IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Iran Mulai Tarik Biaya Selat Hormuz, Bayar Pakai Yuan dan Kripto

By Aurelia Tanu 5 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ nytimes.com
SHARE

[Medan | 10 April 2026] Iran dilaporkan mulai menerapkan skema “biaya lintas” bagi kapal yang melewati Selat Hormuz dengan mekanisme pembayaran berbasis yuan China dan aset kripto. Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dalam tata kelola salah satu jalur energi paling strategis di dunia, sekaligus memperkuat tren dedolarisasi dalam transaksi perdagangan energi global.

Berdasarkan laporan lembaga riset TRM, penggunaan aset digital dalam pembayaran tarif tersebut membuat transaksi sulit dilacak dan hampir tidak dapat dibekukan melalui sistem keuangan tradisional yang didominasi Amerika Serikat. Skema ini disebut sebagai bentuk pemanfaatan teknologi keuangan untuk menghindari sanksi internasional, sekaligus menciptakan jalur pembayaran alternatif di luar dolar AS.

Selain kripto, Iran juga disebut memanfaatkan sistem keuangan China melalui Bank of Kunlun yang terhubung dengan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), sebagai alternatif dari jaringan SWIFT. Langkah ini memperkuat integrasi finansial antara Iran dan China, terutama dalam konteks perdagangan energi dan pelayaran di kawasan Teluk.

Dari sisi ekonomi riil, biaya yang dikenakan dilaporkan mencapai sekitar US$2 juta per kapal tanker besar, menjadikan Selat Hormuz bukan hanya jalur strategis energi, tetapi juga sumber pendapatan langsung dalam bentuk “transit fee” yang dikelola secara semi-formal oleh Iran.

Secara geopolitik, kebijakan ini memperdalam fragmentasi sistem keuangan global, di mana transaksi energi mulai bergeser dari dominasi dolar AS menuju kombinasi mata uang alternatif seperti yuan serta aset digital. Kondisi ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar energi karena biaya distribusi minyak kini tidak hanya dipengaruhi supply-demand, tetapi juga struktur pembayaran lintas negara.

Di sisi lain, langkah Iran juga dapat memperkuat posisi tawar dalam negosiasi gencatan senjata, karena kontrol atas Selat Hormuz kini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga ekonomi melalui monetisasi akses pelayaran.

Bagi pasar global, implikasinya cukup signifikan: biaya logistik energi meningkat, risiko ketidakpastian perdagangan naik, dan premium geopolitik pada harga minyak berpotensi bertahan lebih lama selama mekanisme ini belum mendapat legitimasi internasional yang jelas.

 

 

You Might Also Like

Xi Jinping Bakal Bertemu Ketua Oposisi Taiwan

Inflasi PCE Tahunan Stabil, Klaim Pengangguran Naik Tipis, Kemana Arah Suku Bunga AS?

Trump Larang Iran Tarik Tarif Tol di Selat Hormuz

Pantau! AS-Iran Bakal Negosiasi di Islamabad pada 10 April 2026

Tak Dibantu Serang Iran, Trump Ancam Keluar dari NATO

TAGGED: biaya tol, Iran, yuan dan kripto
Aurelia Tanu April 10, 2026 April 10, 2026
Previous Article Xi Jinping Bakal Bertemu Ketua Oposisi Taiwan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?