[Medan | 10 Maret 2026] Harga minyak dunia mulai mengalami koreksi setelah Presiden Donald Trump menyampaikan sinyal bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi segera berakhir. Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pasar energi global yang sebelumnya terpukul oleh lonjakan harga akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Indeks minyak mentah West Texas Intermediate crude oil (WTI) sempat turun hingga 10% menjadi sekitar US$85,52 per barel setelah melalui sesi perdagangan yang sangat volatil pada Senin. Pergerakan harga bahkan berada dalam rentang terlebar sejak periode ekstrem ketika harga minyak sempat jatuh di bawah nol selama puncak pandemi COVID-19.
Dalam wawancara dengan CBS News, Trump mengatakan bahwa konflik tersebut kemungkinan hampir berakhir.
Ia menyatakan bahwa perang tersebut “sangat lengkap, hampir selesai,” yang kemudian memicu perubahan sentimen pasar energi global.
Volatilitas Harga yang Tajam
Sebelumnya pada awal perdagangan Senin, harga minyak mentah sempat melonjak hingga menembus level US$100 per barel. Namun, harga mulai terkoreksi setelah muncul pembahasan mengenai kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menstabilkan pasar energi.
Fluktuasi tajam yang terjadi sepanjang hari membuat harga WTI diperdagangkan dalam rentang hingga US$38 per barel. Sementara itu, harga Brent crude oil turun sekitar US$20 dari level tertinggi intraday menuju harga penutupan, menandai penurunan terbesar dalam sejarah dari puncak intraday ke harga penutupan perdagangan.
Selat Hormuz Masih Tertutup
Meski harga mulai turun, gangguan pasokan minyak global masih membayangi pasar. Jalur pelayaran energi strategis di Selat Hormuz dilaporkan masih efektif tertutup.
Penutupan jalur tersebut memaksa sejumlah produsen utama di kawasan Teluk Persia untuk mengurangi produksi, termasuk Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab.
Trump sendiri menilai gejolak harga yang terjadi hanya bersifat sementara.
“Saya pikir ini akan menjadi fluktuasi jangka pendek,” kata Trump kepada anggota Kongres dari Partai Republik saat berbicara di resornya di Doral, beberapa jam setelah wawancara dengan CBS.
Pergerakan Harga Terbaru
Pada perdagangan terbaru di kawasan Asia:
- Kontrak West Texas Intermediate crude oil untuk pengiriman April 2026 turun 7,9% menjadi sekitar US$87,28 per barel pada pukul 06.04 pagi di **Singapura>.
- Sementara itu, kontrak Brent crude oil untuk penyelesaian Mei 2026 sebelumnya ditutup naik 6,8% menjadi US$98,96 per barel pada perdagangan Senin, setelah sempat mencapai puncak US$119,50 dalam sesi yang sama.

