[Medan | 9 Februari 2026] Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) meningkatkan pasokan likuiditas guna mengantisipasi lonjakan permintaan uang tunai menjelang libur Tahun Baru Imlek. Bank sentral menyuntikkan dana sebesar 600 miliar yuan atau setara Rp7.690 triliun melalui instrumen reverse repo tenor 14 hari pada akhir pekan lalu, mengakhiri jeda dua bulan operasi serupa.
Tutup Kesenjangan Pendanaan Perbankan
Langkah tersebut bertujuan menutup potensi kesenjangan likuiditas sekitar 3,2 triliun yuan, sebagaimana dihitung Bloomberg. Tekanan likuiditas berasal dari tingginya kebutuhan dana musiman, penarikan kas rumah tangga, penerbitan obligasi pemerintah dalam skala besar, serta meningkatnya permintaan yuan dari sektor korporasi.
Tekanan Musiman dari Rumah Tangga dan Pasar Uang
Analis Huaxi Securities memperkirakan sekitar 900 miliar yuan likuiditas terserap akibat tradisi penarikan tunai untuk perjalanan liburan dan pembagian amplop merah selama Imlek. Di saat yang sama, sekitar 405,5 miliar yuan reverse repo PBOC jatuh tempo pekan ini, yang berpotensi kembali mengurangi likuiditas perbankan.
Penerbitan Obligasi Perparah Ketatnya Likuiditas
Tekanan juga datang dari agresifnya penerbitan obligasi pemerintah. Otoritas daerah diperkirakan menerbitkan sekitar 950 miliar yuan obligasi dalam dua pekan pertama Februari, naik 18% dibandingkan total penerbitan sepanjang Januari, ditambah penerbitan obligasi pemerintah pusat sebesar 412 miliar yuan.
Dukungan Kebijakan Tetap Longgar
Sebelumnya, PBOC telah menggandakan pembelian obligasi pada Januari dan menyalurkan dana jangka menengah hingga panjang sebesar 1 triliun yuan, rekor tertinggi sejauh ini. Bank sentral juga menurunkan suku bunga pinjaman kebijakan satu tahun ke level terendah sepanjang sejarah di 1,5% guna menopang pemulihan ekonomi.
Prospek Kebijakan Moneter
Ke depan, ekonom memperkirakan PBOC masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut, termasuk pemangkasan rasio cadangan wajib bank sebesar 50 basis poin serta penurunan suku bunga tambahan tahun ini. Meski suku bunga jangka pendek sempat naik akibat faktor musiman, analis menilai likuiditas tetap longgar, mencerminkan komitmen PBOC menjaga stabilitas sistem keuangan.

