[Medan | 26 Januari 2026] Presiden Prabowo Subianto mencatat sejumlah capaian strategis setelah merampungkan kunjungan kerja ke tiga negara Eropa, yakni Inggris, Swiss, dan Prancis. Kepala negara tiba kembali di Indonesia pada Sabtu (24/1/2026) dan disambut sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra.
Kunjungan selama lima hari tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan yang dinilai strategis bagi kepentingan nasional. Salah satu capaian utama adalah kesepakatan investasi dengan Inggris di sektor maritim senilai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun. Kerja sama ini mencakup pengembangan proyek kelautan dan perikanan berskala besar.
Indonesia dan Inggris juga menyepakati pembangunan sebanyak 1.582 kapal ikan yang seluruh proses produksinya akan dilakukan di dalam negeri. Proyek ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 600.000 tenaga kerja, sekaligus memperkuat industri maritim nasional dan rantai pasok sektor perikanan.
Di bidang pendidikan, Indonesia memperluas kemitraan dengan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan pendidikan kedokteran serta bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada ranah diplomasi internasional, Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian. Keanggotaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam mendorong upaya perdamaian global, khususnya terkait konflik di Gaza, Palestina.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memanfaatkan forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, untuk menyampaikan konsep ekonomi nasional yang dikenal sebagai Prabowonomics. Konsep tersebut menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan penguatan kemandirian nasional.
Rangkaian kunjungan kerja ini turut memperkuat kerja sama konkret dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor strategis, menandai upaya diplomasi ekonomi aktif Indonesia dalam menarik investasi dan memperluas kemitraan global.

