IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Kemenkeu Sebut Perang AS-Israel dan Iran Berpotensi Tekan Ekspor RI

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ thebulletin.org
SHARE

[Medan | 3 Maret 2026] Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengakui konflik di Timur Tengah berpotensi menekan kinerja ekspor nasional melalui pelemahan permintaan eksternal serta peningkatan biaya logistik global.

Febrio Kacaribu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, menyampaikan pemerintah terus memantau secara cermat risiko global pasca-serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang diikuti penutupan Selat Hormuz.

Risiko gangguan terhadap rantai pasok global, khususnya pasokan energi dan minyak bumi, serta peningkatan volatilitas pasar keuangan global menjadi perhatian utama pemerintah. Ketegangan perdagangan global juga dinilai berpotensi menekan kinerja ekspor nasional.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya mitigasi risiko dilakukan melalui percepatan hilirisasi sumber daya alam serta peningkatan daya saing produk ekspor bernilai tambah.

Selain itu, pemerintah mendorong diversifikasi mitra dagang utama melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan geopolitik global dan berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Fundamental eksternal Indonesia dinilai tetap baik, tercermin dari neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus selama 69 bulan berturut-turut.

APBN akan terus dikelola secara hati-hati, termasuk dengan menjaga defisit anggaran tetap terkendali di bawah 3% terhadap produk domestik bruto.

Data Ekonomi Diklaim Tetap Kuat

Dari sisi domestik, kinerja manufaktur Indonesia melanjutkan tren ekspansif pada Februari 2026. PMI Manufaktur Indonesia meningkat ke level 53,8 dari 52,6 pada Januari 2026, didorong lonjakan permintaan baru yang diimbangi pertumbuhan produksi secara signifikan.

Resiliensi ekonomi domestik dinilai menjadi modal penting di tengah ketidakpastian global. Berbagai upaya untuk menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi akan terus didorong melalui stimulus fiskal, perbaikan iklim investasi, serta penciptaan lapangan kerja.

Pada Januari 2026, Indeks Penjualan Riil tumbuh 7,9% secara tahunan, ditopang peningkatan penjualan makanan dan minuman, sandang, serta mobilitas masyarakat. Penguatan konsumsi juga tercermin dari penjualan kendaraan bermotor, dengan penjualan sepeda motor tumbuh 3,1% dan penjualan mobil meningkat 7,0%.

Optimisme masyarakat tetap terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 yang berada pada level 127, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 123,5.

Di sisi eksternal, surplus neraca perdagangan Indonesia menyempit menjadi US$950 juta, melanjutkan tren surplus sejak Mei 2020. Kinerja tersebut ditopang ekspor sebesar US$22,16 miliar atau tumbuh 3,39% secara tahunan, terutama dari ekspor nonmigas.

Ekspor nonmigas didorong sektor industri pengolahan yang tumbuh 8,19% secara tahunan, terutama minyak kelapa sawit, nikel, besi dan baja, serta komoditas bernilai tambah tinggi seperti otomotif dan elektronik.

Sementara itu, impor tercatat sebesar US$21,20 miliar atau tumbuh 18,21% secara tahunan, didominasi bahan baku dan barang modal, sejalan dengan meningkatnya aktivitas produksi dan investasi domestik.

Dari sisi harga, inflasi Februari 2026 tercatat sebesar 4,76% secara tahunan, terutama dipengaruhi dampak kebijakan diskon listrik pada awal 2025. Dengan mengecualikan dampak diskon listrik tersebut, inflasi Februari 2026 diperkirakan berada di level 2,59%.

 

You Might Also Like

AS Proyeksikan Perang Iran Berlangsung 4-5 Pekan atau Bahkan Lebih Lama

Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi, Obligasi AS Anjlok

Inflasi Indonesia di Februari 2026 Capai 0,68%

Menlu AS Sebut Serangan AS ke Iran Berikutnya Akan Lebih Mematikan

Israel-AS Serang Iran, Harga Emas Bisa Tembus US$ 6.000?

TAGGED: ekonomi Indonesia, perang iran-AS
Aurelia Tanu March 3, 2026 March 3, 2026
Previous Article Israel-AS Serang Iran, Harga Emas Bisa Tembus US$ 6.000?
Next Article Menlu AS Sebut Serangan AS ke Iran Berikutnya Akan Lebih Mematikan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?