[Medan | 31 Maret 2026] Serangan terhadap jalur energi global kembali meningkat setelah Iran dilaporkan menghantam kapal tanker minyak milik Kuwait di wilayah perairan dekat Dubai. Insiden ini menjadi eskalasi terbaru yang memperbesar risiko gangguan distribusi energi di kawasan Teluk Persia.
Perusahaan minyak negara Kuwait Petroleum Corporation mengonfirmasi bahwa kapal tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) bernama Al-Salmi mengalami kerusakan pada lambung serta kebakaran di bagian dek akibat serangan tersebut. Insiden terjadi saat kapal berada di area jangkar sekitar 31 mil laut barat laut Dubai.
Meski tidak terdapat korban jiwa, tim darurat langsung dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran. KPC juga menyatakan tengah melakukan penilaian teknis lanjutan, termasuk potensi tumpahan minyak yang dapat berdampak pada lingkungan dan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Serangan ini terjadi di salah satu jalur paling vital dalam perdagangan energi global, di mana wilayah Teluk Persia dan sekitarnya, termasuk Selat Hormuz, menjadi jalur distribusi bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Gangguan di titik ini berpotensi langsung mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar global.
Sebelumnya, laporan dari UK Maritime Trade Operations juga telah memperingatkan meningkatnya frekuensi serangan terhadap kapal komersial di kawasan tersebut, seiring memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya.

