporan ini diterbitkan, baik pihak International Energy Agency maupun presidensi G7 belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pembahasan pelepasan cadangan minyak darurat tersebut.
Permintaan komentar yang diajukan kepada pihak terkait di luar jam kerja normal juga dilaporkan belum mendapatkan respons. Namun, pasar energi global diperkirakan akan terus memantau perkembangan diskusi ini karena keputusan terkait pelepasan cadangan minyak strategis berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga energi dalam jangka pendek.

