IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

China Target Pertumbuhan Terendah Sejak 1990-an, Kenapa?

By Aurelia Tanu 5 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ thehill.com
SHARE

[Medan | 6 Maret 2026] Pemerintah China menurunkan target pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 4,5%–5%, lebih rendah dari realisasi 5% pada 2025, dan menjadi yang terendah sejak awal 1990-an. Penetapan ini disampaikan Perdana Menteri Li Qiang pada sidang pembukaan tahunan National People’s Congress, Kamis (5/3/2026).

Li mengakui ekonomi China menghadapi tekanan berat. Pemerintah ingin mendorong konsumsi domestik, namun tetap berfokus pada pengembangan teknologi strategis seperti kecerdasan buatan, robotika, dan sektor high-tech lainnya. Stimulus besar jangka pendek tidak diumumkan; pemerintah menekankan pemulihan permintaan secara bertahap.

Tekanan eksternal menambah kompleksitas. Ketegangan geopolitik global dan konflik Timur Tengah meningkatkan risiko terhadap impor energi China. Lonjakan harga minyak dan gas berpotensi menekan biaya produksi serta konsumsi domestik.

Masalah struktural di dalam negeri juga menjadi hambatan. Ketidakseimbangan antara kapasitas manufaktur yang tinggi dengan permintaan domestik yang lemah menekan pertumbuhan. Konsumsi rumah tangga lesu karena krisis properti dan pasar tenaga kerja yang terguncang, meski surplus perdagangan hampir US$ 1,2 triliun pada tahun lalu.

Pemerintah berencana menerbitkan obligasi senilai 250 miliar yuan untuk program insentif masyarakat menukar mobil, peralatan rumah tangga, dan barang lama. Kebijakan perumahan juga disesuaikan untuk menstabilkan pasar properti yang tertekan.

Di sisi lain, China tetap meningkatkan anggaran militer 7% menjadi sekitar 1,9 triliun yuan, seiring upaya reformasi militer dan penguatan kontrol Partai Komunis atas Tentara Pembebasan Rakyat.

Analis menilai pergeseran pertumbuhan dari ekspor dan investasi ke konsumsi domestik tidak akan terjadi secara instan. Tanpa perbaikan sektor properti, pasar tenaga kerja, dan jaminan sosial, daya beli rumah tangga China kemungkinan tetap terbatas dalam jangka dekat, sehingga target pertumbuhan 2026 menjadi realistis namun konservatif.

 

 

You Might Also Like

Rusia Pertimbangkan Akhiri Pasokan LNG ke Eropa

Siaga Krisis, China Stop Ekspor Solar dan Bensin

Mau Cadangan Naik 3 Bulan, RI Bakal Bangun Tangki Penyimpanan Minyak

Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif, Rupiah Bisa Tembus Rp 17.000 per dolar AS?

Iran Tolak Negosiasi dengan AS Untuk Akhiri Perang

TAGGED: target pertumbuhan china
Aurelia Tanu March 6, 2026 March 6, 2026
Previous Article Rusia Pertimbangkan Akhiri Pasokan LNG ke Eropa
Next Article AS vs Iran: Strategi Besar yang Berpotensi Jadi Pisau Bermata Dua?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?