IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Iran Mau Negosiasi dengan AS, Harga Minyak Anjlok

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ iranpress.com
SHARE

[Medan | 5 Februari 2026] Harga minyak dunia melemah setelah Iran mengonfirmasi rencana perundingan dengan Amerika Serikat, meredakan kekhawatiran pasar atas eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah.

Contents
Risiko Geopolitik Mereda, Premi Harga LunturHarga Minyak Tertekan, Tapi Masih BertahanOutlook: Volatilitas Masih Tinggi

Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari, setelah sebelumnya reli tajam. Sementara Brent juga bergerak melemah meski masih bertahan di kisaran tinggi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan melalui unggahan media sosial bahwa pertemuan dengan perwakilan AS akan digelar di Oman pada Jumat (6/2/2026). Konfirmasi ini menurunkan premi risiko geopolitik yang sempat terbangun di harga minyak dalam dua sesi perdagangan sebelumnya.

Risiko Geopolitik Mereda, Premi Harga Luntur

Selama dua hari terakhir, harga minyak terdorong naik hampir 5% seiring meningkatnya spekulasi potensi serangan militer terhadap Iran—salah satu produsen utama OPEC. Namun, sinyal diplomasi langsung memicu aksi ambil untung (profit taking).

Meski demikian, pasar menilai jalan menuju kesepakatan masih penuh ketidakpastian. Perbedaan posisi terkait ruang lingkup dan parameter pembicaraan membuat hasil negosiasi belum dapat dipastikan, terutama di tengah ketegangan yang melibatkan kawasan pemasok sekitar sepertiga produksi minyak mentah global.

Harga Minyak Tertekan, Tapi Masih Bertahan

Secara harga:

  • WTI pengiriman Maret turun 1,4% ke US$64,20 per barel pada pukul 07.11 waktu Singapura
  • Brent pengiriman April ditutup melemah, bertahan di kisaran US$69 per barel

Koreksi ini menandai kembalinya sensitivitas harga minyak terhadap dinamika geopolitik, setelah sebelumnya pasar sempat lebih fokus pada isu kelebihan pasokan global yang menekan harga sepanjang paruh kedua 2025.

Outlook: Volatilitas Masih Tinggi

Ke depan, pergerakan harga minyak diperkirakan tetap volatil. Selama belum ada kejelasan hasil negosiasi, premi risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Namun, jika dialog Iran–AS menunjukkan kemajuan konkret, tekanan terhadap harga minyak berpotensi berlanjut, terutama di tengah fundamental pasokan global yang masih relatif longgar.

 

You Might Also Like

Ada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Hari Ini, IHSG Bakal Kemana?

Pasar Masih Hati-hati, Permintaan di Lelang SUN Turun

Trump Teken RUU Anggaran, Shutdown Pemerintah Selama 4 Hari Berakhir

Airlangga Sebut Negosiasi Tarif Dagang RI-AS Rampung, Tinggal Tunggu Tanda Tangan

Rupiah Melemah, Inflasi Tinggi, BI Bakal Naikkan Suku Bunga?

TAGGED: harga minyak, Iran-AS
Aurelia Tanu February 5, 2026 February 5, 2026
Previous Article Emiten Prajogo Pangestu Kompak Buyback Saham, Sinyal Valuasi Lagi Murah?
Next Article Edwin Soeryadjaya Borong 1,53 Juta Saham SRTG, Ada Apa?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?