[Medan | 11 Maret 2026] PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berencana melakukan penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue guna mendukung ekspansi bisnis perseroan.
Berdasarkan prospektus yang dirilis pada Selasa (10/3/2026), perseroan berencana menerbitkan sebanyak 1,39 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Seiring dengan pelaksanaan Penambahan Modal dengan HMETD (PMHMETD) tersebut, manajemen memperkirakan akan terjadi potensi dilusi kepemilikan saham sebesar 14,23% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.
Dana untuk Ekspansi Bisnis Hijau
Manajemen PT TBS Energi Utama Tbk menjelaskan bahwa seluruh dana hasil aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi usaha.
Fokus penggunaan dana akan diarahkan pada beberapa sektor utama, antara lain:
- Pengelolaan limbah
- Energi terbarukan
- Ekosistem kendaraan listrik
Langkah ini sejalan dengan strategi transformasi bisnis TOBA yang dalam beberapa tahun terakhir mulai memperluas portofolio dari sektor energi konvensional menuju bisnis berbasis energi bersih dan keberlanjutan.
Menunggu Persetujuan RUPSLB
Untuk merealisasikan rencana tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 April 2026 guna meminta persetujuan pemegang saham terkait pelaksanaan PMHMETD.
Pergerakan Saham
Pada perdagangan Selasa (10/3/2026), saham PT TBS Energi Utama Tbk ditutup menguat 3,64% ke level Rp570 per saham.
Kenaikan tersebut terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya saham TOBA sempat mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 10,57%, mencerminkan volatilitas pasar yang masih tinggi terhadap saham emiten energi dan transisi energi.

