IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Dolar Menguat, Rupiah Berpotensi Tembus 17.000?

By Aurelia Tanu 9 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ investor.id
SHARE

[Medan | 9 Maret 2026] Nilai tukar rupiah kembali melemah pada akhir perdagangan pekan lalu dan semakin mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Tekanan terhadap mata uang Garuda diperkirakan masih berlanjut pada awal pekan ini di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Contents
Tekanan dari Harga MinyakProyeksi Pergerakan Rupiah

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,12% ke level Rp16.925 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026). Sejalan dengan itu, kurs referensi JISDOR yang dirilis Bank Indonesia juga melemah Rp33 atau 0,20% menjadi Rp16.919 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor mencari aset aman seperti dolar AS. “Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang memburuk akibat memanasnya situasi di Timur Tengah,” ujar Lukman.

Tekanan dari Harga Minyak

Selain faktor geopolitik, lonjakan harga minyak dunia juga menambah tekanan bagi rupiah. Harga energi yang lebih tinggi berpotensi memperbesar beban impor Indonesia, yang pada akhirnya dapat memengaruhi neraca perdagangan serta memicu inflasi domestik.

Penurunan cadangan devisa Indonesia juga menjadi sentimen tambahan yang menekan pergerakan mata uang nasional.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Memasuki perdagangan awal pekan ini, arah rupiah masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global, terutama data ekonomi dari Amerika Serikat. Salah satu indikator yang menjadi perhatian pasar adalah laporan Nonfarm Payrolls, yang mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja AS.

Jika data ekonomi AS tetap kuat, dolar berpotensi semakin menguat sehingga memberi tekanan tambahan pada rupiah. Meski demikian, pasar memperkirakan Bank Indonesia akan tetap aktif melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Untuk perdagangan Senin (9/3/2026), Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS. Jika tekanan global berlanjut, level psikologis Rp17.000 per dolar berpotensi kembali diuji.

 

You Might Also Like

PM Taiwan Akan Kunjungan ke Jepang, Mau Tantang China?

Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Bursa Jepang, Korea, Taiwan Kompak Anjlok, IHSG Bakal Ikutan?

Harga Minyak Dunia Sudah Tembus US$ 100 Per Barel!

China Target Pertumbuhan Terendah Sejak 1990-an, Kenapa?

TAGGED: dolar menguat, Rupiah, Rupiah melemah
Aurelia Tanu March 9, 2026 March 9, 2026
Previous Article Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Next Article PM Taiwan Akan Kunjungan ke Jepang, Mau Tantang China?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?