[Medan | 7 Januari 2025] China mulai membatasi ekspor barang-barang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer ke Jepang, memperuncing ketegangan antara dua ekonomi terbesar di Asia.
Kebijakan ini diberlakukan menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan tahun lalu, yang dianggap Beijing melanggar prinsip Satu China dan menunjukkan niat buruk dengan dampak merugikan.
Kementerian Perdagangan China menyatakan seluruh ekspor barang dual-use ke Jepang untuk keperluan pertahanan dilarang mulai berlaku segera. Pembatasan mencakup produk yang berpotensi meningkatkan kemampuan militer Jepang, termasuk komponen mesin kedirgantaraan, grafit dan turunannya, serta paduan logam tertentu seperti tungsten-nikel-besi. Otoritas China tidak merinci lebih lanjut jenis barang yang dimaksud.
Langkah ini menjadi tekanan terbaru China terhadap Jepang setelah Takaichi menyebut Tokyo bisa mengerahkan militer jika Beijing mencoba menguasai Taiwan. Pemerintah Jepang hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi dan menegaskan bahwa kebijakan negaranya terhadap China dan Taiwan tetap tidak berubah.

